Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Irena Handono: Saya Melaporkan Ahok Mewakili Umat Islam Indonesia

Irena Handono, saksi pelapor kasus dugaan penodaan agama Ahok

Irena Handono, saksi pelapor kasus dugaan penodaan agama Ahok. (Facebook)

Anekainfounik.net. Irena Handono tampil sebagai saksi pelapor dalam sidang kelima kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Adapun Irena adalah warga Bekasi yang melaporkan Ahok ke polisi atas dugaan penodaan agama. Ketika itu, ia melaporkan Ahok dengan mengatasnamakan “Umat Islam Indonesia”.

“Saya melapor sebagai bagian umat Islam. Dengan membawa ribuan KTP sebagai bukti mengaku mewakili umat Islam Indonesia,” ujar Irena menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan Ahok di Auditorium gedung Kementerian Pertanian, Jl. RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (10/1/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Saat melapor ke Bareskrim Polri, Irena mengaku didampingi puluhan orang dan mendapat dukungan dari banyak orang.

“Saya lapor ke Bareskrim didampingi 30 orang dan 1.500 KTP fotokopinya dan ada 17-an ribu pendukung, merasa terdakwa melakukan penodaan,” tutur Irena.

Pelaporan ini dilakukan setelah Irena menyaksikan video Ahok saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu tanggal 27 September 2017. Padahal Ahok menurut Irena saat itu dalam kunjungan kerja.

“Saya tidak ada di sana tapi secara hukum dibolehkan yang tidak dilihat langsung. Saya melihat di Youtube jangankan Indonesia orang luar negeri pun bisa,” imbuhnya.

Irena menegaskan dugaan penistaan agama dilakukan Ahok karena menyebut surat Al Maidah 51 dengan menempatkan surat tersebut sebagai alat membohongi orang terkait pilihan pemimpin.

“Dengan istilah jangan mau dibohongi dengan Al Maidah 51. Al Maidah 51 (disebut menjadi) alat kebohongan,” sambungnya.

Soal penafsiran penistaan agama ini, pengacara Ahok menanyakan saksi Irena mengenai durasi cuplikan video yang ditontonya. Irena mengaku memberikan video pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu ke polisi hasil unduhan selama 47 menit 14 detik, namun tidak menonton seluruhnya.

“Tidak pernah , bagi orang sibuk cukup melihat apa yang dilakukan penodaan agama,” kata Irena menjawab pertanyaan pengacara soal akses video selama 1 jam.

Baca juga: Mengenal 5 Saksi Pelapor di Sidang Lanjutan Kasus Ahok Hari Ini

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: