//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Identitas Pembunuh Berantai, Jack the Ripper Akhirnya Terkuak

Foto Aaron Kosminski dan 5 Tersangka Lainnya

Akhirnya identitas pembunuh berantai yang paling ditakuti di Inggris, Jack the Ripper (JTR), terkuak. Dari hasil tes DNA, ilmuwan menemukan bahwa Jack the Ripper bernama asli Aaron Kosminski, seorang imigran Polandia yang merupakan salah satu pasien rumah sakit jiwa.

Penyelidikan ini dimulai saat pengusaha Russel Edwards membeli selendang di badan lelang khusus barang-barang langka. Belakangan syal itu diketahui milik salah satu korban Jack, Catherine Eddowes. Menurut catatan polisi, pembunuhan Eddowes terjadi 126 tahun silam.

Mengetahui hal itu, Edwards lalu meminta bantuan dokter Jari Louhelainen untuk menyelidiki bekas darah yang terdapat pada syal itu. Menggunakan bantuan teknologi canggih, Louhelainen, yang merupakan ahli genetika terkenal di dunia, mengekstrak DNA Jack dan membandingkannya dengan DNA keturunan keluarga Eddowes.

“Untuk mengambil sampel DNA, saya menggunakan teknik ciptaan saya sendiri untuk menarik materi genetik asli dari syal. Lalu, saya menstabilkan dan mengurutkan DNA-nya. Ketepatan temuan ini mencapai 99,2 persen. Namun, dengan pengujian kedua, saya menemukan kecocokan hingga 100 persen,” kata Louhelainen, seperti dilaporkan Daily Mail, Sabtu, 6 September 2014.

Siapakah Aaron Kosminski?

Aaron Kosminski merupakan satu dari empat tersangka yang paling diduga kuat sebagai Jack the Ripper. Lahir tanggal 11 September 1865, Kosminski adalah seorang imigran Yahudi dari Polandia yang bekerja di Whitechapel, rumah bagi para pengungsi Yahudi, di East End London, Inggris, sebagai seorang tukang cukur rambut pada 1881. Ia pindah bersama istrinya, Golda nee Lubnowska.

Kepala Inspektur Donald Swanson telah mencatat nama Kosminski sejak awal penyelidikan. Dari hasil laporan, Kosminski diketahui menderita skizofrenia. Saat Kosminski berhasil ditangkap, polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menjebloskannya ke bui. Padahal keterangan dari saksi sudah sangat kuat.

Meski tak dipenjara, Kosminski harus menginap di rumah sakit jiwa selama hidupnya. Pada 1891, Kosminski dilaporkan mengalami halusinasi dan gangguan jiwa. Ia masuk ke Rumah Sakit Jiwa Colney selama tiga tahun. Kosminski dipindahkan lagi ke Leavesden Asylum karena sering mengalami halusinasi, paranoid, danself-abuse.

Karena dihantui paranoid yang amat parah, Kosminski tidak mau menerima makanan dari orang lain. Ia lebih memilih makan sampah. Hal itu menyebabkan berat badannya turun drastis hingga 44 kilogram. Pada Februari 1919, ia meninggal saat usianya 53 tahun.

“Saya yakin Kosminski adalah orang yang kami cari,” kata Edward. Jack the Ripper melakukan pembunuhan di jalan-jalan kecil di Kota London sejak 1888. Kasus pembunuhan Jack The Ripper terus menjadi misteri dan tidak pernah terpecahkan sejak saat itu. Temuan Louhelainen akan diterbitkan pekan ini dalam buku berjudul Naming Jack The Ripper.

Cara Jack The Ripper Membunuh Korbannya

Aaron Kosminski diklaim sebagai orang di balik sosok pembunuh legendaris Jack The Ripper pada 1888 di London. Aaron adalah imigran Yahudi asal Polandia yang diduga kuat sebagai pembunuh berantai itu. Polisi menyebut Jack pembunuh profesional karena mampu beraksi di jalan yang gelap dan sempit, serta membunuh korban hanya dengan pisau.

Dikutip dari Casebook.org, pada 1888 hingga 1891, kematian sebelas wanita di sekitar Whitechapel, distrik kecil di London timur, membuat polisi menggelar investigasi dengan sandi “Pembunuh Whitechapel”. Tujuh korban tewas dengan leher terputus dan empat lainnya dimutilasi. Kepala Inspektur Donald Swanson, yang mengepalai penyelidikan, telah mengantongi satu nama, yaitu Kosminski.

Dari kasus “Pembunuh Whitechapel”, polisi menemukan kemiripan pola penyerangan dalam beberapa kasus sebelumnya. Jack akan berhadapan langsung dengan korban dan segera menyergapnya. Jack akan mencekik korban agar tidak bisa napas hingga mati. Beberapa peneliti kasus Jack juga menyebut Jack melakukan anal seks dengan korban setelah membuat mereka pingsan.

Pencekikan hingga mati itu dilakukan agar korban tidak berteriak dan menghindari saksi mata. Setelah korban diletakkan di tanah, Jack akan menggorok leher korban. Hal ini terlihat dari cipratan darah yang mengalir ke samping atau bawah korban. Menurut polisi, teknik pembunuhan ini sangat menguntungkan Jack karena ia tidak akan terkena cipratan darah.

Setelah tewas, korban lantas dimutilasi. Dari kebanyakan kasus, ginjal dari jenazah korban sudah tidak ada. Menurut ahli medis, Jack sangat memahami cara memotong ginjal tanpa merusak organ lainnya. Di kalangan pembunuh, pengambilan organ tubuh adalah “piala” yang patut dibanggakan.

Pembunuhan sadis ini melahirkan beragam spekulasi tentang siapa sesungguhnya si Jack. Sempat ada dugaan bahwa dia adalah orang-orang penting pada zaman itu. Misalnya, cucu Ratu Victoria, Prince Albert Victor, pelukis terkenal Walter Sickert, dan mantan Perdana Menteri Liberal William Gladstone.

Dari sekian banyaknya korban, kematian Catherine Eddowes menjadi kunci penemuan identitas Jack. Syal yang dikenakan Eddowes pada 126 tahun lalu ternyata masih menyimpan DNA Kosminski, yaitu dari sperma yang terciprat pada syal, dan merujuk pada identitas Kosminski.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: