//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ini Pesan Terakhir Aksyena Ahad Dori sebelum Tewas di Danau UI

Pesan Aksyena di secarik kertas

Pesan Aksyena di secarik kertas. (Detikcom)

Aksyena Ahad Dori (24 tahun), mahasiswa S1 jurusan Biologi, MIPA UI yang ditemukan mengambang di Danau UI, Beji, Depok beberapa waktu yang lalu, ternyata meninggalkan pesan berbahasa Inggris sebelum kematiannya dalam secarik kertas di kamar kosnya di di Wisma Widya 208 Jl Kabel Tegangan Tinggi No 3 RT04/05 Kukusan. Dalam pesan yang ditulisnya itu, korban meminta untuk tidak dicari.

“Korban menulis di kertas dengan tulisan :will not return for please dont search for existence my apologres for everyting eternally,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/3/2015), dilansir dari Detik.com

Pesan tersebut ditemukan di kamar kostnya di Wisma Widya 208 Jl Kabel Tegangan Tinggi No 3 RT04/05 Kukusan, Beji, Depok. Pesan itu ditemukan aparat polisi yang memeriksa kamar kostnya.

Martinus menjelaskan, korban merupakan mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Biologi Semester IV Universitas Indonesia (UI). Korban merupakan warga asal Kampung Griya Avia Ceria Jl Elang No 4 Tegalsari, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

“Korban berhasil diidentifikasi setelah orangtuanya membaca koran harian mengenai penemuan mayat,” ungkapnya.

Setelah membaca ciri-ciri korban, orangtua korban mencoba menghubungi anaknya berulang kali namun tidak ada jawaban. Hingga akhirnya orangtua korban menghubungi adiknya yang berada di Depok untuk mencari tahu keadaan korban di tempat kostnya.

“Kemudian adik orangtua korban mendapatkan informasi dari bapak kost bawa korban tidak pulang selama 4 hari,” ungkapnya. Untuk meyakinkan lagi, orangtua korban menghubungi Polres Depok untuk menanyakan ciri-ciri korban. Orangtua korban kemudian mendatangi RS Kramatjati di mana jenazah korban disemayamkan.

“Dan setelah dilihat, ada kemiripan di hidung dan bentuk wajah,” lanjutnya. Semakin khawatir jika itu anaknya, orangtua korban kemudian meminta ke Polsek Beji untuk mengecek barang-barang milik anaknya pada saat ditemukan di TKP.

“Dipastikan korban adalah anaknya setelah diyakinkan dengan barang yang dipakai korban seperti jaket, celana, kaos, payung dan saputangan,” pungkasnya.

Pernah Curhat, Kecewa Tak Diikutkan Olimpiade Biologi

Aksyena Ahad Dori, semasa hidup

Aksyena Ahad Dori, semasa hidup. (Facebook)

Aksyena ternyata pernah menumpahkan curahan hati (curhat) ke ibunya pada awal Januari 2015 lalu.

“‎Pada bulan Januari 2015 korban pernah cerita ke ibunya merasa kecewa, karena juara regional olimpiade biologi namun tidak diikutkan ke tingkat nasional‎,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (31/3/2015).

Namun, lanjut Martinus, polisi belum berkesimpulan jika kekecewaannya yang dicurahkan Aksyena kepada ibunya menjadi penyebab kematian korban.

“Penyebab kematiannya, apakah korban dibunuh atau bunuh diri, belum bisa disimpulkan,” ucap Martinus. Polisi masih menunggu hasil visum RS Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui keseharian korban. Hal ini dilakukan untuk menelusuri jika ada kemungkinan korban dibunuh.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: