//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Polisi Kepung Markas FPI Setelah Demo Anarkis

Foto Demo Anarkis FPI Lempar Batu Tolak Ahok

Inilah kronologi bagaimana polisi mengepung Massa Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014). FPI memang berunjuk rasa menolak Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Unjuk rasa ini berlangsung ricuh. Massa terlibat aksi saling lempar batu dengan petugas kepolisian hingga melukai Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana dan belasan aparat kepolisian lainnya akibat terkena lemparan batu, pecahan beling, hingga kotoran hewan.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo mengaku tidak menyangka demo akan berlangsung ricuh. Ia menceritakan kronologis unjuk rasa yang diduga melukai 7 polisi itu.

14.00 WIB
Massa FPI berdatangan ke Gedung DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya menolak Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

14.05 WIB
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo menemui perwakilan dari demonstran. Ia pun menyalami dan mengatakan agar demo berjalan damai. Massa FPI pun menyatakan siap berdamai. “Mereka bilang bukan saatnya lagi demo anarkis dan merusak,” tutur Hendro, Jakarta, Jumat (3/10/2014).

14.25 WIB
Saat Hendro akan memediasi massa FPI untuk bertemu anggota DPRD DKI, tiba-tiba terjadi pelemparan batu.

14.30 WIB
Polisi pun menembakkan gas air mata ke massa FPI hingga berlarian.

14.45 WIB
Massa FPI kembali berdemo di depan Balaikota Jakarta.

14.47 WIB
Kembali terjadi pelemparan batu dari massa FPI yang dibalas tembakkan gas air mata dari kepolisian. Hingga pukul 14.52 WIB, situasi di sekitar Balaikota Jakarta cenderung mulai normal.

17.00 WIB
Usai bentrok dengan FPI yang menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok sebagai gubernur, polisi langsung mengepung markas FPI di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono yang memantau langsung penggerebakan di markas ormas pimpinan Habib Rizieq ini mengatakan, pengepungan markas FPI ini dilakukan sebagai antisipasi adanya pengerahan massa yang dilakukan FPI usai aksi demonstrasi siang tadi.

“Buntut dari aksi demonstrasi di DPRD dan Balaikota. Kami dapat informasi kalau FPI kumpulin massa di sini,” kata Unggung di lokasi, Jumat (3/10/2014). Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak ratusan aparat kepolisian dari Brimob Polda Metro Jaya dan Sabhara Polda Metro Jaya mengepung markas FPI. Tak hanya itu, 2 unit Watercanon dan 3 Unit kendaraan taktis Baracuda juga diturunkan mengepung markas FPI.

18.50 WIB
Polisi mulai meninggalkan lokasi pengepungan markas FPI.

Kapolres Jakpus Yakin Demo Anarkis FPI Sudah Direncanakan

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo geram bukan main dengan demo anarkis yang dilakukan FPI di Gedung DPRD DKI Jakarta dan Balaikota Jakarta. Dirinya mengaku akan mengusut sampai tuntas kasus ini. “Kita akan usut dan cari siapa master mind-nya,” tegas Hendro di Balaikota, Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Hendro menjelaskan, pihak kepolisian tidak melarang sama sekali adanya unjuk rasa. Bahkan, sebelum digelarnya unjuk rasa dia sudah menemui massa FPI secara baik-baik dan meminta agar demo berlangsung damai.

“Mereka sebelum unjuk rasa sudah ketemu saya. Begitu saya balik, sudah menyerang. Padahal saya ketemu dan salaman sama korlapnya. Mereka seperti biasa bilang sudah bukan zamannya anarkis dan tidak akan pakai kekerasan,” terang dia. Karena itu Hendro yakin unjuk rasa ini sudah diatur sedemikian rupa untuk berakhir ricuh. “Inisettingan-nya memang settingan bentrok,” ujar Hendro.

Dia menuturkan bila bersikap represif bisa saja dilakukan pihak kepolisian, tapi hal itu tak dilakukan. “Mereka 300, kita 400. Kita nggak mau represif. Saat mereka menyerang baru kita tangkap. Mereka bukan musuh. Kami bertahan. Saya juga tegaskan tidak pakai peluru karet,” tegas Hendro.

Pihak kepolisian menerima permohonan izin untuk aksi ini pada Rabu 1 Oktober lalu. Perizinan dikirimkan atas nama Ketua Laskar DPD FPI Jakarta Habib Sahab Anggawi dan Panglima FPI Ustad Maman.

Gerindra Bela FPI dan Salahkan Ahok

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik memandang aksi unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) yang berujung ricuh ini terjadi karena Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang kerap berbicara lantang. Menurut dia, Basuki-lah yang harus introspeksi diri, bukan para massa FPI yang telah melempari kantornya dengan batu dan kotoran hewan.

“Ini akibat siapa (FPI rusuh) akarnya? Gara-gara pejabatnya, Ahok, yang ngomong sembarangan. Anarkis memang tidak dibenarkan, tetapi jangan lihat anarkisnya saja, bereskan akar penyebabnya juga,” kata Taufik di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Taufik mengatakan, apabila Basuki tidak berbicara sembarangan dan kebijakannya pro rakyat, maka FPI tidak akan melakukan aksi yang meresahkan warga ini. Taufik menjelaskan, ratusan massa FPI itu menuntut Basuki berhenti dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Wakil Ketua DPRD DKI itu menilai, Basuki sebagai seorang pejabat seharusnya memiliki etika dalam berbicara. Beberapa pernyataan Basuki, dia melanjutkan, telah meresahkan kumpulan masyarakat itu. “Makanya, Ahok biasa sajalah ngomong-nya. Buat kebijakantuh yang tidak meresahkan, kayak kemarin melarang penjualan hewan kurban,” kata Taufik.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: