//
Anda membaca...
Kesehatan

Bahaya Tidur dengan Lampu dan TV Menyala Bagi Kesehatan

Ilustrasi Foto Efek Negatif Tidur Dengan TV Menyala

Ternyata kebiasaan tidur dengan lampu dan TV menyala serta mendengarkan musik menimbulkan bahaya atau efek yang merugikan kesehatan. Sebuah studi yang dilakukan dengan mengamati dampak dari paparan cahaya saat tidur malam menyimpulkan bahwa semakin lama dan lebih intens eksposur tubuh terhadap cahaya di malam hari, maka semakin besar pula risiko orang tersebut mengalami gejala depresi.

“Dalam penelitian kami sejauh ini, paparan cahaya di malam hari berkaitan dengan gejala depresi, menurunnya kualitas tidur, kelainan metabolik dan tekanan darah, serta masalah kesehatan seperti depresi dan insomnia,” jelas salah seorang penulis studi, Kenji Obayashi, MD, PhD.

Meskipun begitu, ia mengakui masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menemukan apa faktor penyebab semua kondisi ini bisa saling berkaitan. Namun dosen di Nara Medical University School of Medicine, Jepang ini menduga hal tersebut terjadi karena paparan cahaya berlebihan di malam hari mengganggu ritme sikardian alami tidur, yang berhubungan dengan tidur.

“Fase sikardian bisa jadi tertunda dan akibatnya bisa muncul depresi dan insomnia. Selain itu, paparan cahaya juga dapat mengubah pola sekresi melatonin manusia, yang merupakan hormon terkait dengan kondisi mental dan kualitas tidur,” imbuhnya dalam Journal of Affective Disorders.

Selain itu, studi lain juga menyebutkan bahwa lampu yang menyala sepanjang malam juga berhubungan dengan risiko obesitas dan kelebihan berat badan pada seseorang. Sebuah penelitian yang dilakukan Institute of Cancer Research di London menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar jika tidur dengan lampu terang benderang. Kesimpulan itu ditarik setelah para ilmuwan meneliti 113.000 orang.

“Dalam kelompok besar ini, ada kaitan antara paparan cahaya di malam hari dengan kelebihan berat badan dan obesitas,” kata salah seorang peneliti, Prof Anthony Swerdlow, seperti dikutip dari BBC News, Jumat (12/9/2014).

Hormon Melatonin

Salah satu cara mendapatkan tidur berkualiatas adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal. Hormon Melatonin adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. (Baca: Cara Mengatasi dan Mengobati Insomnia Secara Alami)

Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.

Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap.

Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Matikan Televisi dan Musik

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.

Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.

Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.

Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari tidur, terutama tidur di malam hari. Selain dapat mengistirahatkan fisik dan pikiran setelah seharian melakukan aktivitas yang padat, juga dapat mengembalikan tenaga kita untuk esok paginya. Namun saat tidur di malam hari, sebaiknya Anda mematikan lampu kamar Anda, karena ternyata tidur di malam hari dengan lampu menyala memiliki dampak yang tidak baik untuk tubuh kita.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: