//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Diduga Korupsi dan Poligami, Gubernur Sumut Didemo

Foto Mirip Gubernur Sumut Mesra dengan Wanita Cantik

Tribun Medan

Ratusan orang melakukan demonstrasi, meminta Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal, dugaan korupsi dan poligami. Aksi unjuk rasa ini dilakukan di depan DPRD Sumut, Senin (13/8/2014).Mahasiswa yang mengatasnamakan Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus menilai kepemimpinan Gatot di Sumut hanya sebatas seremonial. Selain itu ada sejumlah temuan instansi terkait yang mereka nilai sebagai indikasi terjadinya dugaan tindak pidana korupsidi Pemprov Sumut.

“Karena itu kami menyatakan sikap tegas, memberikan rapor merah kepada Gatot Pujonugroho. Kami meminta Garot Pujonugroho untuk mundur dari jabatannya,” kata Anggia Ramadhan dari Badko HMI Sumut, seperti yang diberitakan merdeka.com. Mahasiswa juga mendesak agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan korupsi di Sumut. Para pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi di daerah ini harus segera diperiksa.

Meski intinya menyoroti kegagalan pemerintahan Gatot dan dugaan korupsi yang terjadi, mahasiswa juga membeberkan indikasi orang nomor satu di Sumut itu beristri lebih dari satu. Mereka bahkan membawa sejumlah foto mirip Gatot berduaan dengan seorang perempuan yang tidak mirip dengan Sutiyas Handayani, yang dikenal sebagai istri politikus PKS itu.

Terdapat tiga pose foto yang dibawa mahasiswa pengunjuk rasa. Salah satunya, sang pria mengenakan pakaian ihram dan memegang tangan perempuan berhijab itu. Bukan hanya menunjukkan foto repro itu, mereka juga membagikan salinannya kepada pegawai, polisi dan anggota Dewan yang melihat aksi ini. “Foto-foto ini menjadi bukti nyata dari aksi kami sebelumnya yang menduga Gatot mempunyai istri lebih dari satu,” kata Turedo Sitindaon dari GMNI Sumut.

Menurut Turedo, Gatot diduga telah melanggar sumpah jabatannya karena pejabat negara tidak diperbolehkan beristri lebih dari satu. Mereka pun mendesak DPRD Sumut agar meneruskan hak interpelasi dan hak angket untuk memakzulkan Gatot atas kesalahan itu. Aksi puluhan mahasiswa ini diterima anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal. Dia menyatakan mendukung sikap mahasiswa yang menuntut penegakan hukum di daerah ini.

Namun, terkait foto yang dibawa mahasiswa, Syamsul enggan menanggapi. Alasannya, hal itu merupakan urusan pribadi, meskipun dia tidak menampik telah terjadi pelanggaran kode etik jika dugaan mahasiswa terbukti kebenarannya. Setelah aspirasinya diterima, massa kelompok Cipayung Plus ini akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka berjanji akan menyebarkan foto-foto itu kepada seluruh anggota Dewan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: