//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Jimly Sindir Mahendradatta, Pengacara Prabowo Karena tak Bisa Komputer

Foto Mahendradatta, Pengacara Prabowo Saat Sidang Etik DKPP

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menyindir Mahendradata karena tidak bisa menggunakan komputer sehingga mendaftarkan saksi dengan tulisan tangan. Jimly menilai Koordinator Pengacara Tim Kuasa Hukum Prabowo Hatta itu tidak professional karena tuntutan mereka terhadap penyelenggara Pemilu dianggap kontradiktif dengan tindakan mereka sendiri.

Cerita berawal ketika Ketua Tim Advokasi Mahendradatta akan menyerahkan catatan nama-nama saksi yang akan memberi kesaksian dalam sidang kode etik. Hanya saja, dokumen yang diserahkan itu dalam bentuk tulisan tangan. “Anda (Mahendradata) itu bagaimana, meminta penyelenggara pemilu profesional. Sedangkan anda tidak profesional,” tegasnya dalam sidang DKPP di Ruang KH Rosjidi, Direktorat Jendral Kementrian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014), seperti yang diberitakan metrotvnews.com.

Menurut Jimly, Tim Kuasa Hukum Prabowo Hatta tidak menunjukan sikap profesionalitas dalam mengikuti sidang. Hal itu ditunjukan Tim Kuasa Hukum karena dalam mendaftarkan saksi dengan tulisan tangan. “Diterima, tapi itu ciri tidak profesional, menuntut KPU untuk profesional tapi pengacara sendiri tidak profesional,” kata Jimly

“List saksi tidak apa-apa hanya tulisan tangan. Tetapi itu kan ciri bahwa anda tidak profesional sebagai pengacara. Disisi lain anda menuntut penyelenggara pemilu profesional tetapi anda (sebagai pengacaranya) tidak profesional,” ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya heran melihat perilaku Tim Kuasa Hukum Prabowo Hatta menganggap remeh persidangan DKPP.

Pihak Prabowo-Hatta mengaku sudah memiliki sepuluh saksi. Sayangnya, nama para saksi sama sekali belum diketik alias menggunakan tulisan tangan. Jimly langsung menyinggung profesionalitas tim Prabowa-Hatta. Pada kesempatan itu, Mahendra mengatakan, ketidakseriusan yang dinilai Ketua DKPP selaku pemimpin sidang etik penyelenggara Pemilu akibat kelemahannya. Mahendra mencoba membela diri. Ia mengaku staf-nya lah yang menyelesaikan pekerjaan tersebut. “Terus terang saja saya enggak bisa komputer, saya biasanya nyuruh orang,” balas Mahendra.

Seisi ruangan sidang tertawa mendengar jawaban itu. Jimly akhirnya menimpali pernyataan Mahendradatta dengan gurauan. “Ini pengacara abad ke-19 ini, sampai-sampai ada yang tidak bisa komputer. Tapi ya sudah lah jangan diteruskan. Jangan dianggap serius ya, ini bergurau,” kelakar Jimly.

Hakim DKPP Tegur Pengacara Prabowo Karena Persoalkan Posisi Saksi

Majelis Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menegur Tim Hukum Prabowo-Hatta, Mahendradatta di ruang sidang. Penyebabnya saat Mahendradatta meminta majelis hakim agar posisi saksi-saksi yang diajukannya tidak ditempatkan dalam posisi berhadapan dengan KPU. Mahendra khawatir terhadap saksi-saksi yang dia ajukan mengalami nasib yang sama seperti Novela Nawipa, saksi yang dihadirkan dari Papua di MK, yang mendapatkan intimidasi.

“Di MK, saksi kami berhadapan dengan KPU, maka diintimidasi besar-besaran karena rumahnya dirusak,” kata Mahendradatta saat sidang DKPP di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/8), seperti yang diberitakan merdeka.com. Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Hakim DKPP Jimly Asshiddiqie meminta kubu Prabowo-Hatta agar lebih fokus terlebih dahulu pada penyampaian keterangan pengadu. Kemudian baru memasuki proses mendengarkan keterangan saksi.

“Selesaikan itu dulu baru tahap saksi biar cepat selesai,” kata Jimly. Untuk masalah saksi, Jimly mengatakan akan diatur belakangan. “Jadi kita tenang dulu, tempat saksi kita atur lagi, petugas biar diamankan di situ,” imbuhnya.

Lebih jauh, Jimly terlihat memahami adanya ekspresi kekecewaan yang dikeluarkan Mahendra. Namun, Ia meminta kepada hadirin persidangan untuk lebih menyimpan energinya dalam melakukan persidangan hingga selesai nanti. “Saudara masih marah dan diekspresikan, enggak apa-apa juga cuma jaga stamina, nanti dulu,” tutupnya.

Diskusi

2 respons untuk ‘Jimly Sindir Mahendradatta, Pengacara Prabowo Karena tak Bisa Komputer’

  1. udah jelas dkpp mk kpu itu anti prabowo dan pro jokowi, semua juga nanti bu mega yang ketok palu, bu mega itu beranakbuahkan dkpp kpu polri mk peradi. makanya jadinya presiden terpilihnya juga orang bodoh yang mudah sekali disuruhsuruh. jokowi udah jelas nggak akan bisa apa2 walaupun dia terpilih dan dilantik juga.

    Posted by Pembaca Setia | Agustus 21, 2014, 4:17 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: