//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kapan Idul Adha 2014 & Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1435 H di Indonesia?

Foto Ilustrasi Pemantauan Hilal untuk Idul Adha

Kapan Idul Adha 2014 dan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1435 H di Indonesia dan jatuh tanggal berapa? Pemerintah akhirnya memutuskan Hari Raya Kurban itu jatuh pada Minggu, 5 Oktober. Keputusan ini diambil setelah digelar sidang isbat yang mengumpulkan hasil rukyah (pemantauan) hilal di 70 titik seluruh Indonesia. Hasil pemantauan dinyatakan hilal tidak terlihat, seperti yang diberitakan iberita.com.

Bulan ini sudah memasuki bulan Dzulhijjah, dimana umat Islam seluruh dunia sedang melaksanakan ibadah yang sangat mulia sekaligus rukun Islam kelima yakni haji. Terkait dengan bulan Dzulhijjah, atau bulan Haji ini, tentu seluruh umat Islam seantero bumi juga akan menyambut datangnya hari raya Idul Adha.

Sidang isbat yang telah dilakukan oleh pemerintah beserta tokoh-tokoh ulama dari berbagai organisasi keagamaan pun berlangsung cukup lama. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengakui bahwa sidang isbat penetapan 1 Dzulhijah yang dilakukan pada 26 September yang lalu berlangsung lebih lama dibandingkan sidang isbat penetapan 1 Ramadan atau 1 Syawal lalu.

Meskipun pemerintah telah mengeluarkan keputusan bahwa Idul Adha jatuh pada 5 Oktober, namun sepertinya pelaksanaannya tak akan serentak. Sebelumnya, organisasi islam Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat penetapan hari-hari besar Islam. Dimana Idul Adha ditetapkan jatuh pada Sabtu, 4 Oktober.

Terkait dengan perbedaan penetapan Idul Adha, Nasaruddin menjelaskan implikasinya tidak sebesar atau serumit ketika ada perbedaan awal Ramadan atau Idul Fitri. Meskipun begitu, Nasaruddin mengakui masyarakat muslim Indonesia mengidamkan adanya kekompakan. Termasuk ketika ada penetapan hari-hari besar agama Islam.

Namun Nasaruddin menambahkan, dampak perbedaan penetapan Idul Adha yang berpotensi menimbulkan polemik adalah penetapan yaumil arafah atau hari jamaah haji wukuf di padang Arafah. Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan bahwa yaumil arafah jatuh pada Jumat, 3 Oktober. Pada saat itu, umat Islam yang tidak berhaji disunahkan melaksanakan puasa Arafah.

Kalau merujuk pada ketetapan pemerintah, yakni Idul Adha jatuh pada 5 Oktober, maka puasa Arafah-nya jatuh pada Sabtu, 4 Oktober. Saat disambungkan dengan kondisi di Arab Saudi, jamaah haji di sana pada 4 Oktober sudah menjalankan Idul Adha. Sehingga puasa Arafah yang umumnya dilaksanakan ketika jamaah haji menjalankan wukuf, tidak cocok lagi.

Namun, Nasaruddin juga menjlaskan kondisi Saudi dan Indonesia tentu tidak bisa disamakan dalam penetapan sidang isbat. Dia menjelaskan, Indonesia sudah tergabung dalam komunitas Majelis Agama Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia (MABIM).

Menurutnya, dalam komunitas ini, disepakati bahwa penetapan bulan baru dalam kalender Islam merujuk pada sistem imkanur rukyah. Dalam sistem ini, dikatakan sudah berganti bulan jika posisi hilal minimal 2 derajat di atas ufuk. Sedangkan kondisi tadi malam, posisi hilal masih sekitar 0,63 derajat di atas ufuk.

Karena saat pengamatan 24 September kemarin posisi hilal tidak sampai 2 derajat di atas ufuk, maka diambil kebijakan isti”mal. Yaitu menggenapkan jumlah hari dalam bulan Zulkaidah menjadi 30 hari. Sehingga 1 Dzulhijah baru jatuh pada Jumat, 26 September. Itu artinya Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Ahad (5/10), dan puasa Arafah jatuh pada Sabtu (4/10).

Puasa Arafah 2014 Dilaksanakan Hari Jumat Atau Sabtu?

Pimpinan MUI Pusat, Anwar Abbas menegaskan bahwa umat tidak perlu bingung. Patokan mengerjakan puasa Arafah adalah tanggal 9 Zulhijjah. Dalam hal ini tanggal yang diacu adalah pilihan masing-masing umat. Dikatakan Ketua MUI, “Apakah 9 Zulhijah-nya jatuh pada 3 Oktober atau 4 Oktober, mengacu pada keputusan yang dipilih masyarakat masing-masing.”

Anwar Abbas juga menyatakan umat tidak perlu khawatir karena pelaksanaan puasa Arafah berbeda waktu dengan wukuf. Ia menyampaikan, “Puasa Arafah tidak terkait dengan pelaksanaan wukuf. Jika terjadi bencana alam besar di Arafah sampai-sampai wukuf tidak bisa dilaksanakan, apakah kita lantas tidak puasa Arafah? Ya kita tetap puasa Arafah.”

Ketua MUI menyebutkan, pada dasarnya ada tiga kelompok umat Islam dalam merayakan Idul Adha tahun ini. Yang pertama adalah yang mengikuti versi pemerintah dan NU. Kelompok ini merayakan Idul Adha pada 5 Oktober, karena melandaskan perhitungan pada metode imkanur rukyat.

Ada juga kelompok Muhammadiyah dan ormas lain, yang menetapkan Idul Adha jatuh pada Sabtu, 4 Oktober. Perhitungannya didasarkan pada sistem hisab. Selain itu, ada pula kelompok yang merujuk pada keputusan pemerintah Arab Saudi. Karena pemerintah negara tersebut menetapkan Idul Adha jatuh pada 4 Oktober, maka kelompok ini mengikutinya.

Mana yang paling benar? Menurut Azwar Abbas baik NU, Muhammadiyah, maupun ormas-ormas Islam lainnya sudah memiliki landasan keyakinan masing-masing. yang terpenting adalah menjaga toleransi.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: