//
Anda membaca...
Olahraga

Ulasan Sepakbola Asian Games 2014: Maladewa Vs Indonesia

Foto Alfin Tuasalamony, Bek Kanan Timnas U-23

Jadwal timnas Indonesia U-23 hari ini di Grup E Asian Games 2014adalah melawan Maladewa, Kamis 18 September 2014 di Stadion Sepakbola Incheon, pukul 11.30 WIB yang disiarkan secara langsung oleh RCTI. Pada laga ini, tim Garuda Muda menargetkan kemenangan.untuk memastikan lolos ke babak berikutnya.

Hal tersebut tak terlepas dari hasil mengesankan yang didapat pada pertandingan pertama Grup E, melawan Timor Leste. Ketika itu, Garuda Muda menang besar 7-0, yang juga menjadi rekor baru bagi Indonesia di ajang Asian Games.

Empat gol disarangkan oleh striker senior, Ferdinand Sinaga, yang memang tampil luar biasa pada laga tersebut. Sedangkan tiga gol lagi tercipta lewat aksi Alfin Tuasalamony dan dua pemain pengganti, Fandi Eko Utomo dan Novri Setiawan. Namun, meski menang besar pada pertandingan tersebut, gelandang Bayu Gatra enggan kelewat percaya diri menghadapi laga berikutnya, dan lolos ke-16 besar.

“Ini masih belum ada apa-apanya. Masih ada dua pertandingan yang harus kami menangkan,” ucapnya. Dalam laga ini, Bayu juga tampil cukup gemilang. Satu assist berhasil diciptakan oleh pemain 22 tahun ini. “Saya tidak masalah gagal mencetak gol. Yang terpenting, tim menang dan saya main maksimal dan bagus,” jelas Bayu, seperti yang diberitakan vivanews.com.

Ketika menyangkut yang diinstruksikan oleh pelatih, Bayu menjawab, “Yang penting kerja keras dan jangan remehkan lawan. Pelatih juga meminta kami kompak. Sepakbola itu tidak bisa ditebak. Pokoknya kami harus maksimal,” kata pemain Putra Samarinda tersebut. Sementara itu, Aji Santoso mengakui timnya sangat percaya diri usai meraih kemenangan fantastis tersebut. Tak ada hal lain yang diinginkan olehnya pada laga selanjutnya melawan Maladewa, selain kemenangan, yang akan memastikan mereka lolos.

“Semua pemain tidak ada masalah. Selanjutnya kami akan berusaha menang lawan Maladewa untuk lolos ke 16 besar. Bukan meremehkan, tapi kami harus yakin dengan kemampuan diri sendiri. Menang, berarti kami lolos,” kata Aji dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

“Kami tak mengira mampu menang sebesar ini. Apalagi, akhir-akhir ini Indonesia sudah jarang menang besar lawan Timor Leste,” tegas mantan pemain berusia 44 tahun yang pernah memperkuat Arema Malang, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar tersebut.

Sejarah Pertemuan yang Bagus & Persiapan Matang

Selain kemenangan besar pada laga pembuka, ada modal penting lainnya yang bakal membawa Garuda Muda lolos ke 16 besar. Mereka memiliki catatan bagus saat terakhir kali bertemu dengan Maladewa, yaitu kemenangan 2-1 pada November 2013.

Pada ajang MNC Cup tersebut, Indonesia sebenarnya tertinggal lebih dulu lewat gol Ali Fasir pada menit ke-12. Namun, Garuda Muda, yang saat itu dibesut Rahmad Darmawan, mampu bangkit dan mencetak dua gol lewat Ferinando Pahabol dan Dendi Santoso. Hal bagus lainnya, beberapa pemain yang tampil di laga tersebut masih menghiasi skuad Garuda Muda saat ini. Mereka adalah Fandi Eko Utomo, Rizki Pellu, Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Dedi Kusnandar, Ramdani Lestaluhu dan Bayu Gatra.

Dan secara kualitas, Maladewa memang masih di bawah Indonesia. Pada level senior, Maladewa juga kerap tak berkutik saat bertemu pasukan Merah Putih. Dari tiga pertemuan, Indonesia selalu memetik kemenangan. Aji mengatakan, pihaknya tak akan menyia-nyiakan kesempatan lolos lebih cepat, dengan menerapkan permainan agresif sejak awal laga. Terlebih, pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut pun mengklaim telah mengantongi kekuatan lawan.

“Persiapan kami untuk pertandingan besok, bagus. Kami sudah tahu permainan Maladewa,” kata Aji melalui pesan singkat kepada VIVAbola, Rabu 16 September 2014. “Kami akan tampil menyerang seperti selama ini. Kami ingin mengunci 6 poin dan lolos dari grup,” lanjutnya.

“Ada beberapa pemain kunci yang berkualitas, terutama striker dan gelandang Maladewa. Komposisi tim akan kita lihat,” sambung pelatih yang pernah membesut Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Putra Samarinda, dan Persema Malang itu.

Tekad Ulang Sejarah Terbaik di Asian Games

Lolos ke-16 besar menjadi peluang hebat bagi Garuda Muda untuk mengukir kembali sejarah pada cabang olahraga sepakbola di Asian Games. Seperti diketahui, Indonesia pernah tiga kali mencatatkan diri melaju hingga babak semifinal di ajang multievent tingkat Asia tersebut.

Sayangnya, hal itu terjadi sudah sangat lama. Pertama pada 1954, kemudian 1958, dan terakhir pada 1986. Dari ketiganya, pencapaian terbaik didapat pada 1958, di mana Indonesia meraih medali perunggu usai mengalahkan India pada perebutan tempat ketiga. Sedangkan pada 1954 Indonesa ditumbangkan Myanmar –dahulu Burma– dengan skor 4-5. Dan pada 1986, Indonesia harus mengakui kemenangan 5-0 Kuwait pada perebutan tempat ketiga. Namun, setidaknya, hal itu merupakan pencapaian hebat untuk level Asia.

Sedangkan pada keikutsertaan terakhir, pada Asian Games 2006, Indonesia justru gagal total. Pada event yang dihelat di Doha, Qatar tersebut, Indonesia tak mampu lolos dari fase grup, usai dikalahkan Irak dan Syria, serta ditahan imbang Singapura. Hal itu pun menjadi catatan terburuk Indonesia dari cabang olahraga sepakbola di Asian Games. Kini, delapan tahun berselang, Garuda Muda setidaknya memiliki kesempatan hebat untuk memperbaiki hal tersebut, dengan maju ke babak 16 besar.

Indonesia kini menempati puncak klasemen sementara Grup E, dengan raihan 3 poin, disusul Thailand, yang pada laga pembuka meraih kemenangan 2-0 atas Maladewa. Hal bagus lainnya, Indonesia tak terbebani misi harus menang pada laga pamungkas melawan Thailand, jika mampu mengunci kemenangan melawan Maladewa.

Dan yang pasti, jika mental seperti saat menghancurkan Timor-Leste tetap tertanam, ditambah kondisi fisik yang prima saat bertanding melawan Maladewa, bukan tak mungkin, misi bakal terlaksana. Indonesia akan menyusul dua tim dari grup lain, Korea Selatan dan Palestina yang telah lebih dulu memastikan lolos.

Pertandingan Indonesia kontra Maladewa bakal dihelat di Incheon Fotball Stadium, Kamis 18 September 2014 pukul 12.00 WIB. Laga ini pun akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi RCTI.

Rekor Pertemuan Indonesia vs Maladewa:

Timnas U-23
24 November 2013 Indonesia 2–1 Maladewa (MNC Cup)

Timnas Senior
12 Oktober 2010 Indonesia 3-0 Maladewa (Persahabatan)

6 Mei 2001 Maladewa 0–2 Indonesia (Pra Piala Dunia 2002 zona Asia)

8 April 2001 Indonesia 5–0 Maladewa (Pra Piala Dunia 2002 zona Asia)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: