//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Pembunuhan Mahasiswi Undip di Banyumanik Semarang

Foto Mustofa Pelaku Pembunuhan Ina Winarni, FIB Undip

Inilah kronologi pembunuhan Mahasiswi FIB, Fakultas Ilmu Budaya Undip, Ina Winarni (21) dibunuh di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang hari Selasa (9/9/2014) lalu oleh buruh bangunan bernama Mustofa (31 tahun).

Dari hasil keterangan sementara pelaku yang sudah dibekuk sore tadi dan barang bukti yang diamankan, diduga pelaku sudah merencanakan aksinya. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, kronologi pembunuhan berawal ketika pelaku masuk dari atap lantai dua rumah korban bagian belakang sekitar pukul 11.30. Setelah masuk ke rumah, pelaku melihat korban dan berjalan mengendap dari belakang kemudian langsung membekap mulut korban menggunakan celana kain yang berada di dekat korban.

“Masuk dari belakang di lantai dua. Dari belakang korban lagsung membekap dan mengikat tangan korban menggunakan tambang,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/9/2014) malam. Setelah tangan korban terikat dan mulut dibekap, korban dibawa ke lantai satu dan dimasukkan ke bawah kolong tempat tidur di kamar paman korban.

“Saat dimasukkan ke dalam kolong sudah meninggal,” pungkas Djihartono. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menambahkan, pelaku cukup sadis karena tali yang juga membelit leher korban ternyata sangat kuat hingga diduga pembuluh darah di leher pecah sehingga korban mengeluarkan darah.

“Sadis itu, cekikannya keras padahal korban kecil,” tegas Wika. Usai mengeksekusi korban, pelaku langsung kabur menggunakan motor korban dan membawa smartphone milik korban. Motif sementara pelaku sudah merencanakan aksi tersebut untuk menggasak harta di rumah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) lalu sekitar pukul 22.00 saat solat di bawah kolong tempat tidur di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang. Kondisi Ina saat itu tewas dengan tangan diikat dan mulut serta hidung disumpal kain.

Saat ini pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut dan mengamankan beberapa barang bukti tali, kain penyekap, Smartphone Samsung, sepatu boots, celana jeans. Sementara itu hingga saat ini motor korban masih ditelusuri keberadaannya karena diduga sudah dijual.

Pembunuhan Diduga Sudah Direncanakan

Dugaan pembunuah berencana muncul karena ditemukan tali yang sama antara yang digunakan untuk mengikat korban dan yang digunakan untuk bekerja di tempat pelaku bekerja. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, dari barang bukti yang diamankan, dugaan pembunuhan berencana dilakukan oleh pelaku. Terlebih lagi pelaku masuk lewat atap lantai dua bagian belakang.

“Dia membunuh direncanakan, tali ini disiapkan tersangka. Akan kami buktikan unsur-unsur perencanaannya,” kata Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/9/2014). “Ancaman hukumannya seumur hidup itu,” imbuhnya.

Pelaku yang memiliki nama alias Gondrong itu juga berusaha menyembunyikan identitasnya dengan memotong rambut. Ia juga kabur ke Pati, Kudus dan Jepara. “Untuk menghilangkan jejak dia potong rambut karena selama ini dikenal dengan Gondrong,” Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiono.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan tersangka masih terus dimintai keterangan. Diketahui pelaku yang merupakan buruh bangunan itu ditangkap di rumah orang tuanya di Kudus pukul 16.00 WIB tadi di Kudus.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: