//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Robby Arya Brata Dijagokan Rebut Pimpinan KPK

Foto Roby Arya Brata, Calon Pimpinan KPK

Robby Arya Brata dijagokan menjadi pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Peneliti dari Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI FHUI), Dio Ashar Wicaksana, mengklaim kandidat ini yang layak bersaing dengan Busyro Muqqodas di Dewan Perwakilan Rakyat adalah Robby Arya Barata. “Dia bersih dari catatan khusus,” kata Dio saat dihubungi, Senin, 13 Oktober 2014.

Dio menuturkan lembaganya telah menelusuri rekam jejak Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet tersebut. Hasilnya, tak ada indikasi Robby pernah melakukan tindak pidana atau pelanggaran kode etik. “Rekam jejaknya bahkan lebih baik daripada Ahmad Taufik dan I Wayan Sudirta (calon pimpinan KPK lainnya).”

Panitia Seleksi Pimpinan KPK telah mengantongi dua dari enam kandidat yang akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 13 Oktober 2014. Dua nama itu kemudian akan dibawa ke DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Busyro dikabarkan merupakan salah satu nama yang akan disodorkan ke SBY. Mantan Ketua Komisi Yudisial itu saat ini masih menjabat Wakil Ketua KPK.

Meskipun didukung oleh aktivis UI, anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch, Lola Easter, mengatakan ada catatan yang ditemukan saat penelusuran rekam jejak Robby. Selaku pejabat, dia belum menyerahkan laporan harta kekayaan kepada KPK. “Tetapi belum ada kewajiban karena dia masih pejabat eselon III,” ujar Lola melalui pesan pendek, Senin, 13 Oktober 2014.

Sekedar diketahui, Robby Arya Brata saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet, hal ini dianggap berbagai pihak sebagai modal kuat bagi Arya untuk mencalonkan diri menjadi komisioner KPK. Berbagai tanggapan pun muncul atas jabatan yang diemban sebelumnya, yang menyatakan sebagai titipan ‘istana’.

Pria yang mengajukan diri dengan latar belakang advokat ini merupakan dosen FE UI Pasca Sarjana 2008-2014. Pengalamannya dalam bidang hukum sebagai Analis Hukum Komnas HAM hingga Plt. Kabag HTN dan HAN Setkab tahun 2000-2006 lulusan Ph.D Australian University tahun 2001 tersebut.

Sebagai informasi, Pansel (Panitia Seleksi) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan tes wawancara terhadap enam calon pimpinan KPK. Enam calon itu yakni dosen di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting; Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas; anggota DPD 2009-2014, I Wayan Sudirta; jurnalis Tempo sekaligus pengacara, Ahmad Taufik; Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet Roby Arya Brata; dan pegawai Biro Perencanaan Anggaran KPK, Subagio.

Dari enam calon tersebut, dua di antaranya dipilih Pansel untuk diserahkan kepada SBY, yang nantinya akan mengajukan dua nama tersebut untuk mengikuti proses uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat. Seleksi calon pimpinan KPK ini untuk menggantikan Busyro Muqoddas yang masa tugasnya berakhir pada 10 Desember 2014. Dia mendahului empat komisioner lainnya. Busyro mendaftarkan diri kembali untuk menjadi komisioner KPK.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: