//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Foto Pernikahan Ala Dewa Siwa Beredar, Warga Hindu Bali Protes

Foto Pelecehan Dewa Siwa dengan Tulisan Mahadewa Kelamin

Beredarnya foto seorang pria mengenakan atribut mirip dewa siwa dalam sebuah acara pernikahan, menuai protes dari beberapa umat Hindu khususnya Bali yang menilai bahwa hal tersebut telah mencoreng dan melecehkan kepercayaan umat Hindu.

Kehadiran serial Mahadewa di Indonesia ternyata memberikan banyak efek kepada para penggemarnya. Tidak hanya membuat para penonton kecanduan untuk mengikuti kisahnya, tapi juga jadi inspirasi untuk para penontonnya. Sayangnya, ada beberapa hal yang kemudian dirasa kebablasan oleh beberapa pihak. Seperti beredarnya foto yang diduga sebuah pesta pernikahan bertema Mahadewa.

Dalam sebuah foto yang beredar di dunia maya, terlihat sepasang pengantin yang berdandan ala Mahadewa. Si ‘pengantin’ laki-laki memakai pakaian ala Dewa Siwa, lengkap dengan trisula dan rambut panjangnya. Foto inilah yang membuat umat Hindu di Bali geram. Menurut mereka, gambar itu sudah mencoreng dan melecehkan umat Hindu. Yang paling dipermasalahkan adalah di senjata Dewa Siwa yang dipegang ada tulisan “Maha Dewa Kelamin.”

“Begini kah cara umat lain melakukan adat pernikahannya. Apakah ini sudah dibenarkan oleh agamanya, kalau dibenarkan wah tentu ini akan jadi kebanggaan umat kita, Hindu karena dewa kita jadi idola agama lain,” ujar Spiritual muda Bali, Jero Paksi ditemui di Denpasar, Kamis (4/9).

Dia mengecam keras jika penggunaan simbol Dewa Siwa tersebut dipakai untuk menghina umat Hindu di Bali. Jika itu terjadi, Jero meminta agar pemerintah bertindak tegas. Atau setidaknya PHDI Indonesia bisa memberikan arahan yang jelas simbol-simbol mana yang patut dan yang tidak patut. “Jangan sampai ini akhirnya jadi SARA. Harus disadari Bali begitu toleran dan tidak hanya Hindu yang tinggal di Bali,” ucapnya.

Sementara itu, I Nyoman Suharta yang merupakan seorang aktivis Hindu Bali menyebut ini sebagai ekspresi yang kebablasan. “Ini menunjukkan, efek Mahadewa sangat berarti bagi umat manusia. Tidak saja bagi umat Hindu, tapi juga bagi non-Hindu,” ungkapnya.

Namun sangat disayangkannya, implementasinya dinilai kebablasan. Sehingga terkesan tokoh dewa dalam umat Hindu terlecehkan. “Kepercayaan dalam Hindu, barang siapa yang melecehkan perwujudan dewa sebagai manifestasi Tuhan, pasti akan kena karmanya. Dia akan mendapatkan hal-hal yang tidak baik,” kata Suharta yang juga sebagai anggota dari Paguyuban Cakra Bayu.

Sejauh ini, belum diketahui identitas pasangan yang ada di dalam foto tersebut. Apakah benar itu adalah sebuah pesta pernikahan, ataukah sebuah acara karnaval 17 Agustus yang memang sedang marak mengusung tema serial India.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: