//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

Ahok: Jam Belajar Sekolah di Jakarta Senin-Jumat

Foto Ahok Pimpin Upacara Pramuka di Monas

Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) memutuskan, jam belajar efektif sekolah adalah Senin-Jumat atau selama lima hari, seusai mengadakan rapat bersama jajaran Dinas Pendidikan DKI dan perwakilan sekolah. “Sudah diputuskan dari manfaat, mudarat, dan pendapat orang, siswa tetap masuk sekolah dari hari Senin sampai Jumat saja,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut seusai pertemuan yang dilakukan di Balaikota Jakarta, Kamis (14/8/2014), seperti yang dirilis oleh detik.com.

Namun, risikonya, jam belajar siswa akan bertambah hingga sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB. Risiko lainnya berdampak pada sekolah yang memiliki dua shift belajar, pagi dan petang. Pihak sekolah yang mengurusi sekolah dua shift bakal kelabakan karena satu gedung digunakan untuk dua sekolah dengan jarak waktu yang berdekatan. Sebab, menurut Basuki, pihak yayasan tidak mampu menyediakan ruang baru.

“Makanya kita mau minta tanah mereka untuk kami beli dan tambah gedung-gedung sekolah menjadi lebih tinggi, seperti sekolah swasta,” kata Basuki. Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, rencana itu bakal terlaksana pada September mendatang. Basuki mengatakan, ada ratusan sekolah yang waktu belajarnya dibagi menjadi beberapashift. “Kalau bangunannya sudah cukup, enggak ada lagi sekolah sore,” kata Basuki.

Ahok: Terlalu Banyak Belajar, Anak Jadi Tak Kreatif

Sebelumnya Ahok mengatakan bahwa anak-anak sekolah tidak seharusnya terlalu dibebani dengan banyaknya mata pelajaran. Dia menilai, hal tersebut akan membuat anak-anak menjadi tidak kreatif. Hal tersebut disampaikannnya menanggapi kurikukum 2013 yang memberikan porsi jam belajar yang lebih banyak. Selain berpotensi membuat anak-anak menjadi kurang kreatif, Ahok juga menganggap tamban porsi jam belajar bisa membuat anak-anak stres.

“Kurikulum 2013 saya enggak ngerti. Menurut saya, anak-anak itu jangan terlalu banyak belajar yang aneh-anehlah, nanti malah jadi tidak kreatif. Kalau menurut saya yang penting orang diajarinlah budi pekerti atau apa. Masa anak-anak masih kecil sudah kaya kuli, stres dia. Belum lagi pulang ada tugas lagi, belum lesnya lagi. Ini stresnya luar biasa,” katanya, di Balaikota Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Tak hanya itu, Ahok juga menganggap adanya tambahan porsi jam belajar akan membuat waktu bermain untuk anak-anak menjadi berkurang. Ia menilai, seharusnya para peserta didik memiliki waktu yang seimbang antara bermain dan belajar. “Saya kira anak-anak kampung lebih baik. Bisa main ke taman, lihat burung. Sekarang anak-anak kampung enggak bisa main lagi, karena sekolah terus. Dulu saya masih bisa masuk hutan, jerat burung, mancing ikan, atau nangkap ikan,” ujar pria kelahiran Belitung itu.

Ahok juga berpendapat, sistem pendidikan di Indonesia seharusnya mencontoh pola pendidikan yang diterapkan di beberapa negara maju. Menurut dia, di negara-negara maju, anak sekolah lebih banyak bermain ketimbang belajar. “Saya lebih cenderung setuju anak sekolah itu yang seperti di negara-negara maju kaya di Finlandia. Di sana anak-anak itu lebih banyak bermain, kok,” kata dia di Balaikota Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Ahok lalu menceritakan pengalaman saat beberapa tahun lalu menyekolahkan anaknya di suatu sekolah yang menerapkan sistem pendidikan lokal. Di sekolah tersebut, kata dia, anak-anak yang masih berusia dini sudah ditekankan untuk bisa membaca. Karena anaknya tak bisa menyesuaikan dengan sistem tersebut, Ahok pun memindahkan anaknya ke sekolah yang lain.

“Saya pindahin ke sekolah yang lain, di sana dia cuma diajarinmain. Tapi, sekarang anak saya bisa nulis dengan baik, bisa bikin cerita. Kadang-kadang kita kan terpengaruh kan, pengennya anak kecil langsung bisa ini itu. Tapi, itu masing-masing sih,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: