//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mahfud MD Tak Tertarik Jadi Menteri di Kabinet Jokowi-JK

Foto Joko Widodo Bertemu dengan Mahfud MD

Mantan Ketua MK, Mahfud MD mengaku tak tertarik jadi menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Jikapun ditawari, ia mengatakan akan menolaknya. “Nggak..nggak..nggak, pokoknya saya punya fatsun politik,” ujar Mahfud disela-sela acara silahturahmi masyarakat Madura se-Jabodetabek di Ball Room Hotel NAM Center, Jl Angkasa, Kav. B-10 No. 6 Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (31/8/2014).

Mahfud juga mengaku masih berkomunikasi baik dengan Prabowo Subianto pasca putusan MK. Bahkan Mahfud menyebut komunikasinya dengan Prabowo cukup intensif. “Sampai saat ini masih intensif melakukan komunikasi,”tutur mantan ketua MK ini.

Setelah mundur dari posisinya sebagai ketua tim Koalisi Merah Putih, Mahfud saat ini disibukan dengan kegiatan mengajar di sejumlah universitas. Kini dia kembali menjadi civitas akademika seperti saat dulu datang ke Jakarta pada tahun 2000.

“Saya ngajar. Selama saya di Jakarta sejak tahun 2000 jadi menteri itu saya ngajar sampai menjadi ketua MK ngajar di banyak universitas. Nah sekarang setelah pilpres peluang saya untuk ngajar terbuka lagi. Saat menjadi ketua MK saya ngajar di Undip, UGM, UNS, UII Lampung, nah sekarang kembali lagi yang dulu, ada 12 universitas. Jadi kesibukan tidak berkurang,”paparnya.

Apa Alasan Mahfud MD Tak Hadiri Muktamar PKB?

Apa yang menjadi alasan Mahfud MD tidak menghadiri Muktamar PKB yang berlangsung di Empire Palace Surabaya, Minggu, 31/8/2014? Menurutnya Muktamar PKB sudah direncanakan dengan baik sehingga dirinya tak perlu datang ke acara tersebut.

“Nggak nggak (tidak hadir) muktamar PKB, saya pikir ini sudah berjalan dengan baik dan sudah direncanakan dengan pasti. Sehingga saya tidak hadir ke sana,” ujar Mahfud disela-sela acara silahturahmi masyarakat Madura se-Jabodetabek di Ball Room Hotel NAM Center, Jl Angkasa, Kav. B-10 No. 6 Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (31/8/2014).

Mahfud enggan menanggapi soal Cak Imin yang menjadi calon tunggal sebagai ketua umum dalam muktamar PKB. Menurutnya hal itu terserah hasil muktamar. “Terserah muktamar saja. Kalau muktamar memilih calon ketum satu, itukan politik, terserah bagaimana mengaturnya jadi boleh saja. Tidak etis satu tim merah putih jadi ketum,” tuturnya.

Mahfud juga enggan menanggapi soal apakah Cak Imin bisa menyatukan kembali Gusdurian. “Ndak tahu saya programnya Cak Imin. Saya juga tidak tahu prospeknya juga,” tutupnya. Muktamar PKB 2014 ini dihadiri 505 DPC PKB kabupaten/kota, 33 DPW PKB se-Indonesia dan 10 DPC PKB Luar Negeri. Diperkirakan, sebagian besar DPC dan DPW mendukung Muhaimin sebagai ketum PKB periode mendatang. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) juga hadir dalam acara itu dan menerima buku hijau (Green Book) dari PKB.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: