//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Inilah Suhartoyo, Hakim Konstitusi dengan Jejak Rekam yang Buruk

Suhartoyo Pimpin Sidang Perdana Djoko Susilo

Ketua Majelis Hakim Suhartoyo memimpin sidang perdana mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Irjen (Pol) Djoko Susilo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (23/4/2013). Djoko Susilo diadili dalam dugaan kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas, Mabes Polri. (Foto: TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Suhartoyo ditetapkan sebagai hakim konstitusi oleh Mahkamah Agung (MA) dalam rapat tertutup yag dipimpin oleh ketua pansel Suwardi pada Selasa (2/12/2014). Bagaimana rekam jejak Suhartoyo?

Beliau dituding mempunyai catatan negatif yaitu tersangkut kasus lepasnya terpidana korupsi bernilai miliaran rupiah. Namun karena sudah setahun lebih kecurigaan itu tidak terbukti, MA tidak acuh dan tetap meloloskan Suhartoyo menjadi hakim konstitusi lewat wawancara tertutup yang dilakukan MA.

Sebelum terpilih menjadi hakim konstitusi, Suhartoyo adalah hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar. Namun posisi itu belum lama dipegang karena Suhartoyo sebelumnya adalah Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Di ujung kepemimpinannya, ia menjadi ketua majelis kasus simulator SIM dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo. Suhartoyo duduk sebagai majelis dengan anggota Amin Ismanto, Samiaji, Anwar dan Hugo.

Dalam vonisnya, Suhartoyo dkk memutuskan Djoko dihukum 10 tahun penjara. Majelis juga menolak mencabut hak politik Djoko. Di tingkat banding, vonis itu dianulir dan diganti dengan hukuman 18 tahun penjara serta hak politik Djoko dicabut. Vonis ini dikuatkan MA dan telah berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) memiliki rekam jejak khusus terhadap Suhartoyo. KY telah mengirimkan surat rekomendasi keberatan ke MA karena Suhartoyo menjadi salah satu hakim yang tengah dibidik oleh KY terkait kasus yang tengah disidik oleh KY. “Kita tunggu saja,” kata pimpinan KY, Imam Anshori Saleh kepada detikcom, Rabu (3/12/2014).

Terpilihnya Suhartoyo juga menjegal langkah Ahmad Fadlil Sumadi yang juga hakim konstitusi incumbent. Fadlil merupakan hakim karier dari Pengadilan Agama dan dikenal bersih. Sebelum menjadi hakim konstitusi, Fadlil menjadi panitera MK.

Berikut daftar riwayat hidup Suhartoyo:

1985: Calon hakim di PN Tanjungkarang, Lampung
1987: Diangkat menjadi hakim dengan tugas pertama di PN Tanjungkarang
1989: Hakim di PN Curup
1995: Hakim di PN Metro
1999: Hakim di PN Kotabumi
2001: Hakim di PN Tangerang
2004: Ketua PN Praya
2006: Hakim di PN Bekasi
2009: Wakil Ketua PN Pontianak
2010: Wakil Ketua PN Jaktim
2011: Ketua PN Jaksel
2013: Hakim tinggi pada PT Denpasar
2014: Hakim konstitusi

Selain menunjuk Suhartoyo, MA juga menunjuk Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Manahan MP Sitompul untuk menjadi hakim konstitusi. Sesuai UUD 1945, MA memiliki jatah 3 kursi di MK dan sisanya dibagi rata bagi Presiden dan DPR.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: