//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Survey SMRC: Prabowo Gugat ke MK Tak Didukung Pendukungnya

Foto Prabowo Curhat Dapat Nol Suara di Sidang MK

Survei terbaru yang dirilis oleh SMRC menyatakan sikap Prabowo menggugat ke MK karena menganggap pilpres totaliter dan penuh kecurangan, tidak didukung oleh mayoritas masyarakat, bahkan pendukungnya sendiri. Prabowo terasing oleh pemilihnya sendiri. Hal itu dikatakan oleh peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan yang dirilis di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Minggu (10/8/2014) siang, seperti yang diberitakan Kompas.

“Menurut survei ini apa yang dilakukan KPU sudah memberikan kepuasaan bagi masyarakat,” kata Dr. Djayadi Hanan. Berdasarkan survei ini kalau ada elit menolak hasil KPU, itu bukan pendpat umum,” tegasnya. Pihaknya menyoroti klaim kecurangan yang disebut Prabowo atas Pilpres 2014 justru tidak diamini oleh pemilih menurut survei SMRC.

“Penilaian pilpres berjalan secara bebas dan adil bukan hanya diungkapkan pemilih Jokowi tapi juga pemilih Prabowo. Sikap Prabowo bahwa Indonesia totaliter dan penuh kecurangan tak cerminkan aspirasi pemilih sendiri,” paparnya. “Jadi elit seperti Prabowo berbeda atau terasing dari pemilihnya sendiri,” lanjut Djayad

Survei itu juga menyatakan sebagian besar masyarakat, termasuk pemilih Prabowo-Hatta dalam Pemilu Presiden 9 Juli lalu, menganggap pelaksanaan pilpres telah berlangsung dengan bebas dan jujur. Hasil survei menunjukkan, 48,2 persen responden menilai pilpres berlangsung sangat bebas dan jujur. Sebanyak 29,7 persen responden menilai pilpres berlangsung bebas dan jujur dengan sedikit permasalahan.

Sementara itu, sebanyak 10,9 persen responden menilai pilpres berjalan bebas dan jujur dengan banyak permasalahan. Hanya 2,3 persen yang menganggap pilpres tidak bebas dan tidak jujur. Sisanya, 8,9 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. “Hasil tidak jauh berbeda terjadi pada pendukung Prabowo-Hatta dan partai-partai pendukungnya. Kebanyakan dari mereka juga menganggap pilpres berjalan baik,” kata peneliti SMRC, Djayadi Hanan.

Dari survei terhadap pendukung Prabowo-Hatta, sebanyak 47 persen juga menganggap bahwa pilpres berlangsung sangat bebas dan jujur. Sebanyak 27 persen responden menilai pilpres berlangsung bebas dan jujur dengan sedikit permasalahan. Sementara itu, sebanyak 14 persen responden menilai pilpres berjalan bebas dan jujur dengan banyak permasalahan. Hanya 4 persen yang menganggap pilpres tidak bebas dan tidak jujur. Adapun 7 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

“Sikap Prabowo menggugat ke MK karena menganggap pilpres totaliter dan penuh kecurangan, tidak didukung oleh mayoritas masyarakat, bahkan pendukungnya sendiri. Prabowo terasing oleh pemilihnya sendiri,” ujar Djayadi. Survei ini dilakukan pada 21-26 Juli 2014 dengan 1.220 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Margin of error lebih kurang 2,9 persen. Survei dibiayai oleh SMRC bekerja sama dengan Lingkaran Survei Indonesia.

Survei LSI: Prabowo Mulai Ditinggalkan Pendukungnya

Sebelumnya, pada hari Kamis, 7/8/2014, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin menurun jika dibandingkan dengan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla setelah pilpres dilaksanakan. Survei LSI dilakukan pada 4-6 Agustus 2014. Metode yang digunakan adalah quickpoll dengan 1.200 responden dari seluruh Indonesia dan menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

Peneliti LSI, Ade Mulyana mengatakan, ada dua alasan utama yang membuat elektabilitas pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin menurun. Pertama, karena pemilih pasangan Prabowo-Hatta adalah pemilih yang ragu-ragu dan lebih mudah mengubah pilihannya. “Pemilih mereka umumnya berada di perkotaan dengan tingkat pendidikan yang baik. Mereka percaya dengan hasil KPU dan menghormati hasil pilihan rakyat pada 9 Juli 2014 lalu,” ucap Ade saat memaparkan hasil survei LSI bertajuk “Head to head Dukungan Capres Pasca-Penetapan Resmi KPU”, di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Alasan yang kedua turunnya dukungan terhadap pasangan Prabowo-Hatta diakibatkan persepsi negatif publik terhadap reaksi dan sikap pasangan Prabowo-Hatta yang dinilai kurang legowo dan tidak simpatik dalam merespon hasil resmi KPU. Padahal sebelumnya, pasangan Prabowo-Hatta berkali-kali menyatakan akan menerima hasil rekapitulasi suara nasional yang telah ditetapkan KPU. “Sikap mendelegitimasi KPU dan putusannya direspon negatif oleh publik,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dukungan untuk Prabowo-Hatta saat ini hanya sekitar 30,39 persen, sementara dukungan untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 57,06 persen. Ade yakin, perolehan suara itu tak akan berbeda jauh jika pemungutan suara ulang (PSU) dilakukan pada saat ini. “Justru dukungan terhadap Jokowi yang makin menguat meski ada responden yang tidak menjawab sebesar 12,55 persen,” kata Ade.

Ade menuturkan, penurunan dan peningkatan dukungan itu terjadi dibandingkan dengan perolehan suara resmi yang telah ditetapkan KPU. Dalam keputusan KPU, Prabowo-Hatta mendapat suara sebesar 46,85 persen, sementara Jokowi-JK mendapat 53,15 persen. Dia mengatakan disisi lain Jokowi-JK dinilai terlihat lebih santun dan elegan dalam merespon hasil resmi KPU maupun dalam merespon berbagai tudingan dan gugatan terhadapnya.

“Hal itu terlihat dari pernyataan Jokowi yang menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo adalah seorang negarawan, serta selebrasi kemenangan yang biasa-biasa saja,” ujarnya. Sementara itu, LSI juga merilis bahwa 78,11% masyarakat menginginkan sengketa pemilu di MK cepat berakhir dan pihak yang kalah mengakui pihak yang menang. “Mayoritas publik menginginkan sengketa pemilu cepat berakhir,” katanya.

Adapun masyarakat yang menginginkan sengketa pemilu tetap dilanjutkan dan menempuh ranah hukum di MK, hanya sebesar 14,59%. Namun, yang tidak ingin menjawab ada sebesar 7,30%. “Pihak yang tidak puas bisa menempuh upaya hukum lain,” tuturnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: