Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jika Novel Baswedan Tak Dibebaskan, Pimpinan KPK Ancam Mundur

Jika Novel Baswedan Tak Dibebaskan, Pimpinan KPK Ancam Mundur

Jika Novel Baswedan Tak Dibebaskan, Pimpinan KPK Ancam Mundur. (Twitter)

Penyidik senior KPK Novel Baswedan ditangkap penyidik Bareskrim sekitar pukul 00.00 WIB Jumat (1/5/2015) dini hari tadi di kediamannya di Kelapa Gading, Jakut. Novel memang pernah mendapat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka penganiayaan terhadap tersangka pencurian sarang burung walet semasa menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu.

Satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dikatakan akan mengundurkan diri jika penyidik Novel Baswedan tetap ditahan polisi. “Kalau Novel Baswedan sampai ditangkap atau ditahan, saya mengundurkan diri, dan saya akan menjadi penasehat hukumnya,” ujar pimpinan tersebut, dilansir dari Kompas.com.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, penangkapan Novel Baswedan, salah satu penyidik di komisi antikorupsi itu, mengagetkan pimpinan KPK. “Sekarang tim kuasa hukum sedang ke Bareskrim,” tambah Priharsa melalui pesan singkat yang diterima Jumat dini hari di Jakarta.

Surat perintah penangkapan Novel dengan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum memerintahkan untuk membawa Novel Baswedan ke kantor polisi.

Surat Perintah Penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan

Surat Perintah Penangkapan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. (Foto: detikcom)

Surat tersebut memerintahkan untuk segera dilakukan pemeriksaan karena diduga keras melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seseorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan maupun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto.

Surat tertanggal 24 April 2015 itu ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum selaku penyidik Brigadir Jenderal Herry Prastowo. Sedangkan yang menyerahkan surat adalah AKBP Agus Prasetoyono dengan diketahui oleh ketua RT 003 Wisnu B dan ditandatangai pada Jumat, 1 Mei 2015.

Kasus tersebut pernah mencuat saat terjadi konflik KPK vs Polri pada 2012 saat Novel menjadi penyidik korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) tahun anggaran 2011 dengan tersangka Inspektur Jenderal Pol Djoko Susilo.

Pada 2004, ada anak buah Novel yang melakukan tindakan di luar hukum yang menyebabkan korban jiwa. Novel yang mengambil alih tanggung jawab anak buahnya dan ia pun sudah mendapat teguran keras.

Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengatakan kelanjutan penanganan perkara Novel Baswedan akan dilakukan Polda Bengkulu. Bareskrim Polri hanya membantu pemeriksaan awal. “Kita hanya (pemeriksaan) awal, melengkapi saja. Nanti selanjutnya ditangani Polda Bengkulu,” kata Komjen Buwas di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2015), dilansir dari detikcom.
.

Bila pemeriksaan cukup, nantinya berkas perkara Novel diserahkan ke penyidik Polda Bengkulu. Ini dilakukan karena lokasi terjadinya dugaan tindak pidana berada di Bengkulu. “Nantinya akan disidangkan disana (Bengkulu), kita bantu proses ini untuk Polda Bengkulu karena kejadiannya disana,” sambung Komjen Buwas.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: