Iklan
//
Anda membaca...
Fauna

Penyeludupan Kakatua Jambul Kuning dalam Botol Mineral Kini Disorot Dunia

Polisi berhasil mengagagalkan penyeludupan burung kakatua jambul kuning yang dimasukkan ke dalam botol

Polisi berhasil mengagagalkan penyeludupan burung kakatua jambul kuning yang dimasukkan ke dalam botol. (Foto: Daily Mail)

Penyeludupan 21 ekor burung kakatua jambul kuning lewat kapal KM Tidar tujuan Papua-Ambon-Makasar-Surabaya-Jakarta berhasil digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jawa Timur. Yang membuat hal ini disorot dunia adalah puluhan unggas tersebut dimasukkan secara paksa ke botol air mineral dan soft drink bervolume 1,5 liter dengan posisi paruh di depan dan kakinya ditekuk. Miris bagi yang melihatnya.

Dilansir dari Detikcom, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Aldy Sulaiman mengatakan, ada dua kasus yang diungkapnya pada Senin (4/5) lalu. Pertama, adalah kepemilikan dua burung dilindungi, yakni seekor burung bayan dan seekor kakatua. Satu lagi adalah kepemilikan 21 ekor burung kakatua jambul kuning.

Dua burung yang ditemukan awal disita dari Mulyono (36), warga Rembang. Burung itu disita dari dek 6. Oleh Mulyono, burung itu dibawa diam-diam. Burung itu disembunyikan di dalam sebuah jeriken bekas minyak goreng. Burung bayan hijau dan kakaktua tersebut ditekuk sedemikian rupa agar bisa masuk ke jeriken tersebut.

Polisi juga menemukan Burung Bayan yang dimasukkan ke dalam jerigen

Polisi juga menemukan Burung Bayan yang dimasukkan ke dalam jerigen. (Detikcom)

Sementara temuan 21 burung kakatua yang dimasukkan ke dalam botol masih diselidiki. Puluhan unggas dilindungi itu ditemukan di dek 3, namun tak ada pemiliknya. Burung-burung itu sengaja dimasukkan ke dalam botol untuk menghindari pemeriksaan bea cukai dan petugas di Pelabuhan Tanjung Perak.

Burung ini termasuk binatang langka dan dilindungi IUCN

Burung ini termasuk binatang langka dan dilindungi IUCN. (Daily Mail)

Media-media asing menyoroti kasus ini. Telegraph dan Daily Mail menyebut, apa yang dilakukan oleh para penyelundup itu sangat menyedihkan. Kakatua berjambul kuning sudah ditetapkan dunia sebagai hewan terancam punah sejak tahun 2007. Diperkirakan, hanya ada 7.000 burung kakatua jambul kuning yang tersisa di dunia.

Daily Mail menulis, burung-burung itu bisa dijual dengan harga belasan juta rupiah per ekornya. Burung-burung itu sebagian besar berasal dari Halmahera Utara. Diperkirakan ada ribuan burung yang diselundupkan secara ilegal tiap tahunnya. 40 Persen dari mereka mati selama proses penyelundupan itu.

Kakatua dimasukkan ke dalam botol soft drink dan air mineral untuk menghindari bea cukai dan pihak kepolisian

Kakatua dimasukkan ke dalam botol soft drink dan air mineral untuk menghindari bea cukai dan pihak kepolisian. (Daily Mail)

Kakatua jambul kuning termasuk hewan yang terancam punah dan dilindungi. Mereka hanya bisa bertelur sekali setahun dan hanya dua telur yang dihasilkan. Burung itu bisa memiliki panjang 12 inchi hingga 27 inchi. Kecantikannya bisa terlihat ketika jambul kuning itu mengembang. Populasinya bisa ditemukan di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku dan Sulawesi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: