//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Asyik Selfie Lalu Terjerat Kabel, Andy Setiawan Jatuh dari Bandros

Ilustrasi aksi selfie di atap Bandung Tour on Bus (Bandros)

Contoh ilustrasi aksi selfie di atap Bandung Tour on Bus (Bandros). (Foto: Instagram)

Sudah banyak berita yang mengabarkan aksi selfie yang tak mengenal situasi dan kondisi menyebabkan kecelakaan bahkan kematian. Kali ini terjadi di Bandung saat seorang mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) bernama Andy Setiawan Haryanto (20).

Andy disebut asyik berselfie ria di atas Bandung Tour on Bus (Bandros) namun menghadap ke belakang bus. Alhasil, ia tak mengetahui ada kabel yang membentang di Jalan Wastukencana, Bandung, pada Rabu (28/10) pukul 13.00 WIB. Tubuh Andy pun jatuh terhempas dari bus tingkat dua tersebut.

Penampakan bagian atap Bandros

Penampakan bagian atap Bandros. (Foto: Detikcom)

“Penyebabnya, memang tidak menunduk penuh saat sudah diingatkan. Dia lagi megang kamera. Kaya lagi moto-moto. Dan sudah dingatkan tapi susah. Korban posisinya menghadap belakang. Jadi kena leher belakang,” kata Kanitlaka Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (28/10).

Andy warga Tasikmalaya itu mengalami luka serius di bagian kepala dan punggungnya. Bahkan dia harus dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Santo Borromeous Jalan Ir H Djuanda, Bandung untuk penanganan medis.

“Kondisi terakhir korban masih di ICU. Luka di bagian leher dan harus digips,” terangnya.

Andy Setiawan Haryanto (tengah), mahasiswa Unpar yang jatuh dari Bandros

Andy Setiawan Haryanto (tengah), mahasiswa Unpar yang jatuh dari Bandros. (Foto: Instagram @andymalmsteen)

Dede Sarifudin (38) yang mengemudikan bus klasik tersebut saat ini masih diperiksa penyidik Mapolrestabes Bandung. Adapun bus wisata diamankan polisi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Tindak lanjut kami ya Bandros disita. Pengemudi diperiksa,” tandasnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengaku belum tahu penyebab pasti terjungkalnya Andy di Bus Bandros. Dia meminta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung untuk mengecek kebenarannya. “Lagi dicek Kadisbudpar,” katanya.

Namun dia menduga, korban jatuh lantaran tersangkut kabel yang banyak melintang di sepanjang jalan tersebut lantaran korban meleng. Karena guide dan kenek saat bus beroperasi pasti kerap mengingatkan.

“Feeling saya dia melamun. Sudah tugas sopir dan guide untuk mengingatkan (menunduk). Pasti ada aturan yang tidak diindahkan,” tuturnya.

Menurut Emil, selama ini Bus Bandros aman-aman saja. Pria yang hobi berspeda itu menyontohkan saat bus Bandros dipakai untuk arak-arakan pemain Persib Bandung, Minggu 25 Oktober 2015 lalu. Menurutnya, rute yang ditempuh cukup panjang yakni 21 meter dan tidak ada hambatan selama perjalanan.

“Sudah bertahun-tahun juga tidak ada yang celaka. Baru kali ini saja,” ungkap Emil.

Emil belum bisa memutuskan apakah akan memberi bantuan kepada korban atau tidak. Menurutnya, dalam insiden ini harus diteliti dulu siapa yang benar dan siapa yang salah.

“Belum tahu (memberi bantuan atau tidak). Saya mau jadi orang baik tapi tidak selalu saya bantu, harus di lihat dulu,” tandasnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: