//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mengenal Kepribadian dan Karakter Ahok dari Tulisan Tangan

Contoh Tulisan Tangan Ahok yang Dianalisis Grafologi

Bagaimana sebenarnya kepribadian dan karakter Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta dinilai dari tulisan tangannya? Analisis grafologi mendapati konsistensi hal-hal positif di tulisan tangan Basuki dengan tanda tangan yang sudah lebih dulu dianalisis memakai metoda yang sama.

“Dulu saya pernah dapat tulisan Ahok, tetapi lebih pendek dari tulisan yang sekarang,” kata grafolog Deborah Dewi, saat dihubungi, Jumat (12/9/2014) malam, seperti berita yang dirilis Kompas.com. Dari dua tulisan yang dia dapatkan dalam jeda sekitar satu tahun itu, Deborah mengatakan Basuki sudah menjadi orang yang “lebih baik”. “Sekarang dia lebih banyak empati,” sebut Deborah.

Pada dasarnya, kata dia, Basuki adalah orang yang “tertib norma”, lebih peduli pada benar atau salah daripada soal urusan perasaan orang lain. Bahkan, imbuh dia, Basuki merupakan sosok orang yang memilih mengikuti apa yang benar sekalipun hal itu tak enak buat dia sendiri. Dengan dasar “tertib norma” yang masih tetap kental, lanjut Deborah, tulisan tangan Basuki menunjukkan lelaki ini sekarang lebih punya keinginan untuk “melayani orang”.

Plus dan Minus Karakter Ahok

Menurut Deborah, ada plus dan minus dari karakter Basuki yang terbaca dari tulisan tangannya. Basuki, sebut dia, adalah orang berkarakter “high risk, high profit”, tetapi sangat terkendali oleh kesadarannya atas norma. Dari tulisan yang sama, imbuh Deborah, Basuki terlihat punya kelemahan soal pengorganisasian yang terstruktur dan sistematis serta persoalan terkait detail.

Namun, kelemahan Basuki ini sekaligus menjadi keuntungan saat dia sebagai pemimpin dibutuhkan membuat kebijakan taktis yang biasanya tak bisa dilakukan oleh orang yang sistematis dengan kecenderungan kaku. “Kelemahan soal sistematis dan detail ini akan bagus bila menjadi kesadaran bagi Ahok untuk mendapatkan dukungan tim yang punya kemampuan mengontrol detail,” ujar Deborah.

Apalagi, imbuh dia, dua kelemahannya itu pun pada dasarnya bisa menjadi faktor positif bila dilihat pada karakter Basuki yang tak bertele-tele dan bicara hal-hal substantif. Deborah memastikan ada banyak kelebihan karakter Basuki bila ditilik dari tulisan tangannya. Satu hal yang belum bisa dia pastikan lewat metoda analisis tulisan tangan ini, adalah soal skala prioritas. “Sampel ini pakai kertas bergaris. Kalau di kertas polos tetap sama, terbaca dia ada kesulitan soal skala prioritas, banyak ‘tabrakan’.”

Soal kelebihan, Deborah menyebutkan salah satunya adalah rendahnya kebutuhan ego Basuki. “Dia tak butuh pembuktian diri. Dia dikendalikan norma sekalipun rebel. Ketika ada hal yang melanggar norma, dia berani take the risk.” Karakter dasar Basuki yang tertib norma, tegas Deborah, menutupi beberapa kelemahan yang terbaca. “Untuk posisi pemimpin, ini bagus,” ujar dia.

Langkah Ahok dalam Kendali Norma

Sebelumnya, Deborah sudah terlebih dahulu menganalisis tanda tangan Basuki yang dia temukan punya kemiripan dengan tanda tangan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. “Kalau tanda tangan itu menunjukkan public image yang ingin ditampilkan, tulisan tangan menunjukkan dirinya seutuhnya,” ujar dia.

Salah satu analisis yang lebih dahulu ditemui dari tanda tangan Basuki adalah sikapnya yang ramah terhadap publik. Tulisan tangan Basuki menunjukkan keramahan Basuki tak akan membuatnya terjebak pada keinginan “menjilat” orang, karena karakter dasarnya terbaca sebagai orang yang tertib norma. Sebaliknya, Deborah berpendapat dari tulisan tangan Basuki ini terlihat bahwa lelaki tersebut bukan tipikal pemimpin yang suka marah-marah tanpa sebab.

“Dia tak akan peduli bahkan ketika dihina, malah cengengesan. Tapi kalau ada norma dilanggar, baru dia akan marah luar biasa,” kata dia. Dari analisis ini, Deborah mengatakan kemarahan Basuki harus dicermati dari sisi penyebabnya. “Dia akan selalu ramah ke orang sepanjang tak ada pelanggaran norma,” kata dia menganalisis.

Optimisme yang terbaca dari tanda tangan Basuki, Deborah temukan pula dari tulisan tangan yang dia analisis. “Goal-nya tinggi, sinkron dengan tanda tanagn yang memperlihatkan dia orang optimis,” sebut dia. Kalaupun ada orang melihat tindakan Basuki muluk-muluk, menurut Deborah langkah itu sudah dihitung risikonya dan dalam kendali norma. “Dia berani ambil risiko, tetapi semua dikendalikan oleh kepatuhan atas norma.”

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: