//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Gadis 13 Tahun Hamil Diperkosa 7 Pria di Ciputat

Foto 4 Pelaku Perkosaan Gadis 13 Tahun di Ciputat

Inilah kronologi dan kisah tragis bagaimana gadis berusia 13 tahun diperkosa 7 pria di Ciputat, Tangerang Selatan, pada pertengahan Juli 2014 lalu yang kini terbaring masih tak sadarkan diri di rumah sakit di Ciputat. Dia menjadi korban tabrak lari sebuah mobil Xenia. Gadis ini mengalami luka dalam dan sekarang dia hamil dengan janin berusia dua bulan. (Baca: Gadis 13 Tahun Hamil Diperkosa Ini Jadi Korban Tabrak Lari)

Seperti yang dirilis detik.com, menurut Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar yang ditemui di kantornya, Jl Wijaya, Rabu (17/9/2014), peristiwa perkosaan itu terjadi pada Juli lalu. Polisi masih mendalami apakah para pelaku melakukan perencanaan dalam tindakan biadab pemerkosaan tersebut.

“Kalau perencanaan itu sebenarnya waktu itu korban ketika diajak salah satu pelaku di daerah lokasi perumahan di Ciputat,” terang Indra. Korban dibujuk rayu sang pacar untuk mau ke tempat itu. Ternyata di sana, sudah ada beberapa lelaki menunggu. Tempat itu biasa dijadikan nongkrong anak-anak muda.

“Korban minta pulang,” terang Indra. Tapi rupanya, para pelaku berlaku kasar. Korban dibentak dan diancam agar tak pergi dari lokasi. “Lalu korban disetubuhi dan dilanjutkan oleh pelaku lainnya,” jelas Indra. Para pelaku, 7 orang saling bergiliran memperkosa korban. Saat yang lain memperkosa, yang lain memegangi korban.

“7 pelaku ini ada yang melakukan persetubuhan, ada yang pegang bagian vital, tangan, lalu bergantian melakukan,” terang Indra. Polisi sudah menangkap empat pelaku. Diketahui, tersangka D yang melarang korban pulang. “Tersangka W setubuhi pertama. Lokasi itu tempat kumpul pemuda-pemuda, ada 10 orang. Tapi saat itu ada 7 orang,” tutup Indra.

Ini Pengakuan para Tersangka

Salah satu pelaku, AG (20) sempat dipanggil ibunda dan memintanya untuk menikahi anak sulungnya itu. “Ya kan korban pertama awalnya nggak dapet (menstruasi-red) 2 bulan, terus saya diminta pertanggung jawaban sama mamanya korban,” kata AS (20), salah satu pelaku kepada petugas Unit PPA di Polres Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2014).

Ibunda korban meminta pertanggung jawaban terhadap AG, karena dia tahunya bahwa AG memacari anaknya. Namun, saat diminta pertanggungjawaban, AG sempat menolak dengan dalih yang menyetubuhi korban bukan dia seorang. “Terus mamanya korban ingin anak-anak (para pelaku-red) berkumpul di rumahnya buat ngejelasin siapa yang menghamilinya,” imbuhnya.

Lantaran tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, AG pun memilih bersembunyi. Ia mengaku, dirinya sempat memberitahu 6 pelaku lainnya untuk menghadap ke ibunda korban. “Tapi yang lain saya nggak tahu pada di mana. Karena setelah kejadian itu kami nggak pernah ketemu lagi,” cetusnya.

Pemuda yang bekerja sebagai office boy di sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kawasan Pamulang, Tangerang Selatan itu menjelaskan, awalnya dirinya tidak mengenal korban. Ia dikenalkan oleh salah satu pelaku yang masih buron, DI di lokasi kejadian sekitar 18 Juli 2014 malam silam. “Awalnya saya tahu korban dari DI. Waktu itu korban dibawa DI buat ngumpul sama anak-anak di tempat tongkrongan,” lanjutnya.

Pada malam itu juga, kata dia, korban disetubuhi oleh DI. Usai menyetubuhi korban, DI lantas menghubungi AG dan WA untuk datang ke lokasi proyek perumahan yang tidak jauh dari tempat tongkrongan mereka. “Ini ada cewek abis gue pake, lo mau enggak,” katanya menirukan DI dalam percakapan via telepon kepada pelaku lainnya, WA.

WA kemudian memberitahukan kepada AG dan langsung disambut olehnya. Keduanya pun ke lokasi dan langsung menggilir korban. “Pas saya setubuhi korban, WA megangin tangannya,” tuturnya. Empat tersangka sudah dibekuk polisi dan ditahan di Mapolres Jaksel. Sedang tiga tersangka lainnya masih diburu.

Beda halnya dengan WA, tersangka Pipit mengaku menyetubuhi korban karena khilaf. “Saya make korban dua kali. Saya lagi keadaan khilaf waktu itu bu,” ujar Pipit. Sementara itu, tersangka Ponay mengaku hanya ikut-ikutan saja. Padahal, ia juga sempat memacari korban. Alih-alih pacaran, Ponay justru ingin melampiaskan nafsu birahinya kepada korban.

“Saya cuma sekali saja bu,” ujar Mamat. Polisi saat ini sudah menahan 4 tersangka. Mereka adalah WA, AS alias Ponay, AW alias Pipit, dan MM alias Mamat. Keempatnya berusia di atas 18 tahun.

Keempat tersangka ada yang bekerja sebagai kuli bangunan, tukang parkir dan office boy di salah satu bank di Pamulang. “Tiga orang lagi masih kami buru. Mereka TE, DE dan BA,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Indra Fadilah Siregar.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: