//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mengapa Prabowo Tak Jadi Berpidato Usai Putusan MK?

Foto Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT ke-69 RI di Cibinong

Mengapa Prabowo tak jadi berpidato usai putusan MK dan menolak hadir saat Koalisi Merah Putih menggelar konferensi pers menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa pemilihan presiden, Kamis, 21 Agustus 2014 yang menolak semua gugatan kubu Prabowo-Hatta?

Prabowo Subianto tak sendiri saat Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sengketa pemilihan presiden yang diajukan oleh kubunya, Kamis, 21 Agustus 2014. Di griya tawang lantai 26 Hotel Grand Hyatt Jakarta, calon presiden yang diusung oleh Koalisi Merah Putih itu menyimak pembacaan putusan bersama para elite partai penyokong, termasuk Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung.

Dia ditemani Hatta Rajasa-pasangannya dalam pemilihan-dan elite partai penyokong. Ada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali. Para sekretaris jenderal serta pejabat teras partai juga memantau persidangan dari hotel di jantung Ibu Kota itu.

Dua politikus senior, Akbar Tandjung dan Amien Rais, juga ada di sana. Semua politikus itu menyimak pembacaan putusan tersebut lewat televisi. Para politikus itu menemani Prabowo hingga malam, sampai majelis rampung membacakan putusan mereka.

Menurut berita yang dirilis oleh majalah Tempo edisi pekan ini, Peserta pertemuan lainnya menyebut Prabowo sempat marah saat para elite politik pengusung yang ada di sana menyetujui pidato menyikapi putusan Mahkamah.

Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?

Ketika draf pidato itu dibaca Prabowo, ia langsung tak sreg. “Kalian berkhianat? Dapat apa dari Jokowi?” katanya dengan suara tinggi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, seperti ditirukan peserta pertemuan. Hatta kemudian mencoba menyanggah Prabowo. “Mau sampai kapan begini terus?” ujar Hatta. Dia mengatakan putusan Mahkamah bersifat “final dan mengikat”. Bila gugatan mereka ditolak, Jokowi tetap akan dilantik sebagai presiden. Namun, Prabowo tetap tak menerima.

Pak Ical kan pernah di pemerintahan, pasti tahu juga soal ini,” katanya, merujuk ke Aburizal Bakrie, bekas Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Hatta Rajasa kemudian mengusulkan mereka menyiapkan pidato untuk menyikapi putusan Mahkamah. Isinya, antara lain, menerima putusan bila Mahkamah menolak gugatan mereka sekaligus mengukuhkan kemenangan Jokowi-JK.

Prabowo memilih pergi meninggalkan para elite politik pengusungnya lantaran tak terima mereka membuat pidato yang isinya antara lain menerima bila MK menolak gugatan sekaligus mengukuhkan kemenangan Jokowi-JK. Menurut sumber Tempo, sekitar pukul 20.00 Prabowo akhirnya mau menerima isi pidato tersebut. Dia menjadi orang terakhir yang membubuhkan tanda tangan pada pidato itu. Walau demikian, ia enggan muncul di depan pers untuk membacakan pidato.

Karena Prabowo tak mau menampakkan diri, kata sumber Tempo, para pemimpin partai, termasuk Hatta Rajasa, sepakat tak menghadiri pembacaan sikap. Mereka mendelegasikan urusan ke para sekretaris jenderal. Selanjutnya, para sekretaris jenderal menunjuk politikus Golkar, Tantowi Yahya, membacakan sikap Koalisi Merah Putih–koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta.

Dalam konferensi tersebut, Tantowi menyatakan kubunya menerima putusan MK sebagai putusan final. Meski demikian, dia mengatakan bahwa Koalisi Merah Putih bersama para relawan tak akan berhenti memperjuangkan demokrasi. Dia juga mengatakan koalisinya akan tetap berjuang walaupun di luar pemerintahan. (Baca: Sikap Resmi Koalisi Merah Putih: Menerima Hasil Keputusan MK)

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui terjadi ketegangan saat para petinggi partai menonton putusan MK bersama Prabowo. “Ada suasana yang agak keras, tapi saya tak mau mendetailkan,” ujarnya, Jumat, 22 Agustus 2014. Orang dekat Prabowo yang juga politikus Gerindra, Andre Rosiade, menyanggah kabar bahwa suasana sempat memanas lantaran Prabowo murka. “Saya hadir di situ. Tak ada marah-marah. Suasana tenang, bahkan Pak Prabowo ketawa-ketawa,” katanya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: