Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pedri Kasman: Kami Laporkan Karena Tak Ada Akses Komunikasi ke Ahok

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah yang menjadi pelapor kasus Basuki T Purnama, diperiksa di persidangan. Pedri melapor karena merasa tersinggung.

Pedri menjadi saksi pertama yang diperiksa dalam persidangan yang digelar pada Selasa (10/1/2017) hari ini. Persidangan digelar di gedung Kementan, Jl RM Harsono, Jaksel.

Pedri mengatakan awalnya dia mendapatkan informasi mengenai pidato Ahok dari grup WhatsApp pada Oktober 2016. Dia lantas mengecek dan mencari di YouTube.

“Saya melihat video penuhnya,” ujar Pedri.

Selanjutnya Pedri dan pengurus Pemuda Muhammadiyah melakukan rapat membahas pidato Ahok di Kepulauan Seribu tersebut. Seperti diketahui, dalam pidato itu Ahok menyinggung soal Al Maidah 51.

“Dari PP Pemuda Muhammadiyah kemudian menyimpulkan ada dugaan penistaan agama,” kata Pedri.

Dalam persidangan, Pedri mengatakan dia tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan Ahok, yang saat itu merupakan gubernur aktif DKI Jakarta. Karena tidak bisa menyampaikan protes, Pedri lantas melaporkan Ahok ke polisi. Laporan Pedri ke polisi atas kesepakatan dan kuasa yang diberikan oleh Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.

Keterangan Pedri soal ketiadaan akses komunikasi ke Pemprov dibantah Ahok dalam persidangan. Ahok menegaskan komunikasi bisa dilakukan, apalagi dia mengenal Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Saya keberatan kalau dibilang tidak ada akses untuk komunikasi ke saya karena saya dengan Saudara Dahnil cukup kenal baik dan komunikasi lancar,” terang Ahok.

“Saya pernah diundang di PP Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu pembicara untuk contoh pemimpin yang baik karena menyusun APBD secara transparan,” imbuhnya.

Menanggapi keberatan Ahok, Pedri mengatakan dia tidak mengetahui soal komunikasi Dahnil dengan Ahok.

“Kalau dengan Dahnil bagaimana saya tidak mengetahui,” ujar Pedri.

Dalam tanggapannya, Ahok juga keberatan video sambutan saat berkunjung ke tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, hanya fokus pada cuplikan pernyataan 13 detik.

“Saya keberatan kalau pidato saya yang 1 jam 40 menit lebih itu hanya digunakan sekitar 13 detik yang didiskusikan dan dijadikan tuntutan,” sebut Ahok.

Pedri dalam kesaksiannya memang menyebut fokus pada dugaan penodaan agama saat Ahok menyebut Surat Al Maidah ayat 51.

“Saya tidak tahu maksud yang bersangkutan. Sebagai umat Islam, saya merasa tersinggung, Al Maidah bagian dari ayat suci Alquran kami, ini termasuk penghinaan karena Alquran diturunkan oleh Tuhan. Saya kira terdakwa tidak beragama Islam, tidak boleh membahas itu,” ujar Pedri.

Dalam persidangan, pengacara Ahok juga bertanya kepada saksi mengenai program Ahok untuk pengembangan program keislaman. Pengacara menanyakan pengetahuan Pedri mengenai program pembangunan masjid serta umrah bagi penjaga masjid atau marbut.

“Sekali lagi, Yang Mulia, saya fokus dengan laporan saya, tidak dengan yang lain. Program itu kewajiban gubernur,” ujar Pedri.

Jawaban ini ‘disambut’ pengacara Ahok dengan menanyakan program Gubernur Jakarta sebelum Ahok.

“Di seluruh dunia, gubernur tugasnya…. Mohon maaf, tidak saya jawab tidak ada kaitan dengan keterangan saya,” sahut Pedri.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: