//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Semua Fraksi DPRD DKI Resmi Terima Pengunduran Diri Jokowi

Foto Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta Soal Pengunduran Diri Jokowi

Akhirnya semua fraksi di DPRD DKI Jakarta yang berjumlah sembilan menerima permohonan pengunduran diri Jokowi setelah menyampaikan pandangan fraksinya masing-masing. “Baru saja kita dengar pandangan fraksi-fraksi, dengan mengacu surat menteri, untuk itu pengunduran diri sebagai gubernur dilakukan dengan dua mekanisme,” kata Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dalam paripurna di kantor DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Senin (6/10/2014).

Ia membacakan surat dari Menteri Dalam Negeri mengenai mekanisme pengunduran diri Gubernur DKI Jakarta. Dalam surat itu disampaikan adanya UU 23 tahun 2014 yang menggantikan UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintah daerah. Dalam surat itu disampaikan pengunduran diri kepala daerah dapat dilakukan melalui DPRD.

“‎Pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah karena permintaan sendiri, diumumkan. Oleh Pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh Pimpinan DPRD kepada presiden melalui gubernur dan/atau wakil gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian,” kata Prasetyo mengutip poin dalam surat Mendagri.

Dari paparan 9 fraksi di DPRD, seluruhnya menyetujui pengunduran diri Jokowi. Karena itu, pimpinan DPRD akan segera mengirimkan rekomendasi penerimaan pengunduran diri Jokowi pada presiden melalui Mendagri.

“Pimpinan DPRD akan mengusulkan pengunduran diri ke presiden melalui menteri. Dengan berakhirnya pandangan fraksi maka rapat ini bisa diselesaikan sebagai mana mestinya,” tutup Prasetyo yang diakhiri dengan ketukan palu 3 kali.

Catatan Fraksi di DPRD DKI Jakarta

Partai Gerindra menyatakan menyetujui pengunduran diri dan pemberhentian Jokowi sebagai gubernur dengan catatan ke depan ada peraturan yang lebih rinci tentang periode jabatan gubernur. Abdul Ghoni, anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, berharap selanjutnya gubernur tidak lagi meninggalkan jabatannya untuk mencalonkan diri menjadi presiden.

“Kami Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memberikan pendidikan politik dan proses demokratisasi yang lebih baik bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berharap persoalan ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” katanya.

Ia mengatakan kejadian pengunduran diri pejabat gubernur yang belum menyelesaikan masa jabatannya sampai akhir periode terjadi karena belum adanya aturan rinci tentang periodisasi jabatan gubernur dan wakil gubernur.

“Sebaiknya diatur lebih tegas dalam undang-undang serta peraturan yang berlaku. Periodisasi lima tahun masa jabatan gubernur dan wakil gubernur sebaiknya diatur dalam undang-undang serta peraturan yang berlaku sehingga jabatan gubernur dan wakil gubernur tidak mudah dilepaskan begitu saja, tidak hanya dijadikan batu loncatan,” katanya.

Sementara Fraksi Partai Demokrat-Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan mendukung dan menyetujui pengunduran diri Jokowi namun mempertanyakan komitmen Jokowi dalam memimpin DKI. “Ketika masyarakat Jakarta menaruh harapan besar akan Jakarta Baru, dengan mudahnya Jokowi mengajukan cuti hanya karena mencalonkan diri sebagai presiden. Padahal saat itu dibutuhkan pemimpin yang punya komitmen besar. Mohon penjelasannya,” kata Taufiqurrahman dari Fraksi Partai Demokrat.

Ia juga menyebut Jokowi mudah melepas tanggung jawab sebagai gubernur karena berhenti tanpa melalui proses evaluasi kinerja selama menjadi gubernur. “DPRD berhak meminta laporan keterangan pertanggungjawaban. Namun tidak adanya evaluasi perlu mendapat perhatian serius, DPRD berhak mendapat jawaban dari gubernur,” katanya.

Sementara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta menyatakan memaklumi dan menerima pengunduran diri Jokowi dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden. “Fraksi PKS sebenarnya menyayangkan kepergian Saudara Gubernur pada saat tugasnya belum tuntas, kami mengharapkan masalah pengunduran diri seorang gubernur menjadi presiden akan menjadi bahan penyempurnaan aturan perundang-undangan,” kata Abdurrahman Suhaimi saat membacakan pandangan Fraksi PKS.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menyetujui pengunduran diri Jokowi. Namun partai itu menilai Jokowi telah melanggar sumpah jabatan karena dalam pengucapan sumpah jabatan gubernur bersumpah melaksanakan kerja selama lima tahun.

“Pencalonan gubernur sebagai preaiden tidak pernah berkonsultasi dulu dengan DPRD namun nasi telah jadi bubur. Opini dan citra sudah jadi realitas dan kenyataan. Fraksi PPP tidak bisa berkata-kata, selamat jalan, selamat menjalankan tugas negara yang lebih berat,” kata Ichwan Zayadi dari PPP.

Sementara Zainuddin dari Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta mengatakan,”Fraksi Partai Golkar meminta Saudara Gubernur yang sebentar lagi dilantik jadi Presiden sekiranya bisa menggunakan pengaruhnya agar ke depan siapa pun yang memegang jabatan gubernur bisa mengedepankan akhlakul karimah.”

Sementara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Fraksi Partai Nasdem menyatakan persetujuannya tanpa banyak catatan.

Di Mana Jokowi Tinggal Setelah Mundur dari Gubernur DKI?

Seluruh fraksi DPRD DKI menyetujui pengunduran diri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Lalu, tinggal di mana Jokowi setelah pindah dari rumah dinasnya? “Dilihat aturannya lagi, diberi waktu beberapa lama setelah itu,” ujar Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (6/10/2014).

Jokowi memastikan dirinya tidak akan menyewa rumah seperti yang dilakukannya saat kampanye Pilpres yang lalu. “Nggak (sewa rumah), langsung ke istana saja,” kata Jokowi sambil tersenyum.

Selama berkampanye saat Pilpres, Jokowi memang menyewa sebuah rumah di kawasan Menteng. Pasalnya dia mengajukan cuti sehingga tidak bisa menggunakan rumah dinas gubernur. Usai memenangkan pertarungan pilpres, Jokowi kembali ke rumah dinasnya sebagai gubernur sekaligus presiden terpilih.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: