//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

SBY Tolak Permintaan Jokowi Naikkan Harga BBM

Foto Pertemuan SBY dan Jokowi di Nusa Dua, Bali

SBY menolak permintaan presiden terpilih Jokowi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat mereka menggelar pertemuan di di The Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014). “Terus terang, tadi malam secara khusus saya minta kepada pak SBY menekan defisit APBN dengan menaikkan harga BBM,” ujar Jokowi di Balaikota, Kamis (28/8/2014) pagi.

“Jawabannya, ya beliau menyampaikan bahwa saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat untuk menaikan BBM,” ujar Jokowi. Menko Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan, Presiden SBY tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi karena tidak mau menambah beban masyarakat yang sudah cukup berat. Terlebih harga BBM sudah dinaikkan pada 2013 lalu, ditambah dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun ini.

Jokowi menyayangkan langkah SBY tersebut. Sebab, ia merasa anggaran subsidi energi membebani APBN 2015. Belum lagi anggaran yang disediakan demi membayar utang luar negeri. Jokowi mengatakan subsidi itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi.

Jumlah alokasi subsidi energi dalam RAPBN 2015 mencapai Rp 433,5 triliun. Adapun, jumlah alokasi untuk utang mencapai Rp 154 triliun. “Sangat membebani,” ujar dia. Jokowi memastikan, kenaikan harga BBM baru akan dilakukan saat dirinya menjabat sebagai presiden, usai 20 Oktober 2014 mendatang. Namun, dia tidak bisa menyebut bulan ke berapa harga BBM bakal dinaikan.

“Kan saya sudah sampaikan bolak-balik, bahwa saya siap untuk tidak populer. Tapi kita harus tahu, bahwa kalau kita memotong subsidi, subsidi itu harus dialihkan pada usaha produktif,” tegas Jokowi. Bagi Jokowi, yang terpenting kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi itu disertai pengalihan anggaran untuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah

Jokowi akan Alihkan Anggaran untuk Usaha Produktif

Jokowi menyiapkan beberapa program andalan sebagai upaya pengalihan anggaran subsidi. Hal ini terkait rencana kenaikan harga BBM subsidi di era pemerintahannya nanti. Seperti diketahui, tim transisi Jokowi-JK sedang menyiapkan program-program seperti mempercepat Kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, penataan rumah rakyat. Termasuk program masyarakat pedesaan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang produktif.

“Saya sudah sampaikan, mestinya penyampaiannya pada usaha-usaha produktif dengan program kartu. Kepada usaha-usaha produktif tadi,” kata di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014). Jokowi mengakui ruang fiskal untuk APBN 2015 sangat terbatas karena terlalu banyak anggaran-anggaran yang sudah punya pos-pos tetap yang tak bisa diubah.

Namun yang paling mungkin adalah merevisi anggaran subsidi BBM yang sangat besar. Tahun depan anggaran subsidi BBM mencapai Rp 291 triliun. “Kamu baca sendiri APBN 2015. Posturnya akan kelihatan, berapa untuk bayar subsidi, berapa untuk bayar utang. Kan kelihatan. Juga anggaran yang mengikat, yang tidak bisa diubah. Untuk pendidikan kan 20%, itu tidak bisa diubah. Itu amanat undang-undang,” katanya.

Seperti diketahui salah satu pembahasan utama dalam pertemuan di Nusa Dua Bali antara Presiden SBY dan Jokowi terkait permintaan Jokowi kepada Presiden SBY soal kenaikan harga BBM subsidi. “Jadi tadi malam memang secara khusus saya meminta kepada Presiden SBY untuk menekan defisit APBN dengan menaikkan harga BBM,” kata Jokowi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: