//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kisah Keakraban Irjen Anton Charliyan dan Anak Telantar di Cibubur

Anton Charliyan menggendong D, korban penelantaran anak di Cibubur

Anton Charliyan menggendong D, korban penelantaran anak di Cibubur. (Foto: Kriminalitas.com))

Saat mengunjungi lima korban penelantaran orangtua di Safe House SOS, Cibubur, Jakarta Timur pada Sabtu (16/5/2015), Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan terlihat akrab dengan D, salah satu korban. Dalam pelukannya, D terlihat akrab dengan Anton. Anton sendiri menjanjikan membelikan mainan untuk D.

“Besok beli remot ya,” kata Anton kepada D yang dibalas dengan pelukan erat dari bocah sepuluh tahun itu, Sabtu (16/5). Anton dan D sesekali bertatap muka. D sendiri menyembunyikan senyumannya di balik pelukan erat sang jenderal polisi bintang dua ini. Anton pun masih sempat menggendong D dan membawanya berkeliling di sekitar safe house.

Namun, karena tak tega melihat Anton kecapaian, seorang petugas KPAI membujuk D untuk mandi. Lucunya D justru mempererat pelukannya kepada Anton dan tidak mau mendengar ajakan petugas tersebut. “Enggak mau nanti diajak pulang. Berisik,” ujar D kepada petugas itu.

Ketika Anton dan rombongan Humas Polri akan beranjak pergi, AD berteriak memanggil Anton dan terlihat seperti ingin ikut pergi. “Ayah, ayah sini ayah,” seru AD. AD pun kemudian diberi pengertian dan dibawa pergi oleh salah satu pembina yang ada di rumah aman ini.

Sebelumnya Anton sempat meneteskan air mata haru karena melihat kondisi D dan saudaranya. “Itu tega dan kejam sekali. Macan saja tak berani memakan anaknya hidup-hidup, kok orang tua ini tega sekali,” ujarnya sambil berurai air mata.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan terlihat menangis saat wawancara dengan wartawan, Sabtu 16 Mei 2015

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan terlihat menangis saat wawancara dengan wartawan, Sabtu 16 Mei 2015. (Foto: Tribunnews.com)

“Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Mereka butuh kasih sayang. Saya ke sana saja, mereka bilang enggak boleh pulang,” terang Anton sesenggukan. Menurut Anton, hal yang membuat dia tersentuh adalah cara anak-anak tersebut yang langsung memeluknya saat bertemu. Dia sama sekali tak menyangka akan terjadi seperti itu.

“Ya sayang ya. Sangat ketara sekali bahwa mereka butuh kasih sayang. Hanya baru bertemu saja enggak boleh pulang. Berarti mereka itu sangat kurang kasih sayang. Ya kebetulan saya termasuk salah satu yang mencintai anak. Mudah-mudahan dengan ini jadi pelajaran bagi kita ternyata narkoba ini sangat jahat. Kalau satu keluarga begini, nanti beribu-ribu keluarga bagaimana?” jelas Anton yang tak dapat menyembunyikan kesedihannya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: