//
Anda membaca...
Bisnis

Pemerintah Tak Jamin Kuota BBM Bersubsidi Cukup Hingga Akhir 2014

Foto Suasana Antrian di Beberapa SPBU di Jogja

Pemerintah tak menjamin kuota 46 juta kiloliter BBM bersubsidi yang ada dalam APBN 2014 mencukupi hingga akhir tahun karena masa jabatan pemerintahan SBY hanya sampai 20 Oktober 2014 walaupun Ketua DPP Demokrat Ichsan Modjo sebelumnya mengatakan pemerintah memiliki dana cadangan resiko fiskal untuk mengatasi jebolnya kuota BBM.

“Sampai 20 Oktober, saya bertanggung jawab. Saya, Menteri Koodinator Perekonomian, sampai 20 Oktober, makanya sampai 20 Oktober saya yang bertanggung jawab. Nanti selanjutnya serahkan ke pemerintah yang akan datang,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung di Jakarta, Jumat (29/8/2014) malam, seperti yang diberitakan kompas.com

Meskipun demikian, Pertamina tidak perlu takut kuota 46 juta kiloliter bakal jebol. Pasalnya, hal tersebut bukan tanggung jawab Pertamina, tetapi tanggung jawab pemerintah. “Kuota itu urusan pemerintah bukan Pertamina. Pertamina tugasnya menyalurkan,” kata CT. Sebelumnya, Pertamina menyatakan, jika kuota BBM bersubsidi habis sebelum tutup tahun, maka Pertamina akan terkena risiko yang besar. Pasalnya, kuota BBM berdasarkan APBN 2014 hanya dipatok 46 juta kiloliter.

“Kalau kuota itu terlampaui, maka risikonya ada di Pertamina. Pertamina tidak akan dibayar jika over kuota, makanya tidak boleh over,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Hanung menjelaskan, membengkaknya konsumsi BBM bersubsidi saat ini murni terjadi karena konsumsi yang besar oleh masyarakat. Sementara itu, kata Hanung, kuota BBM subsidi dalam APBN 2014 sudah dipatok turun dari jumlah 48 juta kiloliter pada tahun sebelumnya.

Pemerintah Masih Punya Dana Cadangan Rp 98 T

PT Pertamina (Persero) memprediksi kuota BBM subsidi jebol hingga 1,5 juta kilo liter (KL) atau sekitar Rp 8 triliun. Untuk menambal jebolnya kuota pemerintah masih memiliki dana cadangan hingga Rp 98 triliun.

Ketua DPP Demokrat Ichsan Modjo mengatakan, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap menambah kuota BBM subsidi apalabila jatah BBM subsidi tidak cukup sampai akhir tahun. Apalagi diperkirakan kuota sebanyak 46 juta KL akan habis pada 27 Desember dan solar lebih cepat habis pada 6 Desember.

“Perkiraan Pertamina seluruh kuota BBM subsidi ini habis 5 Desember 2014. Hitung-hitungnya jika ada tambahan 1,35 juta KL-1,5 juta KL mentok-mentoknya butuh Rp 8-10 triliun,” ungkap Ikhsan saat menghadiri acara Polemik Bola Panas BBM di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/08/2014), seperti dimuat detik.com.

Ia mengatakan, negara masih mampu membayar jumlah kuota tambahan yang nilainya triliunan itu. Apalagi saat ini pemerintah memiliki dana cadangan resiko fiskal yang sudah disiapkan dan masuk ke dalam APBN Perubahan 2014, jumlahnya mencapai Rp 5 triliun. Kemudian ada lagi dana penghematan Kementerian/Lembaga Negara yang jumlahnya mencapai Rp 3 triliun. Belum lagi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang ada di APBN 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 90 triliun.

“Ini uangnya banyak, sebenarnya sudah aman,” imbuhnya. Ia menegaskan, karena itu hingga sekarang Presiden SBY belum mau menaikan harga BBM subsidi. “Jadi ketakutan wacana menaikan BBM ini tidak benar. Dari struktur APBN kita aman, ruang fiskalnya ada,” cetusnya. (Baca: Apa Alasan Jokowi Ngotot Naikkan Harga BBM?)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: