//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Massa Pendukung Prabowo di Gedung MK Mengaku Dibayar Rp 50.000

Massa Pro Prabowo Terobos Barikade dengan Motor

Sejumlah massa pendukung Prabowo-Hatta yang ikut demo di depan gedung MK mengaku dibayar Rp.50.000 per orang. Hal ini dikatakan dua orang remaja siswa SMP dan SMK yang ikut bergabung dalam ratusan orang yang datang ke Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2014. Jumlah pendemo ini memang jauh dari klaim kubu pasangan nomor urut satu ini yang mereka klaim akan kepung gedung MK dengan jumlah 30 ribu massa. Memang simpatisan bayaran bukan hal aneh di dunia perpolitikan Indonesia. Bahkan beberapa orang atau organisasi menyediakan jasa layanan ini layaknya event organizer.

Seperti yang diberitakan kompas.com, salah satu di antaranya, Ai (16), yang mengaku diajak temannya untuk beraksi di depan Gedung MK. Remaja yang datang dari Purwakarta itu dijanjikan bayaran Rp 50.000 oleh kelompok temannya. “Saya bareng teman. Belum makan nih. Lapar. Katanya sih mau dibayar Rp 50.000,” kata Ai saat diajak berbincang di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu.

Datang bersama simpatisan lainnya, Ai mengaku tergiur dengan bayaran itu. Terlebih lagi, dia juga ingin datang ke Jakarta, dan inilah kesempatannya. Namun, dia belum tahu apakah akan segera mendapat bayaran setelah ikut demo. “Ke Jakarta sih sama teman. Lumayanlah kalau dapat uangnya. Sudah Rp 30.000 habis di jalan. Ikut teman deh ke sini,” ucap Ai.

Peserta aksi lainnya, Iro (14), mengatakan hal senada. Saat aksi itu, dia diminta mengaku sebagai mahasiswa bila ditanya orang. Dia pun mengatakan datang ke MK bersama teman-temannya. “Disuruh jadi mahasiswa sih,” ucap dia. Dia tak merasa keberatan diminta mengaku menjadi mahasiswa oleh teman yang membawanya dalam aksi tersebut. Ia menyatakan mendapat bayaran Rp 50.000 untuk aksi sampai siang hari.

“Haus ini. Belum juga makan. Belum dapat uangnya,” ungkap Iro, Rabu siang. Iro yang berasal dari Depok itu pun berharap bayaran untuknya segera keluar karena ia sudah lelah berpanas-panasan sejak pagi hari. Baik Ai maupun Iro mengaku hanya diminta ikut dalam aksi di Gedung MK, tidak ke DPR. “Bilangnya cuma di sini (MK) doang,” kata Iro.

Berdasarkan berita yang dirilis merdeka.com, massa pendukung Prabowo-Hatta lainnya adalah Farid (16), siswa SMK kelas XI yang mengaku berangkat dari rumahnya di Purwakarta, Jawa Barat, pukul 06.00 WIB. Dia menuju Jakarta menumpangi bus pariwisata bersama rekan-rekannya. “Saya sama teman diajak demo ke Jakarta, enggak tahu demo apa,” kata Farid yang masuk dalam simpatisan Garuda Merah.

Menurutnya, dia diizinkan ikut demo karena sekolah masih belum belajar. “Masih MOS, sekolah baru besok. Sama ibu dibolehin karena dapat duit Rp 50 ribu,” ungkapnya. Sedangkan, pelajar SMP di Depok, Rani (14) mengungkapkan mau ikut demo karena mendapat imbalan. “Dapat ongkos Rp 30 ribu, nanti selesai dikasih lagi Rp 30 ribu,” tuturnya.

Dia mengaku berangkat ke pukul 08.00 WIB dari Depok dengan mengecer kendaraan umum. Dia bisa ikut berdemo karena sekolah masih libur. “Saya ikut-ikutan saja ke sini, masalah dukung atau enggak yang penting dapat duit. Ibu dan bapak enggak papa yang penting sekolah libur, sambil nyari duit ikut demo,” jelasnya.

Bantahan Kubu Prabowo-Hatta

Juru bicara tim kampanye nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Andre Rosiade, membantah adanya simpatisan bayaran yang datang ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK), pada sidang perdana kasus sengketa pilpres, Rabu (6/8/2014) siang. “Hal itu merupakan fitnah besar bagi tim Prabowo-Hatta. Berita soal simpatisan bayaran tersebut merupakan perang urat syaraf yang dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menjatuhkan tim Prabowo-Hatta,” ujar Andre, saat dihubungi Kompas.com.

Andre memastikan, simpatisan yang datang sejak Rabu pagi di depan gedung MK merupakan relawan yang datang dengan kerelaan untuk mendukung gugatan tim Prabowo-Hatta terhadap kecurangan dalam pemilu presiden 9 Juli lalu. Para simpatisan tersebut, kata Andre, berasal dari berbagai ormas, relawan, dan massa dari partai pendukung Prabowo-Hatta.

Lebih lanjut, Andre mengatakan, pemberitaan mengenai simpatisan bayaran yang beredar di beberapa media, merupakan strategi dari pihak-pihak lain yang mengkhawatirkan terjadinya eskalasi (peningkatan) jumlah massa pendukung.

Gerindra: Akan Kerahkan 30 Ribu Pendukung Kepung MK

Sehari sebelumnya (Selasa, 5 Agustus 2014), Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra ) menyatakan bakal mendatangkan puluhan ribu massa saat sidang perdana gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (6/8) besok. Rencananya, mereka yang datang dari berbagai daerah.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Ferry J Julianto menyatakan, sekitar 10 ribu massa akan hadir dalam sidang perdana. Bukan hanya dari Jawa Barat, kata dia, massa juga akan ditambah dari simpatisan pendukung Prabowo – Hatta di Banten. “Dari Jabar sekitar 10 ribu kader dan simpatisan, Dan 3 ribuan lebih dari Banten. Itu yang tercatat sampai siang ini, bersama dengan seluruh unsur-unsur Partai Gerindra dan keluarga besar akan datang ke gedung MK jam 8 atau 9 pagi,” kata Ferry di di Jalan Sisingamangaraja nomor 21, Jakarta, Selasa (5/8), seperti yang diberitakan kompas.com.

Ferry menambahkan, pihaknya merasa perlu memberikan dukungan moril kepada Prabowo – Hatta . Maka itu, dirinya meminta pengertian masyarakat yang terganggu saat melewati jalur depan Gedung MK. “Bagi masyarakat yang besok jalannya terganggu, kami mohon maaf sebelumnya, dan minta doa dan dukungan pada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik juga sesumbar bakal menerjunkan sekitar puluhan ribu kader Gerindra ke MK. Namun, dirinya berjanji aksi yang dilakukan akan berjalan damai. “DKI sudah terdaftar ada 10 ribu orang, ini di luar partai koalisi. Paling tidak besok ada 30 ribu orang yang kumpul di MK. Ini aksi damai, untuk MK agar berlaku adil,” ujar Taufik.

Tidak hanya itu, Taufik menyebutkan bahwa dalam waktu bersamaan seluruh kantor KPUD seluruh Indonesia akan didatangi juga massa Gerindra dan partai koalisi. Sedangkan untuk di Jakarta, selain di MK, massa juga akan berdemo di Mabes Polri, DKPP dan KPU.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: