//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Massa Prabowo Rebutan Nasi Bungkus di Depan Gedung MK

Foto Massa Prabowo Rebutan Makan Siang dari Mobil Logistik

Saat makan siang, massa Prabowo-Hatta rebutan nasi bungkus di depan gedung MK. Ratusan simpatisan yang sebelumnya mengepung Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan dirinya satu-persatu setelah mobil pick up berisi logistik makanan datang.

Mobil pick up kecil berwarna hitam tersebut langsung diserbu ratusan simpatisan Prabowo-Hatta selang beberapa menit kedatangannya. Sehingga membuat sang sopir kewalahan untuk membagikan logistik. Beberapa koordinator lapangan yang sedang berorasi di atas truk pun sempat ditinggalkan beberapa saat oleh ratusan simpatisan Prabowo-Hatta, demi mengejar sebuah nasi kotak yang ada di dalam mobil pick up.

Menurut berita yang dirilis oleh merdeka.com, karena rebutan, aksi saling dorong dan teriak pun terjadi. Massa berlarian menyerbu mobil tersebut dan mengambil kotak makan. Bahkan, satu orang mengambil lebih dari satu bungkus.

“Woi antre…antre, jangan rebutan,” ujar seseorang dari mobil bak itu. Usai mengambil makanan, mereka menyantap sembari jongkok dan duduk di taman depan MK. Mereka mengaku rebutan karena takut tidak kebagian. “Iya kalau tidak cepat nanti kehabisan. Padahal kan udah dijanjiin makan sama uang,” ucap salah satu massa aksi.

Keadaan sempat memanas lantaran ada sebagian ormas yang tidak kebagian nasi kotak. Namun, hal tersebut dapat diredam oleh beberapa koordinator masing-masing ormas yang hadir di lokasi. Ibu-Ibu yang hadir pada saat aksi, juga tidak ingin kalah untuk memperebutkan sejumlah nasi kotak yang kemudian dibagi-bagikan kepada kelompoknya.

Ternyata Massa Prabowo-Hatta Berebut Ayam KFC

Ternyata massa Prabowo-Hatta berebutan ayam Ketucky Fried Chicken (KFC) di mobil bak terbuka tersebut. Mobil konsumsi tersebut berhenti tepat di depan gedung Kementrian Koordinator Bidang Perekonimian RI. Isi bak mobil tersebut berisikan puluhan lebih kotak makan KFC, kacang kulit garuda, puluhan motor air mineral dan snack-snack lainnya.

Ketika si sopir membuka bak mobil tersebut yang tertutup terpal, sontak puluhan orang lebih langsung mengerumuni mobil tersebut. Sampai-sampai mobil bercat hitam ini berguncang lantaran adanya aksi saling dorong-mendorong. “Woy jangan malu-maluin! Yang bukan pengunjuk rasa Prabowo mundur!! Hei jangan berebut!!” teriak salah seorang pendukung partai Gerindra ini.

Namun, teriakannya tak di dengar oleh puluhan orang lebih ini, yang tengah sibuk mengambil makanan. Aksi dorong-dorongan pun terjadi sampai ada seorang wanita yang mengenakan baju partai Gerindra terjatuh. “Aduh, tolooong.. saya kepleset. Pak tolong paak!” teriak wanita tersebut. Wanita yang mencoba untuk bangun kesulitan lantaran desakkan orang banyak. Beberapa orang berbadan besar langsung menolongnya, dan mengusir para massa yang berebut makanan ini. Namun upaya tersebut nihil. Mereka lebih memilih mendapatkan makanan dan langsung kabur begitu saja.

Aksi rebutan makanan ini pun mereda ketika isi bak mobil tersebut kosong melompong tanpa menyisakan makanan sedikitpun. Terpantau, masih ada beberapa massa ketika ingin mengambil makanan mengeluh lantaran tak kebagian makanan.

Mereka pun kesal kepada koordinator aksi karena tidak melakukan antisipasi saat pembagian makanan. “Gimana sih koordinator. Bodoh banget. Masih ada yang belum kebagian masa udah habis aja. Tambah lagi konsumsinya dong. Kami dari pagi udah teriak-teriak masa gak ada konsumsi buat kita,” teriak salah seorang pengunjuk rasa. Kekesalan mereka pun mereda ketika mobil konsumsi tersebut meninggalkan lokasi.

Walaupun Diguyur Hujan, Massa Prabowo Tetap Semangat Demo

Meski cuaca di sekitaran Gedung MK sedang hujan diguyur hujan, berdasarkan pantauan merdeka.com, Senin (11/8), sekitar ratusan masa Prabowo Subianto – Hatta Rajasa masih memadati Gedung Mahkamah Konstitusi ( MK ), Jakarta Pusat. Mereka tetap semangat memberikan dukungan dalam sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Massa secara bergantian terus melakukan orasi. Meskipun sebagian memilih berteduh.

Ratusan massa ini memang tidak diperbolehkan masuk ke area gedung MK lantaran tidak mempunyai akses masuk. Banyaknya massa hingga memadati trotoar di depan Gedung Kementerian Koordinator Kesejahteraan Sosial, yang berada tepat di sebelah kanan gedung MK . Rian, seorang pendemo, mengaku lebih memilih meneduh dibandingkan ikut demo.

“Iya nih, hujan soalnya. Mendingan neduh gak bawa baju ganti,” ujar Rian. Sedangkan para pendemo lainnya, seperti dari Laskar Merah Putih, Grib, FKPPI, Forkabi dll, masih terus melakukan aksi. Bendera-bendera yang tergabung dalam koalisi Merah Putih pun banyak dikibarkan.

Besar Dana Operasional Untuk Aksi Massa Pro-Prabowo

Seorang koordinator lapangan para pengunjuk rasa pendukung Prabowo Soebianto-Hatta Rajasa mengaku mendapat dana operasional dari kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 tersebut. Dana itu diberikan saat mereka melakukan aksi dukungan di area gedung Mahkamah Konstitusi, yang menyidangkan gugatan Prabowo-Hatta, seperti yang diberitakan tempo.co.

Sejak sidang perdana, pengunjuk rasa memang terus memadati depan gedung MK. Mereka datang menggunakan pelbagai jenis kendaraan, seperti Metro Mini, bus, mikrolet, dan sepeda motor. Sebagian besar mengenakan kaus seragam relawan. Koordinator lapangan aksi mendata nama dan kelompok para peserta unjuk rasa pada lembaran kertas berwarna putih. Lalu, mereka menekennya di kolom nama. “Pencatatan ini untuk memudahkan klaim biaya operasional yang akan diajukan ke tim sukses Prabowo-Hatta,” kata seorang pemimpin massa. (Baca: Massa Pendukung Prabowo di Gedung MK Mengaku Dibayar Rp 50.000)

Rombongan dalam mikrolet memperoleh uang operasional sebesar Rp 250 ribu-Rp 300 ribu. Kelompok yang menggunakan minibus mendapat Rp 500 ribu-Rp 700 ribu. Sedangkan pengendara sepeda motor diberi jatah setara dengan 4 liter bensin atau Rp 26 ribu. Para pengunjuk rasa juga mendapat pasokan makan siang berupa nasi yang dikemas dalam kotak kardus. Tagihan uang operasional sesuai dengan data itu disodorkan kepada komandan relawan tim kampanye Prabowo-Hatta, Kivlan Zein.

Kivlan menyatakan membawa soal itu dalam rapat evaluasi di Rumah Polonia, pos komando Prabowo-Hatta, di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. “(Dana opersional itu) bentuk tanggung jawab terhadap massa, tapi tak ada uang saku,” ujar Kivlan. Dia merahasiakan jumlah uang operasional yang digelontorkan untuk kepentingan para pengunjuk rasa. “Mereka datang secara sukarela,” tutur Kivlan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: