//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Divonis Mati MA, Ini Kejahatan Sadis yang Dilakukan Ikhsan Pratama

Ikhsan Pratama, pembantai keluarga bos toko batik di Jombang

Ikhsan Pratama, pembantai keluarga bos toko batik di Jombang. (Foto: sindonews.com)

Palu Gayus Lumbuun dkk kembali diketok dan Ikhsan Pratama (19) pun divonis mati oleh Mahkamah Agung (MA). “Menolak permohonan kasasi,” demikian lansir website MA, Jumat (27/11/2015).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Timur Manurung dengan anggota hakim agung Dudu Duswara dan Prof Dr Gayus Lumbuun. Vonis ini diketok dengan suara bulat pada Kamis (26/11) sore. Vonis mati ini merupakan vonis mati ke-14 Gayus Lumbuun. Mantan anggota DPR ini sebelumnya menjatuhkan hukuman mati kepada para pembunuh sadis dan berantai, dari Ryan, Babeh hingga Prada Mart.

Apa sebenarnya perbuatan kejahatan yang dilakukan Ikhsan?

Kejahatan super sadis ini dilakukan penjaga toko itu terhadap majikannya, Handriadi pada 21 Oktober 2014. Ia tidak diterima dituduh mengambil barang di toko tersebut.

Malamnya, Ikhsan mendatangi rumah Handriadi di Perumahan Sambong Permai Blok E-11, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang dengan membawa pisau, sangkur dan sabit. Ikhsan mengetok pintu dan dibukakan oleh istri Handriadi, Delta Fitriani. Tanpa banyak cincong, Ikhsan melancarkan kebiadabannya dan mengakibatkan kematian. Berikut daftarnya:

1. Delta Fitriani, tewas di tempat.
2. Anak pertama, Rivan Hernanda (9), tewas di tempat.
3. Anak kedua, Yoga Saputra (7), tewas di tempat.
4. Anak ketiga, Clara (2), luka bacok.
5. Handriadi luka bacok dan tusuk.

Warga yang mendengar lalu berdatangan menolong Handriadi. Mendapati kerumunan warga, nyali Ikhsan ciut dan memilih mengambil langkah seribu. Warga lalu mengejarnya dan menangkap di kebon kosong di belakang rumah. Ikhsan digelandang warga dan diserahkan ke polisi.

Setelah diproses, Ikhsan lalu dihadirkan ke pengadilan. Tak banyak pikir, Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan hukuman mati kepada Ikhsan pada 18 Mei 2015. Putusan ini lalu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Mendapati vonis mati ini, nyali Ikhsan ciut dan mengajukan kasasi. Tapi apa daya, permohonan ini ditolak MA.

Penolakan ini bukannya tanpa sebab. Berdasarkan kronologi kejadian tersebut. Ikhsan melakukan perbuatan kejahatan berlapis dan kumulatif, yaitu;

1. Pembunuhan berencana.
2. Kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian.
3. Penganiayaan yang menyebabkan luka berat.
4. Tanpa hak membawa senjata penusuk atau penikam.

Berdasarkan empat kejahatan di atas, mau tidak mau, atas nama UU, majelis hakim yang terdiri dari hakim agung Timur Manurung, hakim agung Dr Dudu Duswara dan hakim agung Prof Dr Gayus Lumbuun mengirim Ikhsan ke regu tembak. Vonis itu dijatuhkan pada Kamis (26/11) kemarin.

Vonis mati ini merupakan vonis mati ke-14 Gayus Lumbuun. Mantan anggota DPR ini sebelumnya menjatuhkan hukuman mati kepada para pembunuh sadis dan berantai, dari Ryan, Babeh hingga Prada Mart.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: