//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Muktamar, Skenario PPP Merapat ke Kubu Jokowi-JK?

Foto Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Umum PPP

Benarkah dengan diadakannya muktamar yang didorong sejumlah elite PP merupakan langkah dan skenario partai berlambang Ka’bah itu merapat ke kubu Jokowi-JK? Memang internal partai bergejolak pasca kekalahan Prabowo sesuai hasil resmi perhitungan suara versi KPU. Bahkan, Hamzah Haz, mantan Ketua PPP terang-terangan menginginkan partai tersebut bergabung dengan pemerintahan Jokowi. (Baca: Hamzah Haz Ingin PPP Bergabung dengan Pemerintahan Jokowi)

Sebanyak 22 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPP mengadakan pertemuan untuk membahas mukernas pada hari ini di Surabaya. Pertemuan tersebut menginginkan partai berlambang Kabah itu segera melakukan mukernas untuk mempercepat persiapan muktamar. “Muktamar tetap dikembalikan pada AD ART, yaitu tahun 2015. Sesuai dengan pasal di Anggaran RT bahwa PPP melaksanakan muktamar selambat-lambatnya setahun setelah pembentukan pemerintahan baru,” kata Sekjen PPP M Romahurmuzy di Nusantara Polo Club (NPC), Cibinong, Minggu (17/8) kemarin, seperti yang dirilis detik.com.

Namun demikian sejumlah sumber mengatakan ada skenario lain yang disiapkan PPP. Yakni akan dilakukan semacam mukernas untuk menunjuk Plt Ketua Umum PPP. Suara yang semakin santer di daerah memang mendesak Ketum Suryadharma Ali yang menjadi tersangka kasus korupsi diganti. Untuk posisi Plt Ketua Umum PPP ini menguat tiga nama yakni Suharso Monoarfa, Lukman Hakim Saifuddin, dan Emron Pangkapi. “Kemungkinan Suharso,” kata sumber detikcom.

Waketum PPP Suharso Monoarfa sempat dipecat sepihak oleh Suryadharma lantaran menentang arah koalisi PPP ke Prabowo-Hatta yang dinilai terburu-buru. Suharso pulalah yang melakukan komunikasi langsung ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjajaki koalisi sebelum Pilpres lalu. Banyak meyakini di bawah kepemimpinan Plt Ketum PPP yang baru nantinya PPP akan loncat ke kubu Jokowi-JK?

Romahurmuziy: Muktamar PPP 20 Oktober 2015

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy menegaskan, pelaksanaan muktamar PPP akan digelar setahun setelah Pemilihan Presiden. Waktunya, paling lambat 20 Oktober 2015. “Satu tahun setelah Pilpres ini tentu setelah semua tahapan tuntas yaitu, pelaksanaan pelantikan presiden,” ujar pria yang akrab disapa Romy itu saat ditemui di Lapangan Nusantara Polo Club, Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (17/8/2014), seperti yang diberitakan Kompas.com.

Ia menuturkan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, PPP melaksanakan muktamar selambat-lambatnya setahun setelah pembentukan pemerintahan baru. “Waktunya akan diputuskan pada Mukernas ke-4. Selambatnya pelaksanaan muktamar, 20 Oktober tahun 2015,” kata Romy. Selain membahas muktamar, mukernas nantinya juga membahas persoalan terkait perkembangan-perkembangan politik terakhir.

Terkait posisi PPP saat ini, Romy menegaskan masih solid berada di Koalisi Merah Putih. “Maka konsekuensi dari putusan MK jika nanti mengalahkan Koalisi Merah Putih, PPP bersama partai yang berada di Koalisi Merah Putih siap menjadi oposisi,” jelas Romy.

Memang Terjadi Tarik-menarik Kepentingan di Tubuh PPP

Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy tidak menyangkal adanya dua arus yang muncul di internal partainya. “Kita menyadari bahwa tarik-menarik kepentingan yang berujung pada posisi PPP di dalam koalisi atau pemerintah itu cukup kuat,” kata politisi yang akrab dipanggil Romy itu, seusai mengikuti upacara hari peringatan kemerdekaan Indonesia bersama koalisi Merah Putih di Cibinong, Kabupaten Bogor, Ahad (17/8), seperti diberitakan Republika Online.

Sebagai salah satu partai pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Romy menyebut ada dukungan agar PPP tetap bertahan dalam koalisi Merah Putih. Ia pun mengatakan, ada para ulama yang mendukung pula partainya berada di luar pemerintahan. Namun, ia menyebut, ada juga yang menginginkan PPP bergabung dalam pemerintahan apabila capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla resmi terpilih. “Seperti yang sudah-sudah, seperti 2009, 2004,” kata dia.

Romy mengatakan, berada di luar pemerintah bukan hal baru bagi PPP. Ia mengatakan, 26 tahun partai berlambang Ka’bah itu pernah berada di luar pemerintah. Sementara, menurut dia, hanya 15 tahun PPP menjadi bagian dari pemerintah. Sehingga, ia menilai berada di luar pemerintahan pun sudah menjadi tradisi yang kuat. Namun, Romy tidak ingin menafikan adanya arus lain yang ingin agar PPP tetap berada dalam pemerintahan.

Karena itu, menurut Romy, PPP akan melakukan sterilisasi tarik menarik kepentingan dalam partai. Ia menekankan, poin terpenting bagi PPP sebenarnya bukan pada masalah di dalam atau di luar pemerintahan. Apalagi, ia mengatakan, dalam sistem presidensial sebenarnya tidak mengenal istilah oposisi. “Yang prinsip, PPP akan menjadi partner penyeimbang menjalankan roda kepemimpinan ke depan, di dalam atau di luar (pemerintahan) itu tidak soal,” kata ketua Komisi IV DPR RI itu.

Romy mengatakan, sejauh ini PPP masih tetap berada dalam koalisi Merah Putih. Partai yang dipimpin Suryadharma Ali ini menjadi salah satu yang menyepakati koalisi permanen Merah Putih. Meskipun adanya pergantian ketua umum memang bisa membuka peluang PPP akan mengambil langkah lain.

“Kita serahkan pada ketua umum berikutnya. Tetapi, sekarang tetap berada di koalisi Merah Putih seperti keputusan institusional pada Rapimnas lalu,” ujar dia. Terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nanti, Romy mengatakan, PPP akan siap dengan konsekuensinya. Termasuk untuk berada di luar pemerintahan sesuai dengan posisi PPP hingga saat ini yang masih menjadi bagian koalisi Merah Putih.

Diskusi

Satu respons untuk “Muktamar, Skenario PPP Merapat ke Kubu Jokowi-JK?

  1. partai ka’bah sangat menyedihkan, beda dengan partai masyumi dulu. pembelajaran politik kem ummat benar-benar tidak ada yang bisa dicontoh…………..ya sudah takdir.

    Posted by fisher zulkararnain | September 18, 2014, 8:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: