Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ini Perbedaan Kesaksian Mary Jane Vs Maria Kristina Sergio

Kesaksian Maria Kristina Sergio

Maria Kristina Sergio

Maria Kristina Sergio. (Foto: manilatimes)

Maria Kristina Sergio tiba-tiba menampakkan diri di Kepolisian Provinsi Nueva Ecija, Filipina, pada Selasa (28/4) lalu pada pukul 10.30 waktu setempat. Dia mengaku merekrut Mary Jane Veloso, napi mati yang hendak menanti detik-detik eksekusi pada malam harinya.

Saat diwawancara media Filipina ABS-CBN, Kristina mengaku dia takut akan hidupnya. Kristina mengatakan bahwa dia mendengar laporan bahwa ada beberapa ancaman yang mengancam nyawanya.

Pada Senin 27 April 2015 lalu, Divisi Biro Investigasi Anti Perdagangan Manusia Filipina mengajukan tuntutan kasus perekrutan ilegal terhadap Mary Jane yang dilakukan Kristina bersama partner yang tinggal bersamanya Julius Lacanilao dan seorang berkewarganegaraan Afrika ‘Ike’, ke Departemen Kehakiman. Bersama Kristina, Lacanilao juga menyerahkan diri ke polisi.

Dalam wawancara dengan media Filipina, ABS-CBN, Kristina membantah tuduhan itu. Kristina mengatakan bahwa dia hanya ingin menolong Mary Jane mendapatkan pekerjaan di Malaysia.

Kristina mengatakan bahwa bagaimanapun saat di Malaysia, Mary Jane sering bertelepon dengan seseorang. Beberapa hari setelah tiba di Malaysia, Mary Jane menghubunginya bahwa dia terbang ke Indonesia.

Kristina berdalih tak mengetahui penerbangan Mary Jane ke Indonesia dan terkejut saat mengetahui bahwa Mary Jane tertangkap karena membawa narkoba di Bandara. Kristina bahkan menantang yang menuduhnya merekrut Mary Jane secara ilegal itu untuk memakai detektor kebohongan.

“Kebenaran akan terkuak. Saya tidak bersalah,” kata Kristina dalam bahasa Tagalog sambil menangis di depan kamera. Para Rabu petang, Kristina dibawa ke markas pusat polisi di Manila untuk diperiksa.

Kristina dituduh merekrut Mary Jane untuk pergi ke Malaysia, sebelum memberikan koper berisi narkoba ke Indonesia. Mary Jane ditahan karena kedapatan membawa 2,6 kg heroin di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada April 2010.

Kemunculan Kristina untuk menyerahkan diri ke Kepolisian Filipina membuat eksekusi Mary Jane ditunda di detik-detik terakhir. Alhasil dari 9 napi mati narkoba itu, yang dieksekusi hanya 8 napi mati.

Nah, siapa yang bisa dipercaya dari keduanya?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: