//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Jaksa Nilai Kekayaan Udar Pristono Rp 50 Miliar Tak Wajar

Foto Udar Pristono dan Kuasa Hukum Eggy Sudjana and Partners

Kompas

Kejaksaan Agung menyatakan kekayaan Udar Pristono mencapai Rp 50 Miliar tidak wajar. Ia adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang menjadi tersangka dugaan mark-up pengadaan busway Transjakarta 2013. Namanya semakin diperbincangkan publik karena menyeret nama Jokowi dan Ahok dalam kasus korupsi proyek tersebut.

“Dari keterangan PPATK dan LHKPN, kekayaannya melimpah,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T Spontana di Jakarta, Senin seperti yang dilansir oleh Kompas.com,. Dikatakan, penyidik mengetahui kekayaan itu dari hasil penelusuran kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ia menambahkan sampai sekarang penyidik masih melakukan proses penelusuran selain dari harta tidak bergerak sampai ke rekening Udar Pristono sembari dibantu oleh PPATK. “Masak kadishub sampai segitu. Kecuali dia dapat warisan besar,” kata Tony. Dia memastikan penelusuran kekayaan Udar rampung pekan ini.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mengenakan pula ancaman Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain pasal korupsi. “Pak JAM Pidsus bilang batasnya hingga akhir pekan ini. Mungkin Jumat sudah bisa diumumkan,” kata Tony. Berdasarkan LHKPN per tanggal 26 Juli 2012, harta Udar Pristono sebanyak Rp 26.078.549.790 dan 5.000 dollar AS.

Jaksa Menilai Kekayaan Udar Pristono Tak Wajar

Melihat jumlah kekayaan Udar Pristono, jaksa menilai sangatlah tidak wajar sebab Udar PNS mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI. “Ya nggak wajar. Masa Kadishub sampai segitu. Kecuali dia dapat warisan besar dari pengusaha besar,” sindir Kapuspenkum Kejagung Tony T Spontana di kantornya, Jakarta, Senin (22/9/2014).

Karena itu, jaksa melakukan pemeriksaan apakah ada aliran dana yang diduga dilakukan Udar dalam kasus tindak pidana pencucian uang. Bahkan, kata Tony, dalam waktu dekat atau sekitar pekan ini, hasil penelusuran harta kekayaan Udar akan rampung. “Pekan ini selesai. Pak Jampidsus bilang batasnya hingga akhir pekan ini. Mungkin Jumat sudah bisa diumumkan,” ujar dia.

Udar sejak berstatus tersangka pada 9 Mei 2014 lalu atas dugaan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) senilai Rp 1,5 triliun. Udar juga dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang dan sudah dijebloskan ke Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung pada Rabu 17 September 2014.

Sementara itu, terkait surat penangguhan penahanan dari tim pengacara Udar, Tony menegaskan jaksa penyidik belum mendapatkannya. “Sampai sekarang belum dapat. Sudah saya cek,” tandas dia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: