//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Diperintah Atasan, Saksi Prabowo di Papua Tolak Hasil Rekap

Pengacara Prabowo Cecar Saksi KPU Anggota KPUD Terjerat Pidana

Dua ketua KPU tingkat kota di Papua mengatakan dua saksi Prabowo-Hatta menolak menandatangani hasil rekap karena diperintah atasan. “Dalam rekap kabupaten tidak ada masalah, cuma mereka (saksi Prabowo-Hatta) nggak mau tandatangan,” ucap anggota KPU Kabupaten Kerong, Imawan, saat memberi kesaksian di gedung MK Jl medan merdeka barat, Jakarta, Rabu (13/8/2014), seperti yang dirilis oleh Detik.com.

Menurutnya, tidak ada alasan jelas mengapa saksi Prabowo-Hatta menolak tanda tangan, padahal formulir keberatan dalam DB2 juga tidak diisi alias tidak ada keberatan. “Saat tanda tangan mereka bilang mas kalau tidak tanda tangan tidak apa ya, karena dari atasan bilang nggak mau tandatangan,” ujarnya

“Saya cuma bilang kenapa, jawabannya suka-suka saja,” imbuh saksi KPU itu. “Yang tidak tanda tangan (saksi) dua-duanya?,” tanya hakim Ahmad Fadlil Sumadi. “Hanya saksi nomor satu,” jawab saksi. Hal yang sama terjadi saat rekapitulasi suara di Kota Jayapura. Ketua KPU Kota Jayapura Yermias Numberi, mengatakan saksi Prabowo-Hatta menolak tanda tangan tanpa alasan jelas.

“Saksi nomor 1 tidak tanda tangan berita acara, saya ketemu dia bilang atas perintah atasan,” ucap Yermias. Soal perolahan suara di tingkat Kota Jayapura, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 69.220 suara sementara Jokowi-JK 96.780 suara.

Pihaknya sempat mengklarifikasi beberapa masalah di tingkat bawah yang dijadikan dalil pemohon ke MK. Seperti kejadian di TPS 16 yang anggap saksi tak diizinkan masuk. “Saksi datangnya pukul 11.00 WIT kemudian pulang karena sudah selesai, bukan tidak diizinkan,” ucap Yermias.

Saksi Ahli Sebut Sistem Noken Sebagai Kearifan Lokal

Saksi Ahli Hasyim Sangaji yang dihadirkan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 menjelaskan mengenai sistem noken di Provinsi Papua. “Khususnya di daerah pedalaman Papua dengan menggunakan sistem noken adalah kearifan lokal,” kata Hasyim saat sidang gugatan di MK, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).

Dia menjelaskan, sejak pemilu tahun 1971 sampai pemilu tahun 2014 sistem noken tidak pernah dipersoalkan, baik di Kabupaten atau Provinsi Papua. Hasyim menjelaskan, bila sistem noken ditolak oleh penyelenggara pemilu, pasti masyarakat adat tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. “Dan akan memunculkan gesekan dan masalah baru di lapangan,” kata dia.

Sangaji menuturkan penggunaan noken baru dipersoakan pada Pemilu 2009. Alasannya, noken tidak memenuhi asas langsung dan rahasia. Kemudian, hal itu pun dibawa ke MK. “Saat itu MK dalam Putusan MK Nomor 47 Tahun 9 Juni 2009 dalam pertimbangan MK tidak membatalkan sistem noken, tidak menolak pelaksanaan noken di daerah pedalaman Papua,” ujar Sangaji. (Baca: Sistem Noken dalam Pemilu di Pegunungan Papua)

Noken sendiri, lanjut Sangaji, merupakan rajutan dari anyaman kulit anggrek atau pintalan benang oleh masyarakat Papua. Selain sebagai tempat kantong suara, noken juga biasanya digunakan untuk membawa hasil perkebunan, tempat bawa anak balita, dan bila diberikan bisa dijadikan tali asih lambang persaudaraan. Sangaji mengungkapkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu tak mau menafikan budaya lokal Papua yang memilih menggunakan noken. Bila penggunaan noken dilarang, bisa saja partisipasi menurun.

“Bila penggunaan noken ditolak penyelenggara pemilu, di tingkat PPS, maka sebagaian masyarakat di pegunungan bisa tidak gunakan hak pilihnya,” imbuhnya. Pada sidang kelima gugatan pemilu presiden ini menghadirkan sejumlah saksi termasuk Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi dan KPU Papua Barat Filep Wamafma. “Noken sebagai pengganti kotak suara tak seragam. Digunakan atas kesepakatan bersama dan dipimpin kepala suku, daerah satu dengan lainnya berbeda,” tukasnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: