//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Massa Prabowo Ancam Culik Ketua KPU dan Bakar Istana Negara

Jumlah Pendemo Kubu Prabowo di MK Berkurang Drastis

Massa pendukung Prabowo-Hatta mengancam akan menculik Husni Kamil Manik, Ketua KPU dan membakar Istana Merdeka, tempat Presiden RI berkantor. Orasi tersebut diucapkan oleh Koordinator demonstran yang melakukan aksi di depan gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat. Koordinator lapangan Akbar Husein mengatakan salat Jumat itu digelar untuk memberikan doa agar sidang di dalam gedung Mahkamah bisa memenangkan Prabowo.

“Agar Ketua MK Hamdan Zoelva bisa memberikan keputusan seadil-adilnya,” kata Akbar di atas mobil bak terbuka dengan pengeras suara di depan halaman gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat, 8 Agustus 2014. “Yakni keputusan memenangkan Prabowo-Hatta,” ucap Akbar seperti yang dilansir dari Tempo.co.

Ketua Gerakan Muslim Indonesia Raya, sayap Partai Gerakan Indonesia Raya, Muntasil, mengatakan Prabowo-Hatta dizalimi oleh Komisi Pemilihan Umum. KPU, kata dia, tak peduli terhadap tuntutan untuk mengadakan pemilihan ulang. “Doa orang terzalimi akan terkabul,” katanya. (Baca juga: Kubu Prabowo-Hatta Minta Pilpres Ulang di 33 Provinsi)

Para orator juga terus-menerus menyindir salah satu stasiun televisi swasta. Musababnya, stasiun itu kerap mendiskreditkan Prabowo. “Metro TV jangan membodohi rakyat,” kata Fikri dari Aliansi Penyelamat Pemilu. Fikri juga menyindir kinerja Ketua KPU Husni Kamil Manik yang dinilai tak tegas dalam memimpin sidang pleno KPU. “Ketua KPU, kok, cengengesan.”

Akbar Husein dalam aksi itu mengancam akan menculik Husni Kamil Manik. “Setuju. Ayo kita culik,” kata massa aksi serentak. Senin depan, mereka juga berkoar bakal mendatangkan 5.000 pendukung. Selain para relawan Prabowo-Hatta, aksi ini juga diikuti oleh partai koalisi. Tampak berkibar bendera Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan. Namun bendera Partai Golkar tak satu pun berkibar di depan gedung MK.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik menanggapi enteng ancaman penculikan terhadap dia yang diteriakkan para pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di depan gedung Mahkamah Konstitusi. “Untuk apa saya diculik?” kata Kamil melalui pesan pendek, Jumat, 8 Agustus 2014. Kamil meminta para pendukung Prabowo-Hatta untuk cermat mengikuti persidangan di MK. Dia juga meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Menurut Kamil, jika ada, fakta dan alat bukti yang dapat mengungkap kecurangan sebaiknya disampaikan dalam persidangan. “Sehingga hakim konstitusi mendengar langsung. Para pihak juga dapat mengikutinya secara bersama,” ujarnya.

Ancam Bakar Istana Negara

Massa pendukung Prabowo-Hatta melakukan orasi provokatif dengan mengancam akan membakar Istana Merdeka, tempat Presiden RI berkantor. “Mari kita serempak bersama, kalau kita bersama jangankan membakar MK, kita juga mampu membakar Istana Negara, jadi tidak ada yang tidak mungkin kita dapat membakar KPU kalau kita bersatu,” kata salah satu orator di depan Gedung MK, Jumat sore, seperti yang diberitakan metrotvnews.com.

Dia mengucapkan tidak ada yang tidak mungkin dilakukan massa Prabowo-Hatta jika bersatu bersama-sama mengawal kemenangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini, karena dia mengklaim pasangan nomor urut 1 itu didukung sekitar 80 juta penduduk di seluruh Indonesia. “Kurang lebih 80 juta pendukung Prabowo-Hatta jelas lebih besar dibandingkan jumlah tentara dan polisi kita. Berapa sih tentara dan polisi kita? Tidak sebanding saudara-saudara sekalian,” ujarnya melanjutkan ucapan provokatifnya.

Mendengar ucapan tersebut, tak lama kemudian para koordinator lapangan massa Prabowo-Hatta dengan cepat meminta orator tersebut dihentikan. Silih berganti massa Prabowo-Hatta melakukan orasi dari atas mobil bak terbuka yang terparkir di depan Gedung MK.

Massa Akui Dibayar Rp 100.000 dan Nasi Kotak

Massa yang mengaku berasal dari Koalisi Relawan Merah Putih berunjuk rasa di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (8/8), saat digelar sidang lanjutan gugatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Salah satu pendemo mengaku dibayar Rp 100.000 dan nasi kotak, seperti yang diberitakan beritasatu.com.
.
Berdasarkan pantauan Suara Pembaharuan di lapangan, para pendemo membawa berbagai bendera parpol yang kini berhimpun dalam Koalisi Merah Putih, termasuk bendera Partai Demokrat. Saat ditanya SP, salah satu relawan yang memegang dan membawa bendera Partai Demokrat mengaku bukan kader atau simpatisan dari Partai Demokrat. “Saya cuma disuruh bawa aja Mas sama korlap (koordinator lapangan, Red) biar ramai,” ujar Angga (32), warga Rawamangun, Jakarta Timur.

Angga mengatakan ia datang bersama kawan-kawannya yang berprofesi sebagai tukang ojek di Rawamangun. “Mendingan ke sini Mas, cuma berdiri-berdiri sampai agak siangan dapat uang Rp 100.000, dapat juga nasi kotak,” ujarnya. Dia mengaku seusai Lebaran jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojeknya jauh berkurang. “Daripada bengong dan menganggur di pangkalan, mending ke MK aja,” katanya. Pada hari Rabu, 6/8/2014, pendemo juga mengakui dibayar Rp 50.000 untuk melakukan aksi demo. (Baca: Massa Pendukung Prabowo di Gedung MK Mengaku Dibayar Rp 50.000)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: