//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Hamzah Haz Ingin PPP Bergabung dengan Pemerintahan Jokowi

Foto Puan Maharani dan Hamzah Haz
Mantan Wakil Presiden dan Ketua Umum PPP, Hamzah Haz ingin Partai Persatuan Pembangunan bergabung dengan koalisi Jokowi-JK agar bisa masuk dalam pemerintahan baru dengan meninggalkan koalisi merah putih yang mengusung pasangan Prabowo-Hatta. Pria berusia 74 tahun ini mengingatkan bahwa perjuangan tempo dulu PPP masuk dalam pemerintahan sangat sulit, sehinga dia mempertanyakan jika ada pengurus PPP yang meminta partainya berada di luar pemerintahan.

“PPP itu sudah capek di luar pemerintahan. Mulai masuk pemerintahan kan pas zaman saya di era Habibie, dari situ sampai sekarang masih berjalan. Ngapain lagi mau di luar pemerintahan?” ujar Hamzah di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2014). Menurut Hamzah, pada pilpres Jokowi-JK mendapat dukungan masyarakat di 18 daerah pemilihan. Sementara, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya menang di tiga daerah pemilihan.

“Jadi kenapa PPP? Carilah yang dukungannya lebih besar. Apa yang dikehendaki rakyat, itu yang kita pilih,” kata Hamzah. Lebih lanjut, Hamzah meminta semua pihak bisa legowo jika Mahkamah Konstitusi sudah mengeluarkan putusan. “Kami harus legowo, ikhlas. Apa pun soal MK harus diterima dan mari kita lihat ke depan,” ucapnya.

Seperti diketahui, dalam Pilpres lalu, PPP mendukung pasangan Prabowo-Hatta bersama dengan koalisi merah putih. Namun, pasangan ini dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum. Prabowo-Hatta kini tengah menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. MK baru akan mengeluarkan putusan pada 21 Agustus mendatang.

Demokrat dan PPP Dianggap Paling Berpeluang Gabung ke Jokowi-JK

Parpol pengusung Joko Widodo-Jusuf Kalla membuka diri bagi parpol lain untuk bergabung memperkuat pemerintahan baru. Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai paling berpeluang mengalihkan dukungan ke Jokowi-JK. “Kalau dari gerakan politiknya, Demokrat dan PPP besar kemungkinan akan loncat ke Jokowi-JK,” kata peneliti senior Riset Lingkaran Strategis, Arman Salam saat dihubungi, Sabtu (17/8/2014).

Arman menilai Demokrat akan mencari posisi aman untuk bersama dengan pemerintahan. Alasannya selama 10 tahun Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono menjadi parpol penguasa. “Sangat wajar bila Demokrat butuh rumah baru yang bisa juga mengamankan partainya,” sebut Arman.

Sinyalemen peluang bergabungnya Demokrat dengan koalisi Jokowi-JK sebut Arman terlihat dari komunikasi politik antara Ketua Harian PD Syarief Hasan serta Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani. “Memang membutuhkan dukungan parlemen yang kuat yang implikasinya bisa memuluskan kebijakan pemerintah,” sambung dia.

Kemungkinan merapatnya PPP juga dinilai Arman wajar. Sebab pada awal dukungan terhadap capres Prabowo Subianto, elite PPP terbelah sikapnya. “PPP seperti setengah hati, apalagi ada kisruh di awal saat manuver politik sebelum Pilpres,” ujarnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: