//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Kisah Mengapa Amerika Serikat Dijuluki Negeri Paman Sam

Poster Paman Sam Karya James Montgomery Flagg

Sebenarnya ada kisah tersendiri mengapa Amerika Serikat dijuluki negeri Paman Sam (Uncle Sam) sejak 7 September 1813. Bukan hanya berdasarkan singkatannya –US — mirip dengan United States. Menurut artkel yang ditulis oleh Elin Yunita Kristanti di liputan6.com, julukan itu terkait Samuel Wilson, penyuplai daging sapi dan babi dari Troy, New York, yang menyediakan protein hewani itu untuk Angkatan Darat Amerika Serikat selama Perang 1812. Demikian dikutip dari situs History.com.

Di tong-tong berisi daging yang ia kirimkan, Wilson memberikan cap ‘US’ — singkatan United States. Namun, para tentara kala itu lebih suka mengartikannya sebagai ‘Uncle Sam’ — Paman Sam. Surat kabar lokal saat itu memuat kisah menarik tersebut. Uncle Sam akhirnya memperoleh penerimaan luas sebagai julukan bagi pemerintah federal AS.

Kalimat seperti “Paman Sam perlu…” sering digunakan oleh para kritikus untuk menciptakan bayangan Amerika Serikat sebagai makhluk hidup yang mempunyai keinginan manusiawi. Pada tahun 1860-an dan 1870-an, kartunis politik Thomas Nast mulai mempopulerkan gambar Paman Sam. Ia menggambarkannya sebagai sosok berjanggut putih dan baju bintang dan garis — motif bendera AS.

Namun, imej Paman Sam yang paling terkenal diciptakan seniman artist James Montgomery Flagg. Dalam versinya, Uncle Sam mengenakan topi tinggi dan jas biru, dan jarinya menunjuk ke depan. Selama Perang Dunia I, potret Paman Sam disertai dengan kalimat, “I Want You For The U.S. Army”digunakan sebagai poster perekrut tentara. Gambar populer itu kali pertama muncul dalam gambar sampul Leslie’s Weekly edisi Juli 1916, dengan judul, What Are You Doing for Preparedness?”.

Poster tersebut lantas tersebar luas, digunakan berkali-kali untuk beragam tujuan dan maksud. Hingga kini. Pada September 1961, Kongres AS mengakui Samuel Wilson sebagai “kakek moyang simbol nasional Amerika — Paman Sam.”

Troy Daily Whig, pada 3 Agustus 1854 memuat berita duka meninggalnya Samuel Wilson. “Paman Sam — kematian Sam Wilson, warga senior Troy yang sepuh, dihormati, dan giat dalam hidupnya akan selalu dikenang oleh mereka yang familiar dengan insiden Perang 1812, sebagai asal-usul julukan populer bagi ‘Amerika Serikat’,” demikian dikutip dari situs Quora.

Samuel Wilson tutup usia di usia 88 tahun pada tahun 1854. Ia dimakamkan di samping istrinya, Betsey Mann di Pemakaman Oakwood di Troy, New York — kota yang menyebut dirinya sebagai “The Home of Uncle Sam.” Rumahnya Paman Sam. Di tanggal yang sama tahun 1888, inkubator digunakan untuk kali pertamanya untuk bayi prematur.

Prestasi mengagumkan juga ditorehkan pilot dan kosmonot asal Afghanistan pada 7 September 1988. Abdul Ahad Mohmand menjadi orang pertama dari negerinya yang pergi ke angkasa luar. Di hari itu ia kembali ke Bumi setelah menjalani misi 9 hari di stasiun luar angkasa Uni Soviet Mir.

Gambaran Paman Sam

Menurut Wikipedia, Paman Sam biasa digambarkan sebagai seorang pria tua yang tinggi dengan topi besar bermotifkan bendera Amerika Serikat (Stars and Stripes: Bintang dan Garis), baju tebal berwarna merah, putih dan biru, serta celana bergaris. Gaya ini diciptakan oleh kartunis Thomas Nast dan kini dikenal umum sebagai gambar sang Paman Sam.

Paman Sam di Amerika sering digambarkan dalam kartun-kartun politik untuk melambangakan Amerika dengan penuh respek oleh para kartunis Amerika. Namun di negara-negara dengan sentimen anti-Amerika, tokoh Paman Sam sering digunakan untuk melambangkan arogansi Amerika.

Pada masa Perang Dunia II, sebuah poster perekrutan tentara yang sangat terkenal diciptakan oleh seniman bernama James Montgomery Flaggpada 1917, dengan gambar Paman Sam menunjuk ke arah pengamat poster disertai tulisan “I WANT YOU!” (“Saya perlu kamu!”). Gambar ini telah ditiru dan diparodikan banyak kali sejak saat itu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: