//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Pemilu Korut, Kim Jong Un Ternyata Menang 100 %, Bukan 97,8 %

Foto Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dalam Pemilu

Ternyata pada saat pemilihan umum parlemen Korea Utara, sang pemimpin, Kim Jong Un mendapatkan suara 100 persen bukan 97,8 %. Sebelumnya Prabowo Subianto menyuarakan kegalauan perolehan nol suara di ratusan TPS. Atas perolehan itu, dia menilai pelaksanaan Pilpres di Indonesia lebih buruk dari Korea Utara.

“Bahkan di Korea Utara pun tidak terjadi, mereka bikin 97,8 persen. Di kita, ada yang 100 persen, ini luar biasa. Ini hanya terjadi di negara totaliter, fasis dan komunis,” kata Prabowo di ruang sidang MK, di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).

Seperti yang diberitakan Kompas.com, Kim Jong Un memenangi semua suara di daerah pemilihan yang diwakilinya dalam pemilu yang digelar pada Minggu (9/3/2014). Kemenangan ini membuat Kim Jong Un resmi bergelar anggota parlemen, sebuah gelar yang menambah deretan gelarnya yang sudah sangat panjang itu.

Beberapa gelar yang disandang Kim Jong Un, antara lain, panglima tertinggi angkatan bersenjata dan ketua komisi pertahanan nasional. “Semua pemilih di daerah pemilihan mengambil bagian dalam pemilu dan 100 persen suara mereka untuk Kim Jong Un,” kata kantor berita Korea Utara, KCNA. “Ini adalah bentuk dari dukungan mutlak dan kepercayaan yang tak terbantahkan dari rakyat kepada Kim Jong Un,” tambah KCNA.

Pemilihan umum ini menjadi ajang bagi adik perempuan Kim Jong Un untuk memulai debutnya dalam menancapkan kekuasaan generasi ketiga keluarga Kim. Sang adik, Kim Yo Jong, diyakini berusia 26 tahun, mendampingi Kim Jong Un ke tempat pemungutan suara. Ini bukan penampilan publik perdana Kim Jo Yong. Pada 2011 dia terlihat di stasiun televisi nasional bercucuran air mata saat mendampingi Kim Jong Un menghadiri pemakaman ayah mereka, Kim Jong Il.

Sejak saat itu, Kim Jo Yong sesekali terlihat mendampingi kakaknya dalam sejumlah kunjungan lapangan resmi. Dalam sistem pemilu Korea Utara, terdapat 700 daerah pemilihan dan setiap daerah pemilihan hanya memiliki satu kandidat yang ditentukan negara. Kondisi ini memastikan kemenangan mutlak di setiap pemungutan suara.

Memberikan suara adalah kewajiban di Korea Utara. Media pemerintah mengatakan, semua orang yang terdaftar sebagai pemilih, kecuali mereka yang berada di luar negeri, datang ke TPS dan memberikan suara.

Pemilihan anggota Dewan Rakyat Tertinggi (SPA) digelar setiap lima tahun, dan ini adalah yang pertama di bawah kekuasaan Kim Jong Un. Kim Jong Un sendiri menjadi kandidat di konstituen nomor 111, Gunung Paektu. Bagi warga Korea Utara, Gunung Paektu adalah tempat yang sakral. Sebab, menurut propaganda negeri tersebut, Gunung Paektu adalah tempat kelahiran Kim Jong Il.

Pemilu Di Korea Utara Bukan Memilih Calon Pemimpin

Pemilu di Korea Utara bukanlah bertujuan memilih calon pemimpin, melainkan persetujuan rakyat untuk pemerintahan selanjutnya. Penelurusan detikcom, Rabu (6/8/2014), rakyat Korea Utara memberikan suaranya setiap lima tahun sekali untuk menyetujui pemerintahan parlemen. Masing-masing dari 687 wilayah di Korea Utara memiliki satu kandidat parlemen, pilihannya hanya Ya atau Tidak.

Jumlah pemilih dalam Pemilu Korea Utara mencapai angka 100 persen. Artinya, tidak ada golput. Para pemilih juga memberikan suaranya di bilik khusus tanpa kerahasiaan. Banyak pakar menilai Pemilu di Korea Utara hanya seperti sensus politik karena seluruh kursi parlemen dikuasai partai penguasa. Pemilih yang memilih kata Tidak berarti siap menanggung resiko intimidasi atau sejenisnya.

Tanpa ada pemilih abstain, Kim Jong Un meraih 100% suara dalam pemilu di Korea Utara. Semua pemilih menjatuhkan pilihannya pada pemimpin muda Korea Utara ini, tanpa terkecuali. “Ini adalah ekspresi dari dukungan mutlak rakyat dan kepercayaan mendalam pada pemimpin tertinggi Kim Jong Un, karena mereka setia kepadanya, memegang dia di harga tinggi,” kata kantor berita resmi Korea Utara seperti dilansir oleh AFP, 11 Maret lalu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: