//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa, Sejarah dan Politik

CIA dan KMT Pernah Coba Bunuh PM China, Zhou Enlai pada KAA 1955 di Bandung

Perdana Menteri China, Zhou Enlai saat tiba di Bandung untuk menghadiri KAA 1955

Perdana Menteri China, Zhou Enlai saat tiba di Bandung untuk menghadiri KAA 1955. (berdikarionline.com)

Agen intelijen CIA dan anggota Kuo Min Tang (KMT) asal China ternyata pernah mencoba menggagalkan KAA (Konferensi Asia Afrika) pada bulan April 1955 yang berlangsung di Bandung dengan cara membunuh Perdana Menteri China, Zhou Enlai yang saat itu hadir.

Dilansir dari majalah detik edisi 177, saat KAA memasuki hari keempat, tepatnya 21 April 1955. Di salah satu sudut ruangan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo menerima nota rahasia dari koleganya, Perdana Menteri Cina Zhou Enlai. Nota itu disampaikan melalui Sekjen Konferensi Roeslan Abdulgani.

Isinya, Zhou meminta perhatian pemerintah Indonesia karena berdasarkan laporan intelijen kedutaannya di Jakarta, ada gerak-gerik mencurigakan dari sekelompok orang Cina anggota Kuo Min Tang (KMT). Kou Min Tang (KMT) adalah lawan bebuyutan Partai Komunis Cina. Saat melawan pemerintah Cina, KMT disebut banyak mendapat dukungan dari dunia Barat.

Kembali ke nota untuk PM Ali Sastroamidjojo. Menurut nota resmi tersebut, tokoh-tokoh KMT dari seluruh Indonesia sudah berkumpul di suatu tempat di Bandung. “Mereka pura-pura mengunjungi pesta perkawinan dari anak salah satu pedagang besar Cina di Bandung,” tulis Ali di halaman 507 memoarnya, ‘Tonggak-tonggak di Perjalananku’.

Dalam pesta tersebut beberapa pistol dengan alat peredam dibagikan. Tujuannya adalah untuk membunuh Perdana Menteri Zhou Enlai. Pemerintah Indonesia pun menindaklanjuti nota rahasia itu. Pasalnya keselamatan diri para anggota delegasi KAA menjadi tanggung jawab pemerintah RI.

Menteri Ali segera menggelar rapat dengan para penanggung jawab keamanan di Jawa Barat (Jabar). Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Jabar Sanusi Hardjadinata, Jenderal AE Kawilarang, Kepala Polda, dan Kepala CPM Kolonel Rusli.

Ali menginstruksikan mereka untuk memperketat penjagaan keselamatan Zhou. Dia juga menginstruksikan supaya orang-orang Cina yang sedang berpesta itu diawasi polisi sedemikian rupa agar tidak bisa menjalankan gerak-gerik yang mencurigakan.

Ali juga menghadap Presiden Sukarno dan menyarankan agar rencana berkeliling Kota Bandung dengan mobil terbuka dibatalkan mengingat ancaman terhadap Zhou tersebut. Tetapi Bung Karno tak menggubris sarannya. Ia meminta semua pihak tidak terlalu membesarbesarkan laporan intelijen itu. Sebab, si Bung berfirasat, tidak akan terjadi apa-apa terhadap diri Zhou Enlai.

“Saya tidak punya pilihan lain dan memerintahkan supaya jalan-jalan yang akan dilewati Bung Karno dan Zhou diperketat penjagaannya dengan mengerahkan sebanyak mungkin polisi berpakaian sipil. Memang untunglah tidak ada kejadian pada Perdana Menteri RRT itu, tetapi barulah ketika ia meninggalkan Indonesia, saya dan semua petugas keamanan merasa lega,” papar Ali.

Lima hari sebelum KAA digelar, pesawat yang semestinya ditumpangi Zhou Enlai meledak di udara. Kashmir Princess, pesawat carteran milik India yang mengangkut delegasi Tiongkok dan sejumlah wartawan, jatuh di perairan Natuna. Sebanyak 16 orang penumpangnya, termasuk 7 kader Partai Komunis Cina, tewas. Hanya Anant Shridhar Karnik (teknisi), Dixit (Kapten), dan J.C. Pathak (navigator) yang berhasil selamat setelah terkatung- katung selama sembilan jam di lautan.

Artikel bertajuk “Secret Behind the Explosion of the Aircraft Kashmir Princess” di China Uncensored menyimpulkan upaya sabotase itu rupanya sudah diketahui intelijen Tiongkok, sehingga Zhou batal menaiki pesawat pada menit-menit terakhir. Intelijen Tiongkok sejak 9 April 1955 sudah mengendus rencana sabotase oleh agen-agen Kuo Min Tang (KMT) terhadap delegasi Tiongkok.

Steve Tsang dari Oxford University juga punya kesimpulan yang sama. Lewat artikelnya, “Target Zhou Enlai: The Kashmir Princess Incident of 1955”, yang dipublikasikan The China Quarterly pada 1994, Tsang memaparkan buktibukti menunjukkan bahwa Zhou mengetahui rencana itu sebelumnya dan diam-diam mengubah rencana perjalanan. Tapi dia tak menghentikan sebuah delegasi kader yang lebih rendah untuk mengambil tempatnya.

“Tim khusus di balik upaya pembunuhan Zhou Enlai ini adalah grup Lima Liaison di bawah komando Tsang Yat Nin,” tulis Tsang. Grup itu langsung di bawah komando Wu Yi Chin, Biro Keamanan KMT di Taiwan.

Selain Kou Min Tang, Amerika Serikat yang menyokong Chiang Kai Sek di Taiwan juga pernah merancang sebuah operasi untuk membunuh Zhou Enlai saat menghadiri KAA di Bandung.

Rencana operasi oleh CIA itu baru terkuak pada 1977 ketika William Corson, purnawirawan perwira di korps marinir Amerika Serikat yang bertugas di Asia menerbitkan “Armies of Ignorance”. Dia mengidentifikasi target operasi CIA yang cuma disebut seorang “pemimpin Asia Timur” yang menghadiri KAA pada 1955 tak lain adalah Zhou Enlai.

Kepada Far Eastern Economic Review, Corson mengungkapkan bahwa Jenderal Lucian Truscott yang menghentikan operasi tersebut. Sesaat setelah ditunjuk menjadi Deputi Direktur CIA pada 1954, Truscott menemukan CIA merencanakan pemembunuhan Zhou.

Rencananya, saat perjamuan terakhir di Bandung, seorang agen CIA akan memasukkan racun pada mangkuk nasi Zhou. Racun itu tidak akan bereaksi dalam lambung Zhou sebelum 48 jam, sehingga sang perdana menteri masih bisa kembali ke Beijing. Menurut Corson, Truscott diminta menghadap Direktur CIA Allen Dulles, yang memaksanya menghentikan operasi itu.

Andai operasi itu tetap berjalan, mungkin Zhou mengembuskan napas terakhir di Jakarta. Sebab, seusai KAA, ia memperpanjang misinya selama tiga hari untuk membahas perjanjian soal kewarganegaraan ganda orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia. (Baca: Zhou Enlai Sempat Ditentang Kehadirannya di KAA 1955 di Bandung)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: