//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Posko Prabowo di Banyuwangi Tak Dibakar Tapi Dilempar Batu

Foto Prabowo Dalam Sidang I Gugatan Pilpres 2014 di MK

Pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan adanya posko atau rumah saksi kubu di Banyuwangi, Jawa Timur dibakar ternyata dibantah oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyuwangi, Sapuan. “Tidak ada pembakaran, tapi hanya pelemparan batu,” katanya kepada wartawan di Banyuwangi, Rabu, 6 Agustus 2014. Sebelumnya, pada sidang perdana gugatan Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang digelar Selasa (6/8), Capres Prabowo Subianto memberi kesaksian adanya Posko Merah Putih di Kabupaten Banyuwangi dibakar oleh orang tak dikenal.

Hingga hari ini, kata Sapuan, timnya tidak pernah menerima laporan adanya rumah saksi Prabowo yang dibakar. Dia pun tak mengetahui asal informasi yang didapat Prabowo mengenai adanya pembakaran rumah saksi itu. Tim hanya melaporkan dugaan pelemparan batu di rumah Syamsuri yang dijadikan posko Prabowo-Hatta di Kecamatan Cluring pada Senin, 30 Juni 2014, ke kepolisian dan Panitia Pengawas setempat.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Banyuwangi, Totok Hariyanto, mengatakan Panwas hanya menerima pengaduan soal posko Prabowo yang dilempar batu. “Kalau pembakaran tidak ada,” katanya. Demikian juga Kepala Bagian Operasi Polres Banyuwangi Komisaris Polisi Sudjarwo juga tidak menerima laporan adanya pembakaran rumah saksi Prabowo-Hatta. Polisi selama ini hanya menyelidiki dugaan pelemparan batu posko Prabowo 30 Juni lalu. Namun hasil penyelidikan, bahwa pelemparan batu oleh orang tak dikenal itu tidak berkaitan dengan pilpres. Sebab, selain posko, rumah di sekitarnya juga terkena lemparan. “Hanya kriminal biasa,” kata dia.

Seperti pernah diberitakan, bahwa pelemparan batu di posko Prabowo-Hatta itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Posko di Jalan Raya Jember 18 itu dilempari saat keluarga pemilik rumah baru saja selesai sahur. Akibatnya, kaca di jendela bagian depan rumah itu pecah. Ketua Tim Media Posko Merah Putih Jawa Timur, Hendro Tri Subiyantoro juga membantah adanya pembakaran posko. “Bukan dibakar, kalau pelemparan memang iya,” kata Hendro yang tengah mendampingi Supriyatno usai menggelar demo di Kantor KPU Jawa Timur.

Kedua politisi pendukung pasangan Prabowo-Hatta itupun langsung mengontak beberapa timnya yang ada di Banyuwangi. Supriyatno sendiri, langsung menghubungi Ketua Tim Merah Putih Kabupaten Banyuwangi, Eko Susilo Nurhidayat. Dalam percakapan itu, Eko menegaskan memang tidak ada pembakaran Posko Merah Putih di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, melainkan aksi pelemparan batu oleh orang yang tak dikenal.

“Saya sudah pernah mengklarifikasi itu saat berada di Surabaya. Waktu itu, pertemuan di Hotel Narita Surabaya. Tidak ada pembakaran, yang ada hanya pelemparan batu,” kata Eko kepada merdeka.com melalui telepon seluler Supriyatno. Bahkan, Eko mengaku tidak setuju jika kejadian itu ikut dimasukkan dalam materi gugatan ke MK.

“Saya memang tidak setuju kalau masalah itu masuk dalam materi gugatan,” tandas dia. Sayangnya, ternyata materi itu masuk dalam gugatan dan telah disampaikan oleh Prabowo di depan sidang yang digelar perdana kemarin yang mungkin mempertaruhkan nama baik kubu capres nomor urut satu tersebut. Ternyata pernyataan Prabowo tidak sejalan dengan versi anggota kubunya sendiri sehingga orang mempertanyakan apakah Prabowo berlebihan atau tidak ada sinkronisasi fakta dan data antara anggota koalisi Merah Putih? (Baca: Psikolog UI: Prabowo Diduga Mengalami Delusi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: