//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Muhammad Taufik: Yang Mau Ditangkap Bukan Ketua KPU Tapi Replika

Foto Muhammad Taufik Saat Lapor Balik KPU ke Polisi

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menjelaskan bahwa dia tidak mengatakan akan menangkap Ketua KPU Husni Kamil Manik, tetapi repliklanya. Sebelumnya, Taufik menjelaskan dia tidak mengatakan akan ‘menculik’, tetapi ‘menangkap’ Husni.

Kini keterangan Taufik berbeda lagi, yang ditangkap bukan Husni sungguhan tetapi replikanya saja. “Saya orasi di depan kantor MK. Saya juga bilang kita akan membuat replika Husni untuk diserahkan ke polisi untuk menangkap yang aslinya, tak ada kata-kata culik,” jelas dia kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (12/8), seperti yang diberitakan merdeka.com.

Dia pun mengeluh mengapa ketua KPU terkesan berlebihan dalam melaporkan orasinya tersebut. “Saya juga enggak ngerti statamet saya hanya Husni, tapi yang melaporkan 7 komisioner, tapi saya hanya melaporkan Husni,” ungkapnya. Taufik melaporkan balik ketua KPU Husni Kamil Manik dengan Pasal 317 jo pasal 220 jo 310 jo 311 dan pasal 52 KUHP dengan nomor laporan No laporan TBL/746/VIII/2014/Bareskrim. (Baca: Ketua DPD Gerindra Jakarta Ternyata Sosok Penuh Masalah)

Kuasa Hukum Prabowo-Hatta, Eggi Sudjana, menambahkan bahwa maksud dari orasi Taufik lantaran KPU dianggap telah melakukan pelanggaran hukum, yaitu merusak barang bukti (pembukaan kotak suara). Oleh karena itu, dia meminta polisi untuk segera melakukan penegakkan hukum. “Mendengar kabar adanya penculikan, saya juga langsung menghubungi Taufik dan dia membantah hal tersebut,” kata Eggi.

Tentu saja banyak masyarakat bingung dengan pernyataan Taufik sebelumnya yang menyatakan tidak main-main dalam pernyataannya akan menculik ketua KPU dan tidak takut dikenakan pasal ancaman seseorang. Lihat Video di bawah ini.

Sebelumnya memang Taufik berorasi bersama ratusan orang dari berbagai sayap Partai Gerindra di depan gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat, 8 Agustus 2014. “Tak ada garansi Husni jujur menyelenggarakan pemilu,” kata Taufik. Menurut mantan Ketua KPU DKI Jakarta yang pernah dicopot dalam kasus korupsi ini, KPU tergesa-gesa melakukan sidang pleno rekapitulasi nasional pada 22 Juli. Padahal, kata dia, undang-undang membolehkan rekapitulasi sebulan seusai pemungutan. “Mari kita gantung KPU,” katanya di tengah lautan massa.

Diskusi

2 respons untuk ‘Muhammad Taufik: Yang Mau Ditangkap Bukan Ketua KPU Tapi Replika

  1. WKWKWK REPLIKA replika Taufik …. ketakutan dia ,, makanya jangan sesumbar, jangan bacod gede,,,, giliran ketakutan di bui malah bikin alasan yg makin ga masuk akal….. pakai alasan replika buat goblokie anak teee kaa saja Taufik …..

    Posted by Leon Artan Sucipto | Agustus 13, 2014, 3:57 am
  2. banci itu udah omong kgk ngaku

    Posted by andi | September 12, 2014, 4:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: