//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ini Kronologi Penggrebekan Nikita Mirzani dan Puty Revita di Hotel

Nikita Mirzani dan Puty Revita Sari diamankan di Bareskrim Polri

Nikita Mirzani dan Puty Revita Sari diamankan di Bareskrim Polri. (Foto: Rimanews.com)

Anggota Subdit III Vice Control dan PPA Direktorat Kriminal Umum Bareskrim Polri berhasil menggrebek dan menangkap artis seksi Nikita Mirzani dan finalis Miss Indonesia 2014 Puty Revita terkait kasus prostitusi artis dengan tarif puluhan juta rupiah untuk sekali kencan di sebuah hotel mewah.

Berikut kronologi penangkapan tersebut.

Pada Kamis (10/12/2015) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, dua pria ditangkap 6 anggota Subdit III Bareskrim di lobi Hotel Kempinski, Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap setelah melalui pengintaian selama beberapa hari terkait tindak pidana perdagangan orang yaitu prostitusi artis seperti diatur dalam Pasal 2 UU No.21 th 2007.

Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus muncikari artis Robby Abbas yang sudah dinyatakan bersalah dan mendapat vonis 1 tahun 4 bulan penjara dari pengadilan.

“Infonya dimulai dari Agustus, setelah RB (Robby Abbas). Ini sebenarnya pengembangan dari yang disidik oleh Polres Jakarta Selatan, (kasus) RB,” ungkap Kasubdit Judisila Dittipidum Bareskrim Polri, Kombes Umar Fana di Gedung Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (11/12/2015).

Dalam proses penangkapan, Bareskrim Polri memerlukan waktu 3 hari. Ini dikarenakan petugas yang memancing pelaku serta dua artis itu harus melakukan negoisasi dan memberikan uang DP.

“Dimulai dari tiga hari yang lalu. (Dari) negosiasi, dan terakhir dengan bisa ditangkapnya jam 21.00 WIB di hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat,” ucapnya.

“Kita merujuk pada kasus RB, ada informasi ada hubungan langsung dengan artis, manajemen, munculah nama O,” lanjut Umar.

Penangkapan ini bermula ketika sejumlah anggota subdit VC menyamar (Undercover Buy) sebagai pengguna jasa seks artis komersil. Mereka menyamar dengan profesi sebagai pengusaha dan berpenampilan layaknya eksekutif muda sukses.

Dua anggota yang menyamar sebagai pengusaha batubara ini kemudian berhasil bertransaksi dengan dua mucikari yang menggunakan jasa pekerja seks komersil yang berprofesi sebagai artis. Kedua artis yang ditawarkan adalah Nikita Mirzani dan Puty Revita.

Nikita Mirzani ditawarkan dengan harga sebesar Rp 65 juta untuk sekali kencan. Sementara Puty Revita sebesar Rp50 juta.

“Pertama kali ditawarkan lewat foto. Mekanismenya ditransfer dulu Rp 10 juta untuk DP, kemudian sisanya dibayar ke bersangkutan setelah eksekusi. Kami kembangkan terus dalam HP O akan dilacak siapa saja konsumennya,” terang Umar.

Anggota Bareskrim yang tergabung dalam Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) kemudian bergerak menuju hotel yang telah ditentukan oleh kedua mucikari tersebut, yakni di Hotel Kempinski di Jakarta Pusat.

Setelah itu polisi menangkap mucikari bernama Onat (O) dan F, rekannya yang diduga sebagai manajer Nikita Mirzani dan Puty Revita di lobi hotel tersebut beserta sejumlah uang transaksi.

Satgas TPPO kemudian segera bergerak menuju kamar yang ditunjukkan oleh mucikari tersebut dan menemukan seorang seorang pengguna jasa artis bernama Ferry (undercover buy) atau polisi yang menyamar.

Saat digrebek, kedua artis tersebut dalam kondisi telanjang.

Nikita Mirzani, Puty Revita, Onat (O) dan F kemudian digelandang ke Bareskrim untuk dimintai keterangannya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, kwitansi pembayaran kamar, 5 Handphone, kondom, kunci kamar dan uang cash sebesar Rp 7 juta.

Dijelaskan Umar, pihaknya melakukan penyelidikan sejak lama. Mereka juga terus melakukan pengintaian hingga akhirnya bisa membekuk F dan O.

“Kegiatan pengintaian sudah dilakukan berbulan-bulan,” jelas Umar.

“Kasus ini sudah kami bangun dari bulan Agustus sebagai rangkaian dari kasus di Polres Jakarta Selatan dengan pelaku RA (muncikari Robby Abbas). Jadi RA ini dia tidak berhubungan dengan artis, tapi berhubungan dengan F dan O. Karena sejak bulan Agustus RA tidak bekerja lagi, posisi RA diambil F dan kadang-kadang O,” papar Umar.

F dan O dibekuk karena menjual jasa prostitusi artis. Tarifnya bervariasi, dari mulai Rp 50 juta hingga Rp 120 juta untuk 3 jam. Keduanya dikenakan pasal 2 dan 3 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Keduanya dikenakan UU khusus perdagangan manusia. Ancaman maksimal sampai 15 tahun penjara,” kata Umar.

Ditambahkan Umar, artis NM dan PR yang juga ditangkap saat pengungkapan dalam kasus ini berposisi sebagai korban. Pengacara Partahi Sihombing membenarkan NM yang menjadi kliennya adalah Nikita Mirzani.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: