//
Anda membaca...
Olahraga

Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2014 dari Lompat Jauh

Foto Maria Natalia Londa Raih Emas dari Lompat Jauh

Indonesia berhasil menambah emas ketiga dalam peroleh medali sementara Asian Games 2014 di hari kesepuluh yang dipersembahkan Maria Natalia Londa dari cabang lompat jauh, Senin (29/9/2014). Pada laga final di Incheon Asiad Main Stadium, atlet 23 tahun ini mencatat jarak lompatan 6,55 meter yang juga mempertajam rekor pribadi.

Dari enam kali percobaan, Maria tiga kali gagal melakukan lompatan. Namun, dia berhasil mengalahkan semua pesaingnya lewat percobaan terakhir yang langsung memastikannya meraih medali emas. Medali perak nomor ini jatuh ke tangan Bui Thi Thu Thao dari Vietnam, sementara perunggu jadi milik Jiang Yangfei dari Tiongkok.

Ini adalah emas pertama Maria pada keikutsertaan perdananya di Asian Games. Dia masih berpeluang meraih medali dari nomor lompat jangkit yang akan berlangsung pada Rabu (1/10/2014). Maria adalah peraih medali emas lompat jauh dan lompat jangkit pada SEA Games 2013 di Myanmar.

Dengan tambahan emas dari Maria, kini Indonesia mengoleksi 13 medali (3 emas, 3 perak, 7 perunggu) dan berada di peringkat 16 klasemen. Dua medali emas sebelumnya datang dari cabor bulutangkis yang disumbangkan oleh ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sayang sekali, pada hari ini gagal menambah perolehan medalinya seiring dengan kegagalan di cabor voli pantai. Pasangan Koko Prasetyo/Ade Candra ditumbangkan wakil China Halikejiang/Bao Jian 17-21, 11-21 dalam perebutan tempat ketiga.

Tontowi/Liliyana Gagal Raih Emas

Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tumbang di tangan ganda China Zang Nan/Zhao Yunlei pada partai puncak.

Bermain di Gyeyang Gymnasium pada Senin (29/9/2014) malam WIB, Owi/Liliyana kandas dari ganda China Zhang/Zhao 16-21, 14-21 dalam partai final ganda campuran Asian Games XVII/2014 sehingga mereka hanya berhak meraih perak.

Owi/Liliyana memulai gim pertama dengan meyakinkan. Ganda nomor empat dunia itu unggul 4-1. China memperpendek ketinggalan di angka 3-4. Di angka tersebut Liliyana sempat protes karena merasa terganggu kilatan cahaya kamera. Tapi, Owi/Liliyana tetap tenang dan terus mengungguli perolehan angka. Pasangan ‘Merah Putih’ memimpin pada interval di gim pertama 11-5.

Tapi, usai jeda itu pemilik tiga titel All England tersebut malah kedodoran. Kesalahan demi kesalahan dibuat Ow/Liliyana hingga Zhang/Zhao mampu menyamakan kedudukan 13-13 dan membalikkan keadaan dengan unggul 19-15. Sempat menambah satu angka, Owi gagal servis. China pun mempunyai kesempatan menguasai bola dan memanfaatkan dengan baik hingga mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-16.

Memasuki gim kedua, perebutan poin langsung sengit. Saling salip di awal, tapi China mampu memimpin hingga kedudukan 8-6. Mereka diuntungkan kesalahan-kesalahan ganda Indonesia. China pun unggul 11-8 pada jeda di gim kedua.

Usai interval pasangan merah putih makin tak berdaya. Owi/Liliyana sempat menambah dua angka setelah tertinggal 12-20. Pengembalian Liliyana yang gagal melewati net menyudahi pertandingan dengan kekalahan 14-21.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: