//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ini Denty Noviany Sari, Eks Staf Cantik yang Laporkan Anggota DPR ke MKD

Denty Noviany Sari, mantan staf anggota DPR RI

Denty Noviany Sari, mantan staf anggota DPR RI. (Foto: Facebook/denty.novianysari)

Denty Noviany Sari, staf cantik yang dipecat melaporkan Frans Agung Mula Putra, anggota DPR dari Fraksi Hanura, dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait dugaan doktor palsu dan pemecatan staf.

“Dia ini diberhentikan tapi tidak ada pemberitahuan, tidak pernah ada omongan. Tahu-tahu dia datang ke kantor di DPR, kantornya dikunci. Klien saya ini mungkin merasa tersinggung,” ujar pengacara Denty, Jamil Burhanuddin saat dihubungi, Rabu (27/5/2015).

Denty dipecat Frans Februari 2015 lalu. Jamil, menuturkan kliennya dipecat tanpa ada pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis. Jamil sendiri tergugah membantu Denty secara cuma-cuma. Karena setelah dipecat Denty tak punya pekerjaan lagi.

“Dia kan anak muda baru 25 tahun anak perantauan dari Jambi. Saya tanya di sini sama siapa dia bilang sendiri. Kan kasihan, jadi saya bilang sudah saya bantu cuma-cuma,” kata Jamil yang juga pernah mendampingi masyarakat sipil dalam pengajuan uji materi UU MK, UU Pemda, sampai UU Pemilu, ke MK ini.

Merasa diperlakukan tak baik, Denty tak mau hanya melaporkan soal pemecatannya kepada MKD DPR. Dia juga melaporkan Frans Agung soal dugaan gelar Doktor palsu. Namun, Frans menuturkan bahwa dia saat ini sedang menempuh pendidikan doktor di Universitas Satyagama dan tidak pernah menggunakan gelar itu.

Kepada sang pengacara, Denty mengaku pernah diberi tugas oleh Frans untuk membuat kartu nama dengan mencantumkan gelar Doktor di depan nama. Padahal Denty tahu bahwa Frans belum menyandang gelar Doktor.

Kartu nama Frans Agung Mula Putra Natamenggala

Kartu nama Frans Agung Mula Putra Natamenggala. (Foto: Detikcom)

Penampakan kartu nama tersebut dirilis oleh detikcom, di mana ada logo dan nama lembaga DPR RI. Tertulis juga nama Frans lengkap dengan gelar doktornya. “Dr Frans Agung MP Natamenggala Anggota DPR/MPR RI No A-549 Komisi II,” demikian identitas Frans yang tertulis di kartu nama itu.

“Saya tidak pernah mengunakan gelar doktor tersebut dalam kepentingan ketatanegaraan atau kepentingan formal institusi DPR,” ujar Frans.

“Ada buktinya kartu nama dan memo penugasan,” ujar Jamil. Ketua MKD DPR Surahman Hidayat telah membenarkan soal pelaporan Denty terhadap Frans. MKD akan menggelar sidang perdana kasus ini besok Kamis (27/5). Frans pun sudah memberikan penjelasan secara terbuka membantah hal ini.

Alasan Frans Pecat Denty

Frans Agung Mula Putra Natamenggala, anggota DPR RI Fraksi Hanura

Frans Agung Mula Putra Natamenggala, anggota DPR RI Fraksi Hanura. (Foto: Facebook)

Frans sendiri mengatakan alasan Denty dipecat karena pemalsuan tanda tangannya tentang pemberkasan surat pernyataan sebagai syarat untuk menjadi Tenaga Ahli dan Staf Administrasi Anggota DPR RI.

“Hal itu dilakukan oleh Saudara Drs Rizal Akbar MM yang juga disaksikan oleh Saudari Denty Noviany Sari dan Saudara Fauzan Ramadhan, dengan alasan pada saat itu batas waktu untuk pengumpulan berkas untuk menjadi staf anggota DPR RI sudah mendekati hari akhir,” ujar anggota Komisi II DPR itu.

Pada saat itu, kata Frans, dirinya sedang berada di luar kota. Rizal Akbar memalsukan tanda tangannya dan berbicara di depan rekannya, Gerald, mengakui tanda tangan yang dipalsukan tersebut tidak terlalu mirip.

“Bahkan berbicara di depan Saudara Gerald ‘biarlah kalau tidak begini tidak akan beres urusan’. Saudara Rizal Akbar, memalsukan tanda tangan saya tersebut dalam rangka pencairan rapel gaji selama 3 bulan,” paparnya.

“Artinya bahwa itu sangat fatal bagi seorang staf dan saya bisa tuntut balik atas dasar pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan secara hukum, termasuk pemalsuan tanda tangan. “Atas dasar itulah, Denty dan Rizal Akbar, saya pecat dan saya berhentikan,” tegas politisi asal Lampung itu.

Fraksi Hanura Akan Bantu Frans

Fraksi Hanura akan memberikan bantuan pendampingan kepada anggota Frans Agung Mula Putra Natamenggala.

“Fraksi akan memberikan bantuan dan masukan yang benar ke MKD, karena itu anggota kami,” ucap Sekretaris F-Hanura Miryam Handayani saat dihubungi, Rabu (27/5/2015). Miryam menuturkan Fraksi Hanura akan tetap mengikuti proses di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Apapun hasilnya juga akan dihormati.

“Semua keputusan di MKD kita hormati,” ucapnya. Miryam mengaku belum tahu lebih lanjut tentang kasus dugaan gelar doktor palsu itu. Dia menjamin Frans akan kooperatif dan memenuhi panggilan MKD. “Anggota yang bersangkutan kalau dinpanggil MKD ya harus dipenuhi,” ujar Miryam.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: