//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Diduga Terlibat, Titi Yustinawati, Istri AKBP Idha Ditangkap Polisi

Foto Cantik Titi Yustinawati, Istri AKBP Idha Yang Ditangkap Polisi

Google Plus

Diduga terlibat pencucian uang yang dilakukan oleh AKBP Idha Endri Prastiono, sang istri yang bernama Titi Yustinawati ditangkap oleh Polda Kalbar kemarin malam (21/9/2014). “Iya sudah ditangkap, pukul 24.00 WIB semalam,” kata Direktur Pidana Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Widodo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (22/9/2014).

Widodo tak merinci bagaimana proses penangkapan Titi, sebab dia sedang mengikuti pendidikan di Jakarta. Yang jelas, informasi dari rekan-rekannya di Polda Kalbar, Titi memang ditangkap. Informasi yang beredar, Titi dicokok saat berada di rumahnya di Pontianak, Kalbar.

“Sekarang lagi diperiksa,” tambahnya. Nama Titi mencuat ketika AKBP Idha ditangkap polisi Malaysia karena dugaan kasus narkoba. Ternyata, setelah menjalani pemeriksaan dua pekan, AKBP Idha dipulangkan ke Indonesia.

Meski lepas dari jeratan hukum di Malaysia, AKBP Idha rupanya sudah ditunggu perkara lain di Indonesia. Mulai dari urusan korupsi, urusan kode etik, hingga dugaan pencucian uang. Sang istri, Titi, yang sempat disebut oleh Kepala BNN Komjen Anang Iskandar masuk dalam lingkaran sindikat narkoba internasional, juga ikut diselidiki. (Baca: Inilah Catatan Hitam Polisi AKBP Idha Endri Prastiono)

Istri dan Adik Ipar AKBP Idha Terlibat Sindikat Narkoba Internasional?

AKBP Idha E Prastiono dan Bripka MH Harahap diduga terlibat dalam sindikat narkoba internasional. Sindikat ini merupakan jaringan antara Malaysia dan Indonesia. “Jadi dalam jaringan sudah lama ada kaki tangan, sudah ditangkap lebih dulu,” kata Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2014).

Informasi yang diperoleh, Titi pernah menjalin hubungan dengan bandar besar yang kerap berulah di hampir seluruh lapas besar, Cipinang, Salemba, Banceuy, dan Nusakambangan. Bandar besar ini keluar penjara tahun 2009, dan jejaknya hilang.

Nama sang bandar kemudian muncul lagi setelah pengungkapan narkoba yang masuk ke Indonesia. Diketahui, narkoba itu berasal dari China. BNN akhirnya berkoordinasi dengan Interpol dan memberikan label rednotice. 2011, sang bandar dicokok di China beserta klendestein (laboratorium) sabu di Guangzho, China.

Sebelumnya, Anang juga memastikan bahwa adik Titi bernama Agung pernah terlibat dalam penyelundupan sabu di tahun 2013. Agung ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), Mei 2013. Saat ini proses hukumnya tengah bergulir di pengadilan Pontianak, Kalimantan Barat. Sabu tersebut masuk dari Malaysia melalui Kuching dan dibawa ke Pontianak.

Sabu yang masuk seberat 2 kilogram. Penyidik melakukan control delivery dan mendapati Agung memecah paket sabu tersebut agar mudah dibawa ke Jakarta. Saat ini proses hukumnya tengah bergulir di Pengadilan Pontianak, Kalimantan Barat. Sabu-sabu tersebut masuk dari Malaysia melalui Kuching dan dibawa ke Pontianak. “Dia (Titi) memang ada di lingkaran (sindikat). Kalau adiknya beda lagi jaringan internasionalnya, ada akar satu-satunya di Malaysia,” kata Anang.

Dari keterangan Anang, para pengedar kini menyasar aparat agar penyelundupan barang haram tersebut aman. Para pengedar dari Malaysia ini memasukkan narkoba dari banyak pintu seperti Kalimantan, Aceh dan lainnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: