//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Inilah Carlos Melgares Varon, Eks Pemain Real Betis yang Jadi Bakal Calon Bupati Samosir

Carlos Melgares Varon, bakal calon bupati Samosir

Carlos Melgares Varon, bakal calon bupati Samosir. (Foto: Infomedan.net)

Eks pemain Real Betis, Carlos Melgares Varon menjadi bakal calon bupati pada pilkada di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang dijadwalkan digelar pada 9 Desember 2015. Ia menjadi pusat perhatian saat penyaringan tahap I, bakal calon (balon) kepala daerah PDI Perjuangan di Jalan Hayam Wuruk, Medan, Selasa (19/5).

Kehadiran Carlos menjadi bakal calon Bupati Samosir, Sumatera Utara ini memancing sejumlah kader PDI Perjuangan meminta berfoto dengan Carlos. “Istri saya Adiriana Malau, asli anak Samosir. Saya menjadi WNI sejak 2008. Saya tinggal di Jakarta, tapi selalu berada di Samosir,” ujarnya dalam Bahasa Indonesia yang cukup baik, dilansir dari Tribun Medan.

Carlos membenarkan dirinya masuk skuat Real Betis, saat bermain di La Liga selama tiga musim, 1985-1988. “Itu sudah lama sekali. Dari Real Betis, saya memilih pensiun dari sepakbola dan menjadi pastor kala itu,” katanya .

Carlos yang juga pemilik CS Soccer Academy dan Ucam Soccer Academy di Jakarta ini, mengatakan dirinya maju sebagai balon Bupati Samosir atas dasar keprihatinan atas kondisi Samosir yang semakin terpuruk dari aspek lingkungan.

“Dasarnya, keprihatinan. Lingkungan di Samosir semakin terpuruk. Ini butuh kerja nyata untuk memperbaikinya,” ucapnya. Carlos mengaku, dirinya sudah sering terlibat dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan di Samosir. Pesta Danau Toba dan Green Samosir, contohnya. Dia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di daerah itu.

“Mudah-mudahan masyarakat Samosir bisa menerima saya nanti. Yang jelas saya ingin membawa Samosir lebih baik dan potensinya bisa dikenal luas dunia,” katanya. Ia mengharapkan masyarakat Samosir tidak terjebak dalam praktik politik uang (money politic) dalam pilkada. Fenomena masyarakat yang memberikan pilihan karena mendapatkan uang akan membuat membuat masyarakat kehilangan sikap kritis terhadap potensi penyimpangan yang dilakukan pejabat pemerintahan.

“Pola-pola seperti ini merupakan penindasan, dan harus dihapuskan dari masyarakat untuk perubahan yang lebih baik ke depannya,” sambung Carlos.
Jika terpilih, Carlos berjanji akan menerapkan pengalaman yang dimilikinya dari berbagai bidang untuk membenahi Kabupaten Samosir yang disebutnya sebagai “mutiara terpendam”. Carlos akan memprioritaskan pembangunan karakter manusia baik sebagai pedagang, petani, pemborong, mau pun birokrasi, serta menyinergikan hubungan masyarakat dengan pemerintah.

Pria yang kini bekerja di bidang perusahaan jasa tenaga kerja dan pendidikan ini menambahkan, dirinya sudah konsultasi dengan Bupati Samosir Mangindar Simbolon. “Saya sudah sampaikan ke Mangindar. Saya mau mencalonkan diri. Dia mendukung, yang penting harus siap menang siap kalah,” katanya.

Carlos menambahkan dirinya hanya mendaftar ke PDI Perjuangan karena tertarik sosok Joko Widodo.
“Saya tidak ke partai lain. Karena sebenarnya saya sudah siap untuk maju sebagai calon Bupati Samosir,” ujarnya sambil tersenyum.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto mengatakan, kehadiran sosok Carlos dalam penjaringan kepala deerah ini merupakan konsekuensi dari proses yang terbuka. “Artinya, selagi memenuhi syarat. Semua berhak untuk ikut,” katanya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: