//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

FPI Tuding Ada Pihak Provokasi Soal Ucapan Habib Rizieq “Sampurasun”

Imam besar FPI Rizieq Shihab (kiri)

Imam besar FPI Rizieq Shihab (kiri). (Foto: Facebook)

FPI Jawa Barat (Jabar) terus membangun lobi dengan sejumlah ormas dan tokoh masyarakat Sunda. FPI memberi penjelasan bahwa tidak ada niat dan maksud imam besar FPI Rizieq Shihab atau Habib Rizieq untuk melecehkan kata sampurasun menjadi campur racun.

“FPI itu ahlu sunnah wal jamaah yang menjunjung tinggi adat dan budaya selama tidak bertentangan dengan syariat,” kata Ketua FPI Jabar Abdul Qohar, Jumat (27/11/2015), seperti dilansir Detikcom.

Rizieq dilaporkan ormas AMS ke Polda Jabar terkait ucapan salam sampurasun menjadi campur racun. AMS melaporkan pada Rabu lalu dengan bukti tayangan YouTube terkait ceramah Rizieq di Purwakarta pada 13 November lalu.

Qohar sendiri menjelaskan insiden ini membawa berkah bagi FPI yang notabene dengan ormas pejuang adat. Berkah seperti apa? “Ini membawa berkah dengan melahirkan konsensus, seperti di masa Imam Bonjol, di mana adat basanding syara, dan syara basanding kitabulloh,” urai dia.

Qohar juga meminta agar jangan ada yang memprovokasi dan mengadu domba FPI dan pecinta adat.

“Kami terus mencari aktor intelektual yang memprovokasi persoalan ini. FPI tidak pernah bermasalah denga AMS dan pemangku adat Sunda. Di Jabar saja ada 300 ranting FPI yang semuanya orang Sunda. Jadi tidak mungkin kami melecehkan adat Sunda,” katanya.

FPI Jabar juga menyatakan mengirim sejumlah artikel tulisan Habib Rizieq yang berisikan penjelasan mengani ucapan sampurasun dan campur racun. Salah satu yang dikirimkan yakni ormas AMS yang melaporkan Rizieq ke Polda Jabar.

“Kami sudah kirimkan delegasi FPI kemarin sore ke AMS dengan membawa surat klarifikasi, yakni artikel tentang sampurasun dari Habib Rizieq,” jelas Ketua FPI Jabar Abdul Qohar, Jumat (27/11/2015).

Qohar mengungkapkan, ormas AMS menyambut baik kedatangan FPI Jabar. Dalam artikel itu tertulis bagaimana sikap Rizieq Shihab yang menghormati adat istiadat.

“Pertemuan penuh nuansa silaturahim. Isi artikel sendiri diawali bismillah, lalu diterangkan agar sama-sama merawat adat dalam kerangkah syariah. Habib Rizieq sama sekali tidak melecehkan adat,” jelas dia.

“Kami kirimkan ke DPRD, Gubernur, MUI, dan paguyuban Pasundan. Dan untuk langkah selanjutnya masih dalam pembahasan,” tutup dia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: