//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Hotma Sitopul Bantah Jika Engeline Meninggal, Warisan Jatuh ke Margriet

Hotma Sitompul membantah isu warisan pada kematian Engeline

Hotma Sitompul membantah isu warisan pada kematian Engeline. (Foto: Tribun Bali)

Pengacara yang baru ditunjuk Margriet Megawe, Hotma Sitompul membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa jika Engeline meninggal, hak warisnya jatuh ke tangan Margriet, sesuai akta yang dikeluarkan Notaris Anneke Wibowo.

“Nggak ada isu warisan,” jelas Hotma, Kamis (18/6/2015). “Memang Angeline dapat warisan darimana? Kalau Ibu Margriet meningga baru dapat warisan,” jelas Hotma

Dia menunjukkan pemberitaan koran yang terbit di Bali. “(Membacakan berita di koran) dalam Pasal 2 disebutkan, Margriet akan menjadi ahli waris jika Engeline meninggal. Koran ini mengatakan, kalau Engeline meninggal, Margriet menjadi ahli warisnya. Itu tidak ada. Fitnah ini. Yang ada, kalau ibunya (Margriet) meninggal, Engeline yang mendapat warisan,” kata Hotma Sitompoel, seperti dilansir dari Kompas.

Hotma juga menepis ada surat wasiat dari suami Margriet, Douglas yang juga ayah angkat Angeline. Tidak pernah ada surat wasiat seperti itu. Hotma menegaskan, isu soal warisan ini karena ada tulisan di akta adopsi. Di sana tertulis kalau Angeline meninggal maka seluruh harta diwariskan ke Margriet.

Berdasarkan foto salinan Akta Nomor 18 tertanggal 24 Mei 2007 yang dibuat Notaris Anneke Wibowo, SH, dinyatakan bahwa Margriet Christina Megawe disebut sebagai pihak kedua. Pasal 2 di akta ini menjelaskan:

“Pihak Pertama (Achmad Rosyidi atau ayah kandung Engeline) dengan sadar bahwa dia mengetahui benar-benar akibat hukum dan pengangkatan anak ini, dan dengan ini Pihak Pertama menyatakan demi kepentingan Pihak Kedua melepaskan semua hak-hak, yang mereka punyai dan dapat melakukan dan melepaskan segala kewajiban-kewajiban yang mereka tanggung terhadap anak tersebut dan teristimewa melepaskan hak-hak untuk mewarisi dari anak yang diangkat tersebut, hak-hak mana selanjutnya akan menjadi hak-hak dan kewenangan Pihak Kedua, sedangkan ahli waris di Pihak Kedua akan dianggap dan menjadi ahli waris dari anak yang diangkat tersebut, bila anak tersebut meninggal dunia tanpa meninggalkan surat wasiat” .

Sementara dalam Pasal 3 akta ini disebutkan, “Pihak Pertama menyatakan dan berjanji bahwa anak tersebut dianggap sebagai anaknya sendiri yang sah dan oleh karena itu terhadap anak tersebut akan diberikan dan akan mendapatkan pendidikan dan pemeliharaan sebagaimana layaknya, dan juga mempunyai hak untuk mewarisi dari para penggarap Pertama, sebagai orang tuanya sendiri”.

Engeline dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015 dan ditemukan meninggal terkubur pada 19 Juni 2015 dengan tersangka pembunuhnya bernama Agus Tay Hamba May (25) yang tak lain adalah pembantunya.

Kasus ini berkembang dengan pengaduan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali yang melaporkan Margriet (60) atas dugaan penelantaran anak, dan kini Margriet sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: