//
Anda membaca...
Bisnis

Mulai 1 September 2014, Tarif Tenaga Listrik (TTL) Naik Lagi

Info Kenaikan Harga atau Tarif Listrik Bulan September 2014

Mulai 1 September 2014, Tarif Tenaga Listrik (TTL) kembali mengalami kenaikan untuk delapan golongan pelanggan. Data Kementerian ESDM, di Jakarta Minggu(31/8/2014) menyebutkan delapan golongan tersebut adalah golongan Industri menengah terbuka (I3) dengan kenaikan 8,6 persen setiap dua bulan dan industri besar I4 kenaikan 13,3 persen setiap dua bulan.

“Ini kenaikan tarif listrik yang sudah dimulai sejak 1 Juli, jadi sesuai jadwal ini sudah masuk dalam tahap kedua yaitu naik lagi per 1 September. Hitung-hitungannya sudah ada tabelnya jadi tinggal mengikuti saja, tidak ada yang berubah. Masyarakat seharusnya tidak perlu kaget karena ini rutin,” ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto kemarin (30/8).

PLN mengimbau agar pelanggan mengikuti saja jadwal dan besaran yang akan diberlakukan. Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 19/2014, kenaikan tarif listrik dilakukan secara bertahap selama tiga kali. “Sesuai dengan yang sudah diumumkan sebelumnya, tahun ini ada enam katogori golongan yang tarif listriknya naik, termasuk untuk rumah tangga,” tegasnya.

Seperti yang dikutip Liputan6.com, kedua golongan tersebut sudah mengalami kenaikan mulai 1 Mei 2014. Kenaikan Tarif Tenaga Listrik yang akan diterapkan 1 September nanti merupakan tahap ke tiga. Sedangkan enam golongan lain naik mulai 1 Juli 2014 secara berkala setiap dua bulan sampai November adalah Industri I3 non terbuka (tbk) dinaikkan secara bertahap 11,57 persen.

Pelanggan rumah tangga R3 dengan 3.500-5500 volt ampere (va), naik bertahap 5,7 persen, Pelanggan pemerintah (P2) dengan daya di atas 200 kva. Kenaikan secara bertahap setiap dua bulan sebesar 5,36 persen. Golongan Rumah Tangga (R1) dengan daya 2.200 VA juga mengalami kenaikan bertahap rata-rata 10,43 persen setiap dua bulan.

Golongan pelanggan penerangan Jalan Umum (P3) mengalami kenaikan bertahap sebesar 10,69 persen. Golongan pelanggan Rumah Tangga (R1) dengan daya 1.300 VA yang kenaikan bertahap 11,36 persen. Kenaikan enam golongan pelanggan tersebut memasuki tahap kedua.

Diretur Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, dengan kenaikan Tarif Tenaga Listrik tersebut, maka subsidi yang dapat dihemat sekitar Rp 17,36 triliun. Pada tahun 2014 subsidi listrik ditetapkan Rp 94,26 triliun, namun dengan kenaikan tarif listrik untuk enam golongan mulai 1 Juli hingga 1 November 2014, subsidi listrik dapat dihemat Rp 8,51 triliun sehingga menjadi hanya Rp 85,75 triliun.

Selain itu kenaikan Tarif Tenaga Listrik secara berkala sampai November, seluruh golongan pelanggan listrik di atas sudah tidak lagi disubsidi. “Penghematan tinggal digabung saja, dua golongan I3 tbk dan I4 penghematannya sebesar Rp 8,85 triliun, sedangkan penghematan enam golongan Rp 8,51 triliun, November 2014 tanpa disubsidi,” tutup Jarman.

Daftar Kenaikan Tarif Listrik per 1 September 2014

Golongan Pelanggan Sebelum Per 1 September
  1. Industri I-3
Rp 964/kwh Rp 1.075/kWh
  1. P2 >200 kVa
Rp 1.081/kWh Rp 1.139/kWh
  1. R-1 daya 2.200 Va
Rp 1.109/kWh Rp 1.224/kWh
  1. R-2 daya 3.500-5.500 Va
Rp 1.210/kWh Rp 1.279/kWh
  1. R-1 daya 1.300 Va
Rp 1.090/kWh Rp 1.214/kWh
  1. P-3    (jalan umum)
Rp 1.104/kWh Rp 1.221/kWh

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: