//
Anda membaca...
Bisnis

Faisal Basri: Premium RON 88 Tak Ada Dijual di Dunia Ini

Foto Operator dan Petugas SPBU Cantik

Ekonom, Faisal Basri mengatakan premium RON 88 tidak diperjualkan di pasar internasional. Ia menilai, dalam mengimpor bahan bakar minyak (BBM), Pertamina sangat tergantung dengan pengusaha minyak Riza Chalid. Padahal menurutnya, Pertamina tidak perlu membeli minyak impor dari Riza Chalid.

“Enggak perlu Muhammad Riza Chalid, tidak perlu. Tapi diciptakakan seakan-akan Muhamad Riza Chalid itu sesuatu banget di negara ini,” ujar Faisal Basri di Jakarta, Minggu (7/9/2014). Faisal menjelaskan, alasan utama Pertamina tergantung pada Riza Chalid karena Pertamina masih membeli BBM RON 88 dari Riza Chalid. Padahal kata dia, RON 88 adalah minyak yang tidak diperjualkan di pasar internasional.

“Karena yang kita impor kan R0N 88, RON 88 itu di hampir semua dunia ini enggak ada, hanya buat Indonesia karena tidak sesuai dengan lingkungan karena sudah UERO 2 dan RON 92, minimum itu janji pemerintah,” kata dia.

Tak hanya di situ, menurut Faisal, Riza Chalid juga mengatur kadar oktan yang ada di RON 88 yang tidak pernah dibuka ke publik datanya. Di sisi Pertamina, Faisal juga menyoroti ketidakterbukaan Pertamina mengenai harga BBM yang dibeli dari Riza Chalid.

“Harganya kita enggak tahu, kan kalau harga minyak kita tahu, kalau yang ini tidak tahu kan. Nah seolah-olah kalau kita memutus Riza Chalid, Indonesia akan kolaps impornya karena ketergantungan RON tadi. Di dunia itu RON 92, RON 88 enggak ada,” kata Faisal.

Bensin Ron 88 Jarang Diproduksi, RI Impor Premix atau Pertamax

Sebanyak 70% kebutuhan BBM di dalam negeri diimpor dari luar negeri, khususnya BBM subsidi. Namun diduga kuat yang diimpor bukan bensin jenis premium (Ron 88), melainkan bensin jenis premix (Ron 90) atau Pertamax (Ron 92).

Menurut Ketua Bidang Infrastruktur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, saat ini di dunia sudah jarang bahkan hampir tidak ada yang memproduksi bensin jenis premium. “Sedikit sekali bahkan hampir tidak ada lagi negara yang memproduksi atau menjual premium (Ron 88),” ujar Ibrahim ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/4/2013), seperti dimuat Detik Finance.

Rantai Distribusi BBM di Indonesia

Berikut adalah penjelasan agak lebih rinci tentang distribusi BBM domestik, seperti dirilis oleh bbmrakyat.com:

1. Distribusi BBM berawal dari pabrik pembuatan BBM yang lazim disebut pengilangan minyak. Sebagai pabrik BBM, pengilangan minyak berfungsi mengolah minyak mentah menjadi beberapa jenis BBM. Proses produksi dari minyak mentah menjadi BBM berlangsung melalui teknik penyulingan. Dari minyak mentah, pengilangan minyak menghasilkan beberapa jenis BBM, termasuk Premium, Pertamax, Pertamax Plus, dan solar Pertamina Dex.

2. Dari pengilangan minyak, BBM didistribusikan ke sejumlah depo untuk melayani beberapa wilayah geografis. Untuk Wilayah Jakarta dan sekitarnya, depo BBM berlokasi di Plumpang, Jakarta Utara. BBM di Depo Plumpang berasal dari pengilangan minyak Balongan, Cirebon, Jawa Barat.

BBM dari Balongan dikirim ke Jakarta melalui dua cara:
a. Dipompakan melalui pipa bawah tanah
b. Diangkut tanker.
Selain Balongan, terdapat beberapa pengilangan minyak lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, antara lain:
– Pangkalan Brandan (Sumatra Utara)
– Dumai (Riau)
– Musi (Sumatra Selatan)
– Cilacap (Jawa Tengah)
– Balikpapan (Kalimantan Timur)
– Kasim (Papua)
– Cepu (Jawa Tengah)

3. Dari depo, BBM didistribusikan ke SPBU sekitarnya dengan menggunakan truk tangki.
BBM impor di Indonesia berasal dari pasar BBM di Singapura. Dari Singapura, BBM impor diangkut dengan tanker baik langsung maupun estafet menuju depo yang tersebar di kota-kota pelabuhan di seluruh Indonesia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: